5 Fakta Menarik Leg Pertama Babak 16 Besar Liga Champions, Haaland Menggila

Kompetisi Liga Champions 2019-2020 telah menyelesaikan laga leg pertama babak 16 besar di mana banyak kejutan terjadi.

Madrid - Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019-2020 sudah selesai digelar. Sebanyak 8 delapan laga berlangsung dalam dua pekan.

Dua partai terakhir mempertemukan Olympique Lyon vs Juventus dan Real Madrid vs Manchester City, Kamis (27/2/2020). Secara mengejutkan dua klub raksasa harus takluk dari lawan-lawannya.

Juventus yang berstatus juara Serie A musim lalu kalah dari Lyon dengan skor tipis 0-1. Kemudian Real Madrid keok di kandang sendiri dari Manchester City dengan skor 1-2.

Leg kedua akan berlangsung pada 11-12 dan 18-19 Maret 2020. Kali ini gantian, kesebelasan yang pada leg pertama berstatus sebagai tamu, bakal menjadi tuan rumah.

Di sisi lain, sepanjang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019-2020 total tercipta 19 gol. Selain itu, banyak juga catatan mengesankan, baik yang dilakukan pemain atau pun para klub kontestan.

Untuk lebih jelasnya, berikut redaksi Bola.com sajikan, 5 statistik menarik sepanjang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019-2020, seperti dilansir dari Sportskeeda.

 

1. Timo Werner Jadi Pemain Pertama yang Cetak 7 Gol Tandang

Timo Wernet menjadi pembeda saat mengantarkan klubnya, RB Leipzig, menang atas tuan rumah Tottenham Hotspur dengan skor 1-0. Pada laga tersebut, Werner mencetak satu gol melalui titik putih pada menit ke-58.

Raihan tersebut membuat Wernet sudah mengoleksi empat gol di Liga Champions musim ini. Total ia sudah mencetak tujuh gol di ajang tertinggi antarklub Eropa tersebut.

Menariknya, dari 7 gol yang disarangkan Werner di Liga Champions semuanya tercipta saat bermain tandang. Hingga saat ini belum ada yang ia lakukan di kandang sendiri.

2. Erling Haaland Jadi Pemain Tercepat yang Cetak 10 Gol di Liga Champions

Erling Haaland menjelma menjadi satu di antara pemain yang paling banyak dibicarakan musim ini. Satu yang pasti, semua itu bukan karena perilaku negatif sang bomber asal Norwegia tersebut.