Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola selalu menarik karena hasil akhir pertandingan yang kerap di luar dugaan. Walaupun demikian, hasil akhir setiap kompetisi juaranya sering tertebak. Kejutan apapun yang dilakukan oleh sebuah tim underdog, jarang sekali hasil kompetisi keluar dari pakem langganan juara.
Makanya cerita Nottingham Forest ketika jadi juara divisi utama Liga Inggris musim 1977/78 sangatlah fenomenal. Juga ketika Kenny Dalglish membawa Blackburn Rovers juara Premier League 1994/95.
Baca Juga
- Ranieri: Leicester Bakal Hadapi 5 Laga Mengerikan
- Vardy Ungkap Rahasia Ketajamannya Musim Ini
- Tiket Laga Terakhir Leicester City Dijual dengan Harga Selangit
Apalagi ketika Montpellier mengejawantahkan kekuatan fulus Paris Saint-Germain saat Olivier Giroud dan kawan-kawan menjadi juara Ligue 1 musim 2011/12. Sama dengan saat Genk jadi juara Belgia dan Mitjilland jadi juara Denmark musim lalu.
Tapi pernahkah ada cerita juara sebuah kompetisi elite oleh sebuah klub yang di musim sebelumnya nyaris terdegradasi. Cerita indah Leicester City yang ditangani Nigel Pearson dengan “ngebut” di sembilan laga terakhir musim lalu dan membukukan 22 poin untuk selamat dari degradasi seperti jadi cerita biasa usai The Foxes demikian luar biasa musim ini ditangani oleh Claudio Ranieri, yang untuk sementara unggul 7 angka dari saingan terdekat mereka Tottenham Hotspur dengan Premier League hanya menyisakan 5 laga lagi.
Akankah cerita super fenomenal ini terjadi oleh seorang pelatih yang sejarah pencapaian prestasinya sebagai manager luar biasa, tapi tidak pernah sampai ke puncak.
Tinker Man
Saat ditawari pekerjaan sebagai pelatih Leicester di musim panas 2015, Claudio Ranieri sebenarnya tengah berlibur dengan keluarganya di pantai Sardinia di Italia. Usai masa suram setahun sebelumnya ketika hanya empat bulan bertahan sebagai pelatih timnas Yunani paska piala dunia 2014, membuat sang kakek lebih memilih menjaga cucu cucunya berlibur ketimbang memikirkan sepakbola.
Bagaimana tidak, tekanan dan kritik datang bahwa Ranieri dianggap sebagai pelatih masa lalu akibat kegagalannya mengangkat Hellas di kualifikasi Euro 2016. Padahal sebagai pelatih klub, namanya jadi jaminan hasil hasil baik. Diawali ketika memegang Chelsea sejak tahun 2000.
Puncaknya ketika Chelsea diambil alih oleh Roman Abramovic di tahun 2013. Fulus sebesar 120 juta poundsterling bisa membuat Chelsea yang mendatangkan Damien Duff, Wayne Bridge, Joe Cole, Glen Johnson, Hernan Crespo, Juan Sebastian Veron, Claude Makelele dan Adrian Mutu membuat berbagai macam rekor klub dengan jumlah kemasukan paling sedikit dan pecapaian poin yang merupakan rekor Chelsea sepajang sejarah.
Dianggap sukseskah Ranieri ? Tidak, karena berada di bawah Arsenal di premier league, hanya mencapai semifinal di liga champion walaupun menyingkirkan Arsenal, tapi kalah dari AS Monaco yang memulai awal kritik kepadanya. Chelsea lolos langsung ke putaran grup Liga Champions, tapi kegagalan Ranieri menjadi juara ditambah embel-embel kesalahannya yang mengkibatkan Chelsea kalah dari Arsenal semusim sebelumnya di final FA Cup dianggap sebagai titik kejatuhannya.
Media Inggris menjulukinya The Tinker Man karena dianggap terlalu banyak merotasi pemain sehingga tidak ada pakem dalam pola permainan The Blues. 2003 / 04 jadi musim terakhir The Tinker Man di Stamford Bridge dan posisinya digantikan oleh Jose Mourinho.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460604/original/064072600_1767259049-purbaya_klaim_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460065/original/075391800_1767209202-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460142/original/096008400_1767236844-cpsn_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5168919/original/084021000_1742468816-673_x_373_rev__5_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1115868/original/061186500_1453196886-160119-Opini-Gita-Suwondo-Banner-Abdillah.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1318428/original/093661200_1471269339-Leicester-City-Logo.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454125/original/099230800_1766550476-Lagidiskon__desktop-mobile__356x469_-_Button_Share.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440993/original/051183300_1765449665-pexels-thirdman-7651922.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440955/original/025438100_1765448041-pexels-chevanon-302894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436532/original/045182500_1765177568-pexels-maksgelatin-4824424.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436514/original/029918400_1765176856-pexels-ken-tomita-127057-389818.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1429293/original/037383000_1481114577-20161207--Laptop-Acer-Seharga-20-Juta-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436096/original/000714800_1765162370-pexels-photo-1740919.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4800209/original/049531900_1712900090-shutterstock_2286683503.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442113/original/056839600_1765528039-Ilustrasi_smartphone__tablet__dan_laptop.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441514/original/073297500_1765510798-Depositphotos_547538726_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429431/original/070225500_1764586417-pexels-yankrukov-9072212.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434294/original/022663100_1764921813-Depositphotos_209735730_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5424660/original/045643900_1764150556-IMG-20251126-WA0006.jpg)