Indonesia Masters 2023: Fajar/Rian Ingin Habis-habisan Lawan Wakil China di Perempat Final

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto siap main habis-habisan melawan wakil China Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi pada perempat final Indonesia Masters 2023.

Liputan6.com, Jakarta - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menantang wakil China Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi pada perempat final Indonesia Masters 2023. Laga perebutan tiket semifinal itu akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (27/1) sore WIB.

Fajar/Rian dan Liu/Ou tercatat telah empat kali bertemu. Hasilnya kedua ganda putra ini berbagi kemenangan 2-2.

Pertemuan terakhir terjadi di semifinal BWF World Tour Finals 2022, Desember lalu. Saat itu, pasangan berakronim Fajri ini kalah rubber gim 20-22, 21-11, dan 19-11.

"Menghadapi laga besok kami harus tetap semangat, tak mau kalah. Menghadapi turnamen ini memang melelahkan tapi itu bukan jadi alasan. Kami tidak takut dan ingin bermain habis-habisan," kata Fajar.

Seperti diketahui, Indonesia Masters adalah turnamen ketiga beruntun pada awal tahun yang diikuti Fajar/Rian dan pebulu tangkis dunia lainnya. Sebelumnya, mereka bersaing di Malaysia Open dan India Open.

"Jujur, namanya pertandingan tur ini boros tenaga. Tetapi, lawan juga sama bermain tiga turnamen. Jadi, tidak ada alasan, siapa yang siap, itu yang menang," tegas Fajar.

Fajar/Rian lolos ke perempat final Indonesia Masters usai menyingkirkan pasangan Chinese Taipei Chang Ko-Chi/Po Li-Wei melalui rubber gim 13-21, 21-9, dan 21-14. Sedangkan Liu/Ou mengalahkan wakilIndonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mundur saat skor 21-19, 8-21, dan 6-11.

Pasangan berjuluk The Minions itu terpaksa mundur karena Marcus mengalami cedera otot perut.

Sempat tertekan

Fajar/Rian sempat kalah pada gim pertama saat menghadapi Chang Ko-Chi/Po Li-Wei pada babak 16 besar Indonesia Masters 2023. Ini disebabkan ganda putra nomor satu dunia itu tertekan dengan pola permainan wakil Chinese Taipei tersebut.

"Kami banyak melakukan kesalahan sendiri di gim pertama, pemain Chinese Taipei memiliki drive-drive yang sangat kencang dan pola permainan di depat net kita kurang," kata Rian.

Tetapi, di dua gim berikutnya, juara bertahan Indonesia Masters itu mampu keluar dari tekanan dengan memperbaiki kesalahan yang tidak perlu.

"Pada game kedua dan ketiga kita lebih berani di permainan depan, lebih agresif juga. Pola permainan kita lebih yakin dan lebih banyak menyerang yah, dan itu juga buat lawan buat kagok," ucap Fajar.