Liputan6.com, Jakarta - Cokelat hitam, yang dikenal karena manfaatnya dalam meningkatkan fungsi otak dan menurunkan tekanan darah, kini juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit gusi, menurut penelitian terbaru.
Advertisement
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Chongqing Medical University, Tiongkok, menemukan bahwa antioksidan dalam cokelat hitam, terutama flavonoid, dapat mengurangi risiko penyakit gusi hingga 54 persen.
Advertisement
Laporan penelitian tersebut menyebutkan bahwa pola makan yang dipersonalisasi berpotensi memainkan peran penting dalam kesehatan gusi. Selain cokelat hitam, keju juga ditemukan memiliki efek perlindungan serupa. Bahkan, konsumsi beras dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 58 persen, sebagaimana dilaporkan oleh Gloucestershire Live.
Sebaliknya, beberapa jenis makanan dan minuman justru dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Studi ini menemukan bahwa konsumsi kopi yang disaring meningkatkan risiko sebesar 42 persen, sementara minuman rendah kalori meningkatkan risiko hingga 57 persen.
Bagaimana Cokelat Hitam Membantu Kesehatan Mulut?
Meskipun cokelat sering kali dikaitkan dengan risiko kerusakan gigi, cokelat hitam justru dapat menjadi sekutu bagi kesehatan mulut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi cokelat hitam dapat mengurangi risiko penyakit gusi hingga lebih dari 50 persen.
Rahasia di balik manfaat ini terletak pada kandungan biji kakao dalam cokelat hitam, yang kaya akan flavonoid—sejenis antioksidan yang telah lama dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan fungsi otak dan mendukung kesehatan jantung. Flavonoid juga berperan penting dalam melindungi gigi dan gusi dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit mulut.
Salah satu bakteri utama yang menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi adalah Streptococcus mutans. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam cokelat hitam dapat memperlambat pertumbuhan bakteri ini, sehingga membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang.
Selain flavonoid, cokelat hitam juga mengandung theobromine, sejenis stimulan yang terbukti dapat memperkuat enamel gigi. Enamel yang lebih kuat membuat gigi lebih tahan terhadap asam dan erosi, sekaligus mengurangi risiko gigi berlubang.
Dengan semua manfaat ini, cokelat hitam bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan permen atau makanan manis lainnya yang justru meningkatkan risiko kerusakan gigi. Namun, tetaplah mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar untuk mendapatkan manfaat tanpa efek samping.
Bagaimana saya tahu cokelat mana yang harus dipilih?
Meskipun ada banyak penelitian yang memuji manfaat cokelat hitam bagi kesehatan, penting untuk diingat bahwa tidak semua batangan dibuat sama. Rasio kakao, gula, dan zat aditif yang berbeda-beda pada berbagai merek dapat memengaruhi khasiatnya dalam meningkatkan kesehatan.
Sebagai pedoman umum, banyak dokter menyarankan memilih cokelat hitam dengan kandungan kakao lebih tinggi, misalnya 70 persen atau lebih, dan dengan sedikit tambahan gula, untuk memaksimalkan manfaat kesehatan. Disarankan juga untuk menikmati dark cokelat secukupnya, dan jangan pernah menggantikan praktik kebersihan mulut yang teratur, seperti menyikat gigi dan membersihkan gigi secara konsisten.
Advertisement
