8 Tahun Cadangan di Arsenal, Emiliano Martinez Kini Pahlawan Argentina di Piala Dunia 2022

Emiliano Martinez jalani karier yang berliku di level klub karena kerap dipinjamkan Arsenal sejak direkrut pada usia 17 tahun. Kini dia jadi pahlawan Argentina di Piala Dunia 2022

Liputan6.com, Jakarta Kiper Argentina, Emiliano Martinez jarang disorot seperti Lionel Messi saat Piala Dunia 2022 Qatar berlangsung. Saat final Piala Dunia 2022 akan berlangsung pun, sorotan tertuju kepada Lionel Messi dan Kylian Mbappe.

Dua mega bintang PSG itu memang mewarnai kerasnya pertandingan Final Piala Dunia 2022. 6 gol yang terjadi di final terjadi berkat 2 pemain dan satu gol dari Angel di Maria.

Namun kalau bukan karena Emilian Martinez, Argentina boleh jadi gigit jari. Kiper Aston Villa inilah yang mengantarkan Albiceleste menuju kejayaan di Piala Dunia 2022 berkat penyelamatannya yang gemilang.

Saat adu penalti, Martinez mulai melakukan perang urat syaraf. Dia nyaris tepis penalti Kylian Mbappe, tapi tangannya tak mampu menepis dengan baik.

Saat menghadapi Kinglsey Coman, Martinez dengan tenang menepis bola. Penalti ketiga Prancis diekseksekusi Aurelien Tchouameni.

Perang urat syaraf dilakukan Martinez dengan menendang bola menjauh dari titik putih. Ini membuat gelandang Real Madrid itu terpaksa ambil bola yang menjauh.

 

Efektif

 

Rupanya teror yang dilakukan Martinez cukup efektif. Terbukti, Tchouameni yang biasanya hebat saat penalti malah menendang bola melebar.

Martinez pun langsung membuat gerakan menari usai penalti Tchouameni gagal. Seperti dilansir BBC, itu merupakan gaya tari dari mantan pelatih Crystal Palace saat menghadapi MU di final FA Cup 2016.

Kolo Muani membuat Prancis mendekati Argentina dengan skor 3-2. Namun tembakan bek Gonzalo Montiel pastikan keberhasilan Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 dengan skor 4-2.

"Emiliano Martinez seorang yang sangat positif. Dia bilang ke teman-temannya akan menepis beberapa penalti," kata pelatih Argentina, Lionel Scaloni.

 

Berliku

Siapa sangka kiper 30 tahun ini bakal memiliki karier hebat. Dia tak menjalani karier yang bagus karena lebih banyak gabung dengan klub biasa.

Mayoritas kariernya dihabiskan dengan level bawah kompetisi Inggris. Dia dibeli Arsenal dari Independiente saat berusia 17 tahun pada 2012 lalu.

Namun nasib baik tak mengiri langkahnya karena selama 7 tahun, dia terus-terusan dipinjamkan ke klub level bawah seperti Oxford United, Sheffield Wednesday, Rotherham United, Wolverhampton Wanderers, Getafe, Reading hingga akhirnya kini main di Aston Villa.