Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 masih belum bisa ditentukan. Hal itu karena suara klub terpecah terkait kelanjutan kompetisi sepak bola di Indonesia.
Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi mengadakan rapat virtual dengan perwakilan 18 klub untuk membahas opsi-opsi kelanjutan Liga 1 dan Liga 2. Ada dua kelompok berbeda soal kompetisi.
Terdapat kelompok yang meminta kompetisi dilanjutkan dan ada juga yang menolak. Bahkan, sebagian mengusulkan Liga 1 dan Liga 2 berlanjut, tapi dengan syarat.
Klub-klub yang meminta kompetisi dilanjutkan dengan syarat mengajukan negosiasi kontrak dengan pemain serta penambahan subsidi. Hal itu tidak terlepas dari anggaran operasional klub yang tersendat akibat pandemi virus corona COVID-19.
Hanya Persipura Jayapura satu-satunya tim yang tidak memberikan suara atau abstain. Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano sempat menyatakan bahwa mereka hanya akan mengikuti keputusan sesuai dengan instruksi Pemerintah. Apabila pemerintah mengizinkan liga kembali digelar, Persipura akan patuh. Apabila Pemerintah memperpanjang status darurat dan liga harus dihentikan, tim Mutiara Hitam juga akan mengikutinya.
"Pada dasarnya, sikap Persipura menurut Pemerintah. Kalau pemerintah oke dan memberikan lampu hijau, ya kita ikut. Tapi kalau Pemerintah tidak memberikan signal, ya sebaiknya kita menahan diri," kata dia, seperti dilansir Antara.
Persik Kediri menjadi salah satu tim yang meminta kompetisi dihentikan dan menggantinya dengan turnamen saat pandemi dinilai sudah mereda.
Alasan tim Macan Putih memilih opsi tersebut karena khawatir jika kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan saat masih ada pandemi, maka itu bisa menjadi rantai baru penularan virus berbahaya tersebut. Karena menurut mereka, menerapkan protokol pencegahan di luar stadion sangat sulit diterapkan, apalagi di dalam stadion.
"Kalau memang terpaksa dilanjutkan, kami usulkan ada turnamen yang digelar di bulan November sampai Desember," ujar Presiden Klub Persik Abdul Hakim Bafagih.
Sikap Persib
Sementara Persib yang mengusulkan kompetisi dilanjutkan dengan alasan itu akan berpengaruh pada kesiapan timnas Indonesia dalam menghadapi turnamen yang masuk di kalender FIFA. Namun bukan berarti melonggarkan semata. Pelatih Robert Rene Alberts secara tegas menginginkan adanya kebijakan protokol kesehatan yang ketat ketika tim baik dalam latihan maupun pertandingan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5328715/original/062401300_1756265175-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__56_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5314823/original/093868900_1755142083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__48_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469028/original/009479000_1768043492-bansos_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2803228/original/029099000_1583479942-Shopee_Liga_1_2020-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3047683/original/079309300_1581440716-IMG_20200211_235514.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4139004/original/082131500_1661747172-logo-liga-2-2017-_x300.jpg)