Liputan6.com, Jakarta - Holding BUMN sektor Aviasi dan Pariwisata, InJourney menyiapkan sejumlah destinasi wisata lokal untuk periode libur Lebaran 2025. Mulai dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga Candi Borobudur dan Prambaran.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) & Digital InJourney, Herdy Harman menuturkan, seluruh destinasi yang dikelola InJourney diprediksi mengalami peningkatan kunjungan. Segala aspek persiapan pun dilakukan.
Baca Juga
"Kita sendiri tidak hanya di TMII ya, seluruh site-site di seluruh grup kita portofolio bisnis kita pastikan Lebaran ini jadi ajang yang menarik," kata Herdy di Jakarta, ditulis Jumat (28/3/2025).
Advertisement
Pada TMII misalnya, disiapkan segala aspek tambahan. Mulai dari angkutan keliling (angling), toilet, petugas keamanan, hingga posko medis di dalam kawasan.
Direktur Utama TMII, Intan Ayu Kartika menargetkan pengunjung naik 30 persen pada periode Lebaran 2025 kali ini. Angka itu menjadi cukup signifikan mengingat sejumlah revitalisasi di wahana yang ada di TMII.
"Target tahun ini naik sekitar 25-30 persen. Target kita 120 ribu pengunjung selama tujuh hari, dari 31 Maret sampai 6 April," ungkapnya.
Intan juga memastikan tidak ada kenaikan harga tiket masuk TMII selama periode libur Lebaran ini. Pihaknya menyediakan tiket masuk gratis pada hari H Idulfitri atau Lebaran 2025 di jadwal tertentu.
"Harga tiket tidak ada kenaikan. Bahkan saat 31 Maret saat salat Idul Fitri itu gratis tidak berbayar untuk masuk dari 07.00-09.00 (WIB) di Plaza Keong Mas," ungkap Intan.
Candi Borobudur dan Prambanan Jadi Primadona
Diberitakan sebelumnya, Holding BUMN di sektor Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memprediksi peningkatan kunjungan di destinasi wisata yang dikelolanya. Kunjungan ke Candi Prambanan dan Borobudur diramal mengalami peningkatan signifikan.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyampaikan libur Lebaran 2025 menjadi momentum peningkatan jumlah wisatawan. Hal ini kerap terjadi setiap tahun. Pada momen libur Lebaran nanti, Maya prediksi kenaikan kunjungan ke Candi Prambanan mencapai lebih dari 34 persen.
"Di Prambanan kita mengharapkan meningkat 34,83 persen, kita ada special collaboration dengan Jumbo dan kita ada beberapa aktivasi di Prambanan Art and Culture, Pasar Medang dan lain sebagainya," ungkap Maya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/3/2024).
Dia juga memprediksi kenaikan hampir serupa di Candi Borobudur. Diperkirakan ada kenaikan 31 persen kunjungan ke candi ikonik tersebut. "Borobudur kita harapkan kenaikan 31% dibanding tahun 2024," katanya.
Sebagai rinciannya, pada periode lebaran 2025, Candi Prambanan diproyeksikan target sebanyak 94.000 pengunjung. Sementara Candi Borobudur diperkirakan akan dikunjungi 76.000 pengunjung.
Advertisement
Mandalika dan TMII
Maya menghitung, kenaikan kunjungan wisatawan juga diperkirakan terjadi di The Mandalika pada Maret 2025 sebesar 50.175, atau meningkat sebesar 5 persen selama periode 1 bulan dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
Tren menghabiskan libur Lebaran di Ibu Kota juga menjadi perhatiannya. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diperkirakan dikunjungi 186.000 wisatawan, atau meningkat 14 persen dibandingkan tahun 2024.
"Di lebaran ini kami sudah ada beberapa improvement di Taman Mini kita ada food court, kita ada tambahan EV, kita ada tambahan entertainment dimana pengunjung bisa menikmati," tuturnya.
Dampak Ekonomi Nasional
Maya berharap, masyarakat bisa menghabiskan waktu libur lebaran ini di dalam negeri. Menurutnya libur panjang menjadi momentum kebangkitan naiknya trafik domestik. "Periode ramadan dan libur Lebaran ini merupakan momentum bagi kami di sektor aviasi dan pariwisata," ujarnya.
Dia menilai, kenaikan kunjungan wisatawan lokal pada akhirnya bisa berdampak positif pada ekonomi nasional.
"Dengan periode libur yang panjang, kami meng-encourage masyarakat untuk tetap berwisata di Indonesia supaya peningkatan trafik bisa kita dapatkan dari pergerakan domestik yang pada akhirnya memberikan multiplier effect kepada masyarakat,” ujar Maya.
