Menteri Teten: Negara Kaya Saja Sulit Lawan Corona, Kita Mau Anggap Remeh?

Angka kemiskinan disebutnya berpotensi semakin membesar jika masyarakat masih menganggap enteng kehadiran wabah corona ini.

oleh Tira Santia diperbarui 20 Apr 2020, 10:00 WIB
Diterbitkan 20 Apr 2020, 10:00 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki, di acara Ngetem X KUMKM, di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (9/3/2020).
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki, di acara Ngetem X KUMKM, di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyayangkan sikap sebagian orang yang masih menganggap remeh penyebaran virus corona (Covid-19). Sebab menurutnya, negara-negara adidaya dan kaya saja sangat tertekan akibat pandemi ini.

"Negara maju pun yang sudah lebih baik sistem jaminan sosialnya, sistem kesehatannya, mereka kaya, fiskalnya kuat, keuangan negaranya kuat, mereka juga sekarang terpukul juga dan mereka sama-sama sedang melawan," ucapnya kepada Liputan6.com di kantornya, seperti dikutip Senin (20/4/2020).

"Kalau kita juga menganggap enteng, menganggap remeh, menurut saya ini suatu kebodohan," tegas dia.

Mengutip ucapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, angka kemiskinan disebutnya berpotensi semakin membesar jika masyarakat masih menganggap enteng kehadiran wabah virus corona ini.

"Saya kira masih banyak yang menganggap enteng wabah virus corona ini bahkan menantang. Ini menurut saya sangat keliru dan harus kita pikirkan dampak kepada kehidupan masyarakat banyak, termasuk dampak ekonomi sekarang sudah kita rasakan," ujar dia.

"Jumlah orang miskin nanti akan bertambah makin banyak, jumlah pengangguran akan bertambah. Ini kan risiko sosial politik yang sangat besar. Jadi jangan dianggap enteng," serunya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


PHK

Kemnaker Berdayakan Korban PHK Sebagai Petugas Penyemprotan Disinfektan
Kemnaker melibatkan pekerja ter-PHK sebagai pasukan penyemprot disinfektan di sejumlah perusahaan.

Terlebih, Menteri Teten menyatakan, wabah corona yang berkepanjangan telah membuat sejumlah pelaku usaha tutup tirai dan melakukan aksi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Di sisi lain, jumlah pasien hingga korban meninggal semakin banyak, sedangkan ketersediaan alat bantu kesehatan hingga tenaga medis seperti dokter dan perawat pun terbatas.

"Lalu siapa yang tanggung jawab? Jadi pada tokoh-tokoh yang masih menganggap sepele untuk mengabaikan wabah corona ini saya kira harus diminta pertanggungjawaban sosialnya. Ini enggak boleh seperti itu," kecamnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya