Liputan6.com, Singapura - Timnas Indonesia akan menghadapi ujian sesungguhnya setelah melakukan persiapan tahap akhir dalam waktu sebentar. Singapura akan jadi lawan perdana pada Grup B Piala AFF 2018 di National Stadium, Jumat (8/11/2018).
Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2018 bisa dibilang dalam situasi tak ideal. Mereka baru berbenah di awal November 2018. Belum lagi, sejumlah masalah mengiringi persiapan.
Mulai dari gagal tercapainya kesepakatan antara PSSI dan Luis Milla hingga kasus yang menimpa Saddil Ramdani. Untuk kasus Milla, pada akhirnya PSSI memilih Bima Sakti yang selama ini jadi asisten pelatih sebagai nakhoda tim.
Bisa dibilang, Bima terbantu dengan komposisi pemain Timnas Indonesia yang sudah mulai terbentuk sejak era Milla. Ia pun hanya bertugas untuk meneruskan filosofi yang selama ini jadi menu andalan tim Merah Putih di setiap pertandingan, dengan bantuan Kurniawan Dwi Yulianto selaku deputi.
Pemilihan pemain pun dilakukan Bima Sakti berdasarkan apa yang sudah dilakukan Milla. Sebagian besar skuat yang masuk dalam daftar 23 pemain adalah yang terpilih di Asian Games 2018. Rata-rata usia pemain Indonesia di Piala AFF 2018 pun hanya 24,7 tahun. Hanya satu pemain kepala tiga.
"Kami berada di dalam grup yang memiliki pelatih-pelatih dengan nama besar. Namun, saya tetap merasa bangga dan memiliki keyakinan karena saya dikelilingi pemain-pemain hebat yang ingin membawa prestasi tinggi untuk bangsa Indonesia," kata Bima Sakti.
Pada persiapan tahap akhir, Indonesia memang tak sempat melakukan laga uji coba. Tapi, dari tiga uji coba terakhir yang dijalani, kekuatan Indonesia jelas terlihat, yakni dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Diharapkan, tren positif itu bisa bermanfaat pada petualangan Stefano Lilipaly dan kawan-kawan di Piala AFF 2018. Targetnya jelas jadi juara untuk kali pertama. Namun, sebelum berpikir soal gelar, Indonesia harus terlebih dulu fokus menghadapi Singapura.
Berita video Cover Story menjelang Piala AFF 2018 dengan pertanyaan besar "Timnas Indonesia kapan juara?". Apakah pertanyaan ini bisa terjawab pada Piala AFF edisi 2018?
Kekuatan Singapura
Di atas kertas, Indonesia jelas lebih diunggulkan terlepas dari fakta bahwa Singapura punya sejarah yang jauh lebih sukses di Piala AFF. Saat Indonesia terus mengalami kesialan di lima partai final, Singapura justru sudah lima kali tampil sebagai juara.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5328715/original/062401300_1756265175-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__56_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5314823/original/093868900_1755142083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__48_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2400887/original/060108600_1541766949-181108_Singapura_vs_Indonesia2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2399249/original/065824200_1541226530-Singapore-National-Team-team-photo-J-Green-Sakai-Osaka-October-2018-768x576.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5374238/original/008561100_1759887956-Logo_Timnas_Indonesia_2025.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3762262/original/032331400_1640019716-logo_singapura.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3646538/original/091087500_1638097704-photo6134026740180299437.jpg)