Pertamina Drilling Rampung Bor 5 Sumur Blok Senoro-Toili Lebih Cepat dari Target

Kedalaman rata-rata kelima sumur tersebut berkisar antara 2100 hingga 2700 meter MD (Measured Depth). Kompleksitas tantangan dalam pengeboran sumur-sumur ini tidak menghalangi tim Pertamina Drilling untuk bekerja dengan optimal.

oleh Arthur Gideon Diperbarui 27 Feb 2025, 18:50 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 18:50 WIB
Pertamina Drilling
PT Pertamina Drilling Services Indonesia menyelesaikan pengeboran lima sumur di wilayah kerja JOB Tomori di Blok Senoro-Toili, Sulawesi Selatan. (Dok Pertamina Drilling)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) telah menyelesaikan pengeboran lima sumur di wilayah kerja JOB Tomori di Blok Senoro-Toili, Sulawesi Selatan. Menariknya penyelesaian pengeboran ini jauh lebih cepat dari yang direncanakan.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam 210 hari, tetapi Pertamina Drilling berhasil menuntaskan hanya dalam 160 hari. Pengeboran ini menggunakan RIG PDSI#04.3/N110-M dengan kapasitas 1.500 HP.

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menjelaskan, kelima sumur tersebut adalah SNR-15RE (Re-Entry), SNR-16, SNR-18, SNR-19, dan SNR-20. Empat diantaranya merupakan sumur pengembangan (development) dan satu sumur merupakan sumur Re-Entry yang lebih kompleks.

"Pengeboran empat sumur development telah dilaksanakan sejak Mei hingga Desember 2024, sementara pengerjaan sumur Re-Entry dimulai pada bulan Desember dan masih berlangsung hingga saat ini," jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2025).

Koordinasi yang Efektif, Koordinasi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat, mulai dari tim pengeboran, logistik, engineering, hingga manajemen, sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional. Serta Kompetensi Sumber Daya Manusia. Tim Pertamina Drilling memiliki kompetensi dan pengalaman yang mumpuni dalam melakukan pengeboran, baik sumur development maupun Re-Entry.

"Ini adalah pencapaian luar biasa dari tim Pertamina Drilling dan seluruh pihak yang terlibat di JOB Tomori. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kami untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam setiap operasi pengeboran," kata Avep Disasmita 

 

Kedalaman hingga 2700 Meter MD

Kedalaman rata-rata kelima sumur tersebut berkisar antara 2100 hingga 2700 meter MD (Measured Depth). Kompleksitas tantangan dalam pengeboran sumur-sumur ini tidak menghalangi tim Pertamina Drilling untuk bekerja dengan optimal.

Pertamina Drilling mendukung penuh program-program Asta Cita Presiden Prabowo dan siap mewujudkan Indonesia swasembada energi. "Kami berharap, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh tim Pertamina Drilling untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan industri migas Indonesia," pungkas Avep.

Budaya keselamatan yang kuat terlihat pada penerapan budaya keselamatan yang menjadi kunci untuk mencegah terjadinya insiden dan memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Pertamina Drilling juga memanfaatkan teknologi terkini dalam pengeboran, seperti sistem monitoring real-time dan alat-alat pengeboran yang canggih, membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko.

Dalam project ini, Pertamina Drilling mencatat Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0 selama proyek ini. Artinya, tidak ada insiden yang menyebabkan cedera atau kerugian yang signifikan selama 3.839 jam kerja yang telah dilakukan. Hal ini membuktikan komitmen kuat Pertamina Drilling terhadap keselamatan kerja.

"Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami memastikan bahwa seluruh pekerja dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai dan mengikuti prosedur kerja yang aman,” sambung Avep.

 

Minimnya Non-Productive Time (NPT)

Keberhasilan penyelesaian pengeboran lima sumur JOB Tomori ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi minyak dan gas (migas) nasional. Dengan beroperasinya sumur-sumur baru ini, diharapkan dapat menambah volume produksi migas dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

Pada kesempatan yang berbeda, Aziz Muslim, Direktur Operasi Pertamina Drilling menyampaikan, salah satu faktor kunci keberhasilan proyek ini adalah minimnya Non-Productive Time (NPT), atau waktu tidak produktif.

"Total NPT untuk kelima sumur hanya mencapai 0,33%, atau setara dengan 12,5 jam (setengah hari). Angka ini tergolong sangat rendah dari target 0,91% dan menunjukkan tingkat efisiensi operasional yang tinggi”.

"NPT yang rendah ini adalah hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, dan penerapan teknologi yang tepat. Kami juga sangat mengutamakan keselamatan kerja, sehingga seluruh kegiatan operasional berjalan dengan lancar tanpa insiden yang berarti," sambung Aziz.

 

Terus Mempertahankan

Keberhasilan Pertamina Drilling dalam menyelesaikan proyek ini lebih cepat dan efisien dari yang direncanakan, menunjukkan beberapa poin penting. Diantaranya perencanaan yang matang. Perencanaan yang detail dan komprehensif menjadi fondasi utama keberhasilan proyek. Ini termasuk pemilihan teknologi yang tepat, perhitungan risiko yang akurat, dan alokasi sumber daya yang efisien.

Ke depan, Pertamina Drilling diharapkan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja operasionalnya, serta berkontribusi secara signifikan dalam mendukung target produksi migas nasional. Keberhasilan di JOB Tomori ini dapat menjadi contoh (benchmark) bagi proyek-proyek pengeboran lainnya di seluruh Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya