Liputan6.com, Jakarta Buah telah lama dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, serat, dan antioksidan, menjadikannya pilihan makanan yang menyehatkan. Namun, tidak semua jenis buah memberikan dampak positif bagi kesehatan, terutama bagi individu dengan kondisi tertentu seperti diabetes, obesitas, atau penyakit asam lambung.
Menurut beberapa sumber yang dikutip pada Kamis (27/2), ada beberapa buah yang memiliki kadar gula tinggi atau mengandung zat tertentu yang justru dapat memperburuk kondisi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis buah yang sebaiknya dikonsumsi dengan batasan atau bahkan dihindari guna menjaga kesehatan tubuh dan mencegah risiko penyakit serius.
Jeruk, Kaya Vitamin C, tetapi Berisiko untuk Penderita Asam Lambung
Jeruk sering dipuji karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi, yakni sekitar 200 mg per 100 gram, yang berperan besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan nutrisinya menjadikan jeruk sebagai buah yang sering direkomendasikan dalam pola makan sehat.
Namun, bagi penderita GERD atau penyakit asam lambung, jeruk dapat memperburuk gejala karena sifatnya yang asam. Penelitian dari Journal of Gastroenterology and Hepatology menyebutkan bahwa keasaman jeruk dapat mengiritasi lapisan esofagus, sehingga meningkatkan rasa tidak nyaman dan risiko peradangan pada penderita GERD.
Advertisement
Leci, Buah Manis yang Mengandung Racun Tersembunyi
Leci dikenal karena rasanya yang manis dan menyegarkan, serta kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi. Buah ini juga sering dikonsumsi sebagai camilan segar atau dalam bentuk minuman.
Namun, di balik kelezatannya, leci mengandung senyawa hipoglisin A yang dapat memicu hipoglikemia, atau penurunan drastis kadar gula darah. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Investigative Medicine menemukan bahwa konsumsi leci berlebihan saat perut kosong dapat menyebabkan hipoglikemia akut, terutama pada anak-anak.
Kurma, Pemanis Alami dengan Kandungan Gula Tinggi
Kurma sering dianggap sebagai pemanis alami yang sehat karena mengandung potasium, magnesium, dan serat yang baik untuk pencernaan. Bahkan, kurma sering direkomendasikan sebagai alternatif gula dalam berbagai makanan.
Namun, kandungan gulanya yang tinggi, mencapai 63 gram per 100 gram kurma, menjadikannya buah yang perlu diwaspadai oleh penderita diabetes. Menurut rekomendasi American Diabetes Association, konsumsi gula tambahan, termasuk yang berasal dari kurma, perlu dibatasi untuk menghindari lonjakan gula darah.v
Advertisement
Kelapa Kering, Camilan Tinggi Kalori dan Lemak Jenuh
Kelapa kering sering digunakan sebagai campuran dalam makanan penutup atau camilan sehat. Kandungan seratnya yang tinggi membuatnya menarik sebagai pilihan makanan sehari-hari.
Namun, kelapa kering memiliki kalori tinggi, yakni sekitar 501 kalori per 100 gram, dan mengandung 41,68 gram lemak jenuh. Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular.
Produk Olahan Buah, Gula Tambahan yang Berbahaya
Buah sering kali diolah menjadi berbagai produk seperti jus, buah kalengan, atau buah kering. Meski praktis, proses pengolahan sering kali melibatkan penambahan gula untuk meningkatkan rasa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan dibatasi hingga kurang dari 10% dari total asupan kalori harian. Konsumsi produk olahan buah dengan tambahan gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Daftar Buah yang Perlu Dibatasi
Apakah jeruk aman untuk penderita diabetes?
Jeruk memiliki indeks glikemik rendah, tetapi konsumsi berlebihan tetap harus dihindari, terutama pada penderita diabetes.
Bagaimana cara mengonsumsi leci dengan aman?
Hindari mengonsumsi leci dalam jumlah besar saat perut kosong untuk mencegah risiko hipoglikemia.
Advertisement
Apakah kurma cocok sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes?
Kurma bisa menjadi alternatif, tetapi jumlah konsumsinya harus sangat terbatas untuk mencegah lonjakan gula darah.
Apa yang harus diperhatikan saat membeli produk olahan buah?
Pilih produk tanpa tambahan gula atau yang mencantumkan label "no added sugar" untuk pilihan lebih sehat.
Advertisement
