Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi mengantongi izin menjadi bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia. Melengkapi layanan emas BSI untuk lini usaha seperti gadai emas hingga jual-beli emas.
Head of Corporate Communication BSI Siti Darojah Sri Wahyuni mengatakan, bank emas BSI hanya melayani transaksi untuk emas murni dengan kadar 99,99 persen (emas 24 karat).
Advertisement
Baca Juga
Sehingga, hanya untuk emas batangan yang belum mengandung logam campuran. Bukan untuk emas perhiasan yang telah dicampur dengan unsur logam lainnya.
Advertisement
"Untuk emas yang masuk bullion saat ini emas murni dengan karatase 99,99 persen. Kalau perhiasan kan karatasenya di bawah ini," ujar Siti kepada Liputan6.com, Kamis (27/2/2025).
Secara layanan, BSI memperkenalkan tiga branding utama produk bank emas, yakni BSI Gold, BSI Emas Digital, dan BSI ATM Emas. Adapun BSI Gold merupakan logam emas batangan eksklusif berlogo BSI dengan karatase 99,99 persen dan berstandar SNI. Pembelian fisik emas bisa dilakukan secara tunai maupun cicil.
Sementara BSI Emas Digital melayani jual-beli dan titip emas melalui aplikasi BYOND by BSI. Sedangkan BSI ATM Emas melayani proses beli dan cetak emas di kantor pusat maupun cabang.
Total kelolaan emas BSI Bank Emas sebesar 17,5 ton, dengan total omset bisnis sekitar Rp 28,7 triliun. BSI juga menjamin emas simpanan nasabah tersimpan aman di Smart Vault, dengan kapasitas 30 ton.
Game Changer
Terpisah, Direktur Utama BSI Hery Gunardi optimistis, kehadiran BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia akan menjadi new game changer untuk memberikan diversifikasi instrumen investasi syariah.
Hal ini didasari total omset bisnis emas BSI saat ini Rp 28,7 triliun. Dengan potensi volume transaksi setara 250 ton selama kurun waktu 5 tahun ke depan.
"Kami berharap dengan hadirnya layanan ini, bisnis bank emas BSI dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan. Saat ini omset bisnis emas di BSI Rp 28,7 triliun. Kami juga berharap dapat memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Â
Tumbuh 78,17%
Mengacu data perseroan, pembiayaan bisnis emas di BSI di 2024 mencapai Rp 12,80 triliun. Tumbuh 78,17 persen secara tahunan (year on year), meliputi gadai emas dan cicil emas.
BSI sendiri telah mendapatkan izin resmi pelaksanaan bank emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Surat OJK No. S-53/PB.22/2025 pada 12 Februari 2025. Izin tersebut mencakup dua kegiatan usaha utama, yakni Penitipan Emas dan Perdagangan Emas.
Ke depan, BSI juga akan melanjutkan proses perizinan untuk kegiatan usaha lainnya seperti Pembiayaan Emas dan Penyimpanan Emas. Produk bank emas ini akan melengkapi ekosistem emas BSI yang telah ada, seperti Gadai Emas, Cicil Emas, dan Tabungan E-mas, dengan total emas kelolaan saat ini sekitar 17,5 ton.
Â
Advertisement
Permudah Akses ke Masyarakat
Hery melanjutkan, produk bank emas BSI dirancang secara inklusif dan digital. Dengan tujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat, baik yang baru memulai investasi maupun yang sudah berpengalaman.
"Kami menawarkan kesempatan investasi emas mulai dari 0,05 gram, dengan nilai kurang dari Rp 100.000, yang dapat diakses melalui platform digital BYOND by BSI. Dengan demikian, masyarakat dapat berinvestasi kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan lokasi dan waktu melalui BYOND by BSI," tuturnya.
