Liputan6.com, Jakarta- Skandal pengaturan skor atau match fixing kembali jadi buah bibir di Indonesia pada awal 2021. Kasus pengaturan skor kali ini terjadi di cabang olahraga bulutangkis.
Delapan pebulu tangkis Indonesia mendapat hukuman berat dari Federasi Bulutangkis Internasional (BWF). Mereka didakwa melakukan pengaturan skor.
Kedelapan pebulutangkis yang telah melakukan kegiatan tercela itu adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.
Tiga diantara delapan pebulutangkis itu kemudian diketahui telah mengoordinasikan dan mengatur orang lain agar terlibat dalam perilaku tersebut. Tanpa ampun BWF menjatuhkan sanksi super berat kepada ketiganya.
Ketiga orang tersebut dilarang terlibat dalam aktivitas bulutangkis seumur hidup. Sedangkan lima pebulutangkis lain mendapat sanksi beragam. Ada yang diskors enam sampai 12 tahun dan denda antara 3.000 USD dan 12.000 USD.
Kasus pengaturan skor bukan hal baru di dunia olahraga Indonesia. Kebanyakan kasus pengaturan skor terjadi di cabang olahraga terpopuler yakni sepak bola. Sebelumnya ada juga kasus pengaturan skor di bola basket.
Â
Saksikan Video Menarik Ini
Sepak Bola Gajah Piala AFF 1998
Sepak bola Indonesia sempat dibuat malu dengan adanya skandal sepak bola gajah di Piala AFF 1998. Saat itu Indonesia bertemu Thailand. Kedua tim sudah dipastikan lolos dari Grup A.
Pertemuan Indonesia dengan Thailand hanya memperebutkan status sebagai juara grup. Tm yang juara grup akan bertemu Vietnam di semifinal, sedangkan runner-up bersua Singapura.
Indonesia dan Thailand sama-sama tidak mau bertemu Vietnam. Kedua tim sama-sama ingin kalah di laga terakhir Grup A.
Saat pertandingan akan habis dan skor imbang 2-2, bek Indonesia Mursyid Effendi secara terang-terangan sengaja mencetak gol ke gawang sendiri. Indonesia pun kalah 2-3 dan terhindar dari Thailand.
Gol bunuh diri memalukan tersebut membuat Mursyid mendapat hukuman berat dari FIFA. Mursyid dilarang bermain di level internasional seumur hidup.
Pengaturan Skor di Basket 2017
Bola basket Indonesia juga sempat diguncang skandal pengaturan skor pada 2017 lalu. Sembilang orang mendapat hukuman larangan bermain di Indonesian Basketball League (IBL) selama seumur hidup.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529795/original/057657800_1773381579-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-13T125323.730.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4935271/original/008721800_1725344881-3_september_2024-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545171/original/027072200_1775128700-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-02T153718.739.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5327835/original/090217100_1756190402-Gemini_Generated_Image_14t8d314t8d314t8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/680782/original/thomas-uber-Aji-140522-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1054770/original/086206300_1539601356-035217700_1447467756-sepak-bola.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/673985/original/ilustrasi-basket-140507.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546692/original/080905800_1775361431-HIPMI.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4922015/original/029528800_1724045796-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_12.08.33_PM.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545927/original/007158600_1775221639-publikasi_1775219367_69cfb2a73ae23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545772/original/035571100_1775208022-TNI_Lebanon.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5191298/original/037828900_1744950097-20250418-Prosesi_Jalan_Salib-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5403615/original/085394700_1762332261-siddhesh-rao-xD96gO_nFss-unsplash.jpg)