Mudik Lebaran 2025: Program Mudik Gratis dan Antisipasi Kemacetan

Jelang Lebaran 2025, Pemerintah Indonesia siapkan program mudik gratis dan terapkan sistem ganjil genap serta one way untuk atasi kemacetan arus mudik.

oleh Arthur Gideon Diperbarui 26 Mar 2025, 15:30 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 15:30 WIB
Menanti Dukungan Nyata Pengelola Sarana Transportasi Publik pada Kampanye Mudik Minim Sampah
Situasi arus mudik Lebaran di stasiun kereta. (dok. Humas KAI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Mudik Lebaran 2025 sudah di depan mata! Tradisi tahunan pulang kampung ini kembali menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat Indonesia. Ribuan bahkan jutaan perantau akan membanjiri jalan raya, jalur kereta api, dan bandara untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Persiapan besar-besaran pun dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik, mulai dari penyediaan transportasi hingga antisipasi kemacetan yang kerap terjadi.

Survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan bersama akademisi menyatakan jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari penduduk Indonesia.

Pemerintah memproyeksikan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada 26-28 Maret 2025, sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada 6-7 April 2025.

Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mengatasi potensi kendala selama periode mudik. Salah satu yang paling dinantikan adalah program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT KAI.

Program ini memberikan solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk tetap bisa berkumpul dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Moda transportasi yang disediakan pun beragam, mulai dari bus hingga kereta api, bahkan termasuk pengangkutan sepeda motor secara gratis.

Namun, mudik bukan hanya soal kemudahan transportasi. Asal-usul kata "mudik" sendiri masih menjadi perdebatan. Ada yang mengaitkannya dengan kata "udik" dalam bahasa Melayu yang berarti hulu sungai, menggambarkan perjalanan dari hilir ke hulu. Ada pula yang meyakini bahwa "mudik" merupakan singkatan dari "mulih dhisik" (bahasa Jawa) yang berarti "pulang dulu".

Terlepas dari asal-usulnya, mudik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia, menyatukan keluarga dan mempererat tali silaturahmi.

Promosi 1

Program Mudik Gratis 2025: Solusi Pulang Kampung

Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak
Menurut Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, puncak arus mudik lebaran di Pelabuhan Merak dan Ciwandan diprediksi Selasa (18/4) malam hingga Rabu (19/4) dini hari dengan data jumlah penumpang hingga pukul 06.00 WIB mencapai 106.637 orang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya

Program mudik gratis 2025 menjadi angin segar bagi para pemudik. Dengan menyediakan transportasi dan pengangkutan sepeda motor secara cuma-cuma, program ini meringankan beban finansial masyarakat. Pendaftaran biasanya membutuhkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat utama. Proses pendaftaran sendiri biasanya dilakukan secara online untuk memudahkan akses dan meminimalisir antrean panjang.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas dan jangkauan program mudik gratis setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memastikan kenyamanan selama perjalanan. Tidak hanya transportasi, program ini juga seringkali dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya, seperti asuransi perjalanan dan posko kesehatan.

Keberhasilan program mudik gratis ini sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Kerja sama antar instansi juga sangat penting untuk memastikan kelancaran proses pendaftaran, pendistribusian tiket, dan pengawasan selama perjalanan.

Antisipasi Kemacetan: Ganjil Genap dan One Way

Skema Ganjil Genap akan Diterapkan di Ruas Tol Cikampek hingga Kalikangkung
Bagi pemudik yang melanggar akan dikirim surat konfirmasi tilang ke alamat yang sesuai dengan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya

Untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi selama arus mudik, pemerintah menerapkan sistem ganjil genap dan one way di jalan tol. Meskipun sistem ganjil genap bersifat imbauan, pengawasan tetap dilakukan dengan menggunakan sistem tilang elektronik (ETLE). Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelanggar tidak diputar balik, melainkan dialihkan ke jalur alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Sistem one way diterapkan pada ruas-ruas jalan tol tertentu untuk memperlancar arus lalu lintas. Penerapan sistem ini disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan dan dipantau secara ketat oleh petugas. Informasi mengenai ruas jalan tol yang menerapkan one way akan diumumkan secara berkala melalui media massa dan media sosial.

Selain sistem ganjil genap dan one way, pemerintah juga meningkatkan kapasitas jalan tol dan melakukan perbaikan infrastruktur jalan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi titik-titik kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

Polri juga menggelar Operasi Ketupat 2025 untuk mengamankan pergerakan masyarakat selama periode mudik. Operasi ini melibatkan ribuan personel yang ditempatkan di berbagai titik strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan mudik.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya