Dapat Banyak Rintangan, China Hampir Gagalkan Amerika Serikat Jadi Juara Umum Olimpiade 2024

China mampu menyamai perolehan emas Amerika Serikat di Olimpiade 2024. Namun AS tetap juara umum berkat jumlah medali yang lebih banyak.

OlehThomas
Diterbitkan 12 Agustus 2024, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Olimpiade 2024 di Paris, Prancis, telah resmi berakhir pada Minggu 11 Agustus 2024. Amerika Serikat kembali menjadi juara umum. Namun negeri Paman Sam harus berjuang ekstra keras untuk mempertahankan status juara umumnya. China hampir saja menggagalkan AS menjadi pemenang.

Di klasemen akhir medali Olimpiade 2024, Amerika Serikat cuma unggul tipis dari China. Perolehan medali emas kedua negara ini sama, 40 keping. Namun Amerika Serikat yang akhirnya kembali menjadi juara umum berkat keunggulan raihan di perak dan perunggu.

Total Amerika meraup 126 medali di Olimpiade Paris 2024. Mereka mendapat 44 perak dan 42 perunggu. China sendiri hanya meraih 91 medali. Selain 40 emas, China mendapat 27 perak dan 24 perunggu.

Pada hari terakhir Olimpiade, China unggul satu medali emas atas Amerika Serikat. China kemudian makin menjauh setelah atlet angkat besi Li Wenwen merebut emas di kelas 81 kg. Namun Amerika mengejar setelah atlet balap sepeda putri Jennifer Valente mengamankan emas.

Kepastian Amerika Serikat menjadi juara umum baru terjadi beberapa jam sebelum upacara penutupan Olimpiade 2024. Penentu keberhasilan Amerika Serikat adalah tim bola basket putri yang menang tipis setengah bola atas tuan rumah Prancis di laga final.

Kemenangan yang diraih Brittney Griner dan kawan-kawan membuat AS menyamai perolehan emas China dan berhak menjadi juara umum karena unggul dalam total medali yang diraih.

Amerika pun empat kali beruntun sukses menjadi juara umum Olimpiade. Mereka total tujuh kali jadi juara umum sejak 1996. Hanya di tahun 2008 yang gagal karena direbut oleh China yang ketika itu jadi tuan rumah.

Peningkatan Pesat China

Dalam dua Olimpiade terakhir, China mampu terus menempel dan merepotkan Amerika Serikat dalam menjadi juara umum. Pada 2020, China cuma kalah satu keping emas dari Amerika. Menarik dinantikan persaingan di 2028 dimana Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah. Perkembangan positif China yang terus membaik di setiap Olimpiade sejak 2016 bisa membuat Amerika menelan malu dipercundangi di kandangnya.

Lanjut baca

Di Olimpiade 2024 sendiri China merasa mendapat perlakuan kurang menyenangkan terutama di cabang olahraga renang. Mereka merasa dikerjain sehingga tak bisa terlalu maksimal di cabor renang. Narasinya adalah, "Tim Barat kuat karena kekuatan mereka, sementara tim China kuat karena doping." Menurut data yang dirilis oleh World Aquatics, sejak 1 Januari 2024, 31 perenang China yang berpartisipasi di Olimpiade Paris telah menjalani tes doping yang sering, dengan rata-rata 13 tes per atlet yang dilakukan oleh World Aquatics saja. Jika tes oleh organisasi anti-doping lainnya juga dihitung, rata-rata jumlah tes per atlet meningkat menjadi 21. Sebaliknya, anggota tim AS diuji rata-rata 6 kali, tim Australia 4 kali, dan perenang dari Italia, Inggris, Prancis, dan negara-negara lain dengan lebih dari 20 atlet hanya diuji 4 hingga 5 kali rata-rata. Meskipun tes yang sering dapat mencerminkan pentingnya upaya anti-doping oleh organisasi olahraga internasional, ketidakseimbangan yang mencolok dalam frekuensi tes ini tidak bisa dihindari menimbulkan pertanyaan apakah tim renang China sedang menjadi sasaran yang tidak adil.

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
EnamPlus