Karier Frank Lampard Sebagai Manajer Chelsea Diprediksi Seumur Jagung

Karier Frank Lampard sebagai manajer Chelsea bisa berumur pendek jika permainan klub London tersebut terus merosot.

oleh Liputan6.com diperbarui 26 Jul 2019, 18:10 WIB
Diterbitkan 26 Jul 2019, 18:10 WIB
Frank Lampard Resmi Jadi Manajer Chelsea
Manajer Chelsea, Frank Lampard mengacungkan jempol saat berpose di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Kamis (4/7/2019). Lampard ditunjuk sebagai manajer Chelsea menggantikan Maurizio Sarri yang sudah pindah ke Juventus. (AP Photo/Matt Dunham)

Liputan6.com, London - Frank Lampard sangat percaya diri menatap petualangan barunya sebagai manajer Chelsea. Namun, karier juru taktik berusia 41 tahun itu bisa berumur pendek jika permainan The Blues terus merosot.

Lampard mendapatkan tugas paling sulit di Chelsea. Ia datang ketika klub London itu tidak bisa membeli pemain-pemain baru. The Blues justru kehilangan Eden Hazard yang pindah ke Real Madrid.

Artinya, Lampard hanya bisa mengandalkan stok yang ada, juga beberapa pemain muda. Tentu kondisi tersebut tidak ideal jika dibandingkan dengan rival-rival lain yang terus mengembangkan tim.

"Saya mencemaskan Chelsea. Saya jelas mengkhawatirkan Frank. Siapa pun yang melatih Chelsea, mereka bakal kesulitan," kata Steve Nicol, analis ESPN FC.

Artinya, Lampard bisa jadi kehilangan kepercayaan fans Chelsea begitu meraih beberapa hasil buruk.

 

Butuh Gol

Ekspresi Frank Lampard Usai Beri Kemenangan Pertama untuk Chelsea
Pelatih Chelsea Frank Lampard bersalaman dengan Ross Barkley usai pertandingan melawan Barcelona pada laga pramusim di Saitama Stadium 2002, Tokyo (23/7/2019). Laga ini merupakan kemenangan perdana Lampard setelah menelan kekalahan melawan Kawasaki Frontale pekan lalu. (AP Photo/Shuji Kajiyama)

Nicol menilai skuat Chelsea yang sekarang tidak cukup bagus. The Blues tidak memiliki penyerang yang bisa mencetak gol, ini bisa jadi masalah besar untuk Lampard.

"Namun, Frank bakal merasakan tekanan yang sangat besar karena ini merupakan pekerjaan besar pertamanya dan dia tidak bisa mendatangkan satu pemain pun, itu adalah bencana yang seperti bom waktu. Sepak bola adalah soal gol," tegas Nicol.

"Dari belakang sampai lini tengah, Anda tahu apa yang bisa diberikan Chelsea. Namun, dari mana gol-gol itu akan tiba?"

"[Olivier] Giroud, dia tidak bisa mencetak gol untuk Prancis padahal mereka mungkin tim terbaik di dunia, dan dia memainkan setiap pertandingan," imbuhnya.

 

Mengkhawatirkan

Lampard sebenarnya mendapatkan satu pemain baru, Christian Pulisic yang dibeli Chelsea pada Januari 2019. Biar begitu, Pulisic masih begitu muda, dan musim pertama di Premier League tidak pernah mudah untuk pemain baru.

"Willian, dia jelas jarang mencetak gol dewasa ini. Ada Pedro yang tidak bisa diandalkan. Tidak adil mengharapkan Christian Pulisic untuk langsung melaju dan mencetak banyak gol," sambung Nicol.

"Saya sungguh khawatir untuk Lampard sebab saya tidak bisa melihat dari mana gol-gol itu akan tiba," tutupnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya