Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyatakan akan mengoptimalkan pemanfaatan energi yang berasal dari dalam negeri. Karena itu, perubahan paradigma mesti dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, I Gusti Nyoman Wiratmaja menyampaikan hal itu dalam acara Forum Komunikasi Keselamatan Migas. Selama ini, kata dia, energi diberlakukan sebagai komoditas sehingga banyak sumber energi yang dijual ke luar negeri.
Baca Juga
"Di masa lalu kita perlakukan energi sebagai komoditas. Contoh LNG jual luar negeri. Ke depan harus memanfaatkan energi untuk dalam negeri, untuk membangun ekonomi," kata dia, di Surabaya, Rabu (26/8/2015).
Advertisement
Maka dari itu, pihaknya akan menggeser paradigma tersebut. Sejalan dengan itu, pengembangan infrastruktur juga diperlukan sehingga LNG dapat dimanfaatkan di dalam negeri. "Kalau bisa bangun infrastruktur untuk memanfaatkan LNG yang ada di dalam negeri," kata Wiratmaja.
Kemudian, paradigma yang akan diubah ialah pembangunan energi mengikuti populasi manusia (energy follow the people). Dia mencontohkan, jika populasi yang padat ada di Jawa maka sumber energi tersebut bakal dibangun. Ke depan, paradigma akan diubah menjadi sebaliknya."Ke depan akan people follow the energy," tutur Wiratmaja.
Dengan langkah itu, pihaknya meyakini kawasan-kawasan ekonomi juga turut tumbuh. "Di mana sumber energi di sana kita bangun kawasan industri, infrastruktur supaya industri tumbuh di sana," ujar dia. (Amd/Ahm)