Liputan6.com, Jakarta - Alex Pastoor, asisten pelatih Timnas Indonesia, membawa pengalaman panjang dari sepak bola Eropa, khususnya Belanda, ke dalam tim Garuda. Sebelum bergabung dengan Timnas, ia dikenal fleksibel dalam meramu formasi, pernah menggunakan 4-4-1-1, 4-1-4-1, 4-2-3-1, 4-3-3, dan formasi tiga bek di akhir kariernya.
Pengalamannya di klub-klub Eredivisie seperti Almere City, memberinya pemahaman taktik modern dan penerapan counterpressing yang agresif. Namun, perannya sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia menuntut adaptasi.
Di Timnas Indonesia, prioritas Pastoor bergeser. Ia menekankan pertahanan kokoh sebagai fondasi sebelum membangun serangan balik efektif. Ini berbeda dengan gaya bermain Timnas sebelumnya yang lebih mengutamakan penguasaan bola dan serangan cepat. Pastoor merencanakan strategi bertahan disiplin, terutama menghadapi lawan kuat seperti Australia dan Bahrain.
Walau demikian, fleksibilitas taktiknya tetap dipertahankan, menyesuaikan strategi dengan kekuatan dan kelemahan lawan yang dihadapi. Meskipun fokus pada pertahanan, pengembangan serangan tajam tetap menjadi bagian penting dari strateginya.
Perbedaan gaya kepelatihan ini terlihat jelas. Sebelumnya, Alex Pastoor dikenal dengan fleksibilitas formasi dan counterpressing agresif. Kini, di Timnas Indonesia, ia memprioritaskan pertahanan yang solid sebagai landasan permainan.
Namun, esensi fleksibilitas taktiknya tetap dipertahankan, menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap tantangan baru di lingkungan sepak bola Indonesia. Perlu diingat, pengamatan ini berdasarkan perannya sebagai asisten pelatih. Gaya kepelatihannya mungkin akan lebih terlihat jika ia menjadi pelatih kepala.
Dari Eropa ke Indonesia: Perubahan Strategi Alex Pastoor
Pengalaman Pastoor di Eropa, khususnya di liga Belanda, sangat memengaruhi gaya kepelatihannya. Ia sukses membawa tiga klub promosi ke Eredivisie, membuktikan kemampuannya dalam pengembangan pemain muda dan strategi jangka panjang.
Keberhasilan ini tak lepas dari filosofi sepak bola Belanda yang menekankan penguasaan teknik individu dan kerja sama tim yang solid. Namun, di Timnas Indonesia, ia harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya sepak bola yang berbeda.
Salah satu perbedaan signifikan adalah pendekatan terhadap pemain. Di Eropa, Pastoor mungkin lebih leluasa menerapkan strategi yang kompleks dan menuntut penguasaan teknik tinggi. Di Indonesia, ia perlu mempertimbangkan kemampuan dan karakteristik pemain lokal. Ini membutuhkan pendekatan yang lebih personal dan pemahaman yang mendalam tentang budaya sepak bola Indonesia.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461692/original/009078500_1767429459-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-03T151529.802.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460142/original/096008400_1767236844-cpsn_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4143364/original/059306900_1662019531-Pertamina.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083774/original/077944900_1736292158-library_upload_21_2025_01_996x664_alex-pastoor_b3db451.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5101633/original/017108800_1737378379-Screenshot_2025-01-20_200502.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5374238/original/008561100_1759887956-Logo_Timnas_Indonesia_2025.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454125/original/099230800_1766550476-Lagidiskon__desktop-mobile__356x469_-_Button_Share.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440993/original/051183300_1765449665-pexels-thirdman-7651922.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440955/original/025438100_1765448041-pexels-chevanon-302894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436532/original/045182500_1765177568-pexels-maksgelatin-4824424.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436514/original/029918400_1765176856-pexels-ken-tomita-127057-389818.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1429293/original/037383000_1481114577-20161207--Laptop-Acer-Seharga-20-Juta-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436096/original/000714800_1765162370-pexels-photo-1740919.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4800209/original/049531900_1712900090-shutterstock_2286683503.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442113/original/056839600_1765528039-Ilustrasi_smartphone__tablet__dan_laptop.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441514/original/073297500_1765510798-Depositphotos_547538726_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429431/original/070225500_1764586417-pexels-yankrukov-9072212.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434294/original/022663100_1764921813-Depositphotos_209735730_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5424660/original/045643900_1764150556-IMG-20251126-WA0006.jpg)