Pelajaran Penting dari ONE Championship Reign of Valor

Ajang ONE Championship Reign of Valor berlangsung seru dan menghibur.

Liputan6.com, Yangon - Para petarung ONE Championship sukses menampilkan sajian yang spektakuler di ajang ONE: REIGN OF VALOR, Jumat (8/3). Digelar di Thuwunna Indoor Stadium di Yangon, Myanmar, begitu banyak aksi dan drama-drama terhampa di oktagon.

Di ujung pagelaran, Zebaztian Kadestam akhirnya tampil mempertahankan gelar ONE Welterweight World Champion miliknya. Petarung asal Swedia ini sukses menghajar Georgiy “Knight” Kichigin.

Performa gemilang juga dipertontonkan petarung asal Filipina, Rene Catalan. Dia sukses membuat sang lawan, mantan juara dunia ONE Championship Strawweight Yoshitaka “Nobita” Naito, tersungkur.

Sayangnya, satu-satunya petarung Indonesia yang tampil di ajang ini, Yohan Mulia Legowo, harus mengaku sang lawan. Dia kalah TKO dari atlet tuan rumah, Phoe “Bushido” Thaw.

Berikut beberapa pelajaran yang dapat diambil dalam acara perdana ONE Championship di negara ini pada tahun 2019 itu.

 

Striking Zebaztian Kadestam Yang Mencengangkan

Pemegang gelar ONE Welterweight World Champion, Zebaztian “The Bandit” Kadestam, mungkin dapat mempertahankan sabuknya. Tetapi, ia nampak kesulitan menahan serangan Georgiy “Knight” Kichigin, yang banyak menggunakan teknik grappling-nya dalam pertandingan ini.

Georgiy menggunakan kemampuan gulatnya yang dominan untuk mengambil keuntungan dalam babak pembuka dan nampak menguasai pertandingan dalam detik-detik terakhir ronde kedua.

Tetapi, petarung Swedia yang memegang rekor KO terbanyak dalam sejarah divisi welterweight dalam organisasi beladiri terbesar di dunia ini mampu menyarangkan pukulan dan tendangan yang memberikannya banyak kesempatan.

Rene Catalan: Penantang Baru Dalam Divisi Strawweight

Julukan “The Challenger” bagi seorang Rene Catalan tidak pernah menjadi sangat tepat dibandingkan saat ini.

Rene mencatatkan kemenangan yang paling signifikan dalam karir mixed martial arts (MMA) ketika ia mengalahkan mantan juara dunia ONE Strawweight Yoshitaka “Nobita” Naito. Hal ini bahkan menjadi lebih menakjubkan ketika ia mencapai kemenangan tersebut dengan gaya yang tegas.

Pet

arung berumur 40 tahun ini menggagalkan ancaman takedown dari Yoshitaka sebelum menyelesaikan pertandingan dengan pukulan bertubi-tubi pada ronde pertama. Dengan ini, ia memberikan kekalahan ketiga bagi atlet asal Jepang ini, sekaligus kekalahan pertama melalui keputusan wasit dalam karirnya.