Liputan6.com, Jakarta Penyandang disabilitas acap kali kebingungan dalam mencari pekerjaan. Tantangannya, rata-rata perusahaan lebih memilih pegawai non-disabilitas.
Sebuah perusahaan penyedia jasa Disabilitas Kerja Indonesia mengatakan ada 24 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Sebelas juta diantaranya adalah usia kerja.
Disabilitas Kerja Indonesia yang berdiri sejak 2018 lalu ini memberikan peluang pada disabilitas untuk mendapat kerja. Mereka akan mendampingi mulai dari rekrutmen, psikotes, wawancara, hingga tandatangan kontrak.
Advertisement
Direktur Utama Disabilitas Kerja Indonesia, Hasnita T Arifin mengajak seluruh penyandang disabilitas untuk mendaftarkan CV mereka.
"Kualifikasinya adalah usia 18 sampai 45 tahun dan minimal lulusan SMP," kata Hasnita dalam sosialisasi di Generali Tower, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).
Ragam Disabilitas Apa pun Boleh Mencoba
Hasnita mengatakan, penyandang disabilitas ragam apa pun yang memenuhi kualifikasi dapat mendaftar. Caranya, kirim pesan melalui aplikasi WhatsApp atau SMS ke nomor 08121280162. Setelah itu, pihak Disabilitas Kerja Indonesia akan mengirimkan format CV yang harus diisi peserta. CV yang sudah lengkap kemudian dikirim kembali.
CV tersebut akan dicocokkan dengan berbagai lowongan kerja dan permintaan perusahaan yang bekerja sama dengan Disabilitas Kerja Indonesia. Peserta harus sabar menunggu hingga pekerjaan yang cocok bisa didapatkan.
Setelah menemukan pekerjaan yang cocok dengan CV, maka pemilik CV akan dihubungi. Mereka akan dites, dilatih, diwawancarai, kemudian disalurkan pada Perusahaan yang menginginkan tenaganya.
Advertisement
Tanggung BPJS Kesehatan
Tidak hanya memfasilitasi para difabel menemukan pekerjaan yang cocok, Disabilitas Kerja Indonesia juga menanggung BPJS kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan tunjangan hari tua.
"Punya skill atau tidak, lamar saja dulu, kami yang sesuaikan. Kalau kualifikasi cocok pasti kami hubungi. Kami akan menyalurkan pada pekerjaan dengan gaji UMR," ujarnya.
Beberapa jenis pekerjaan yang bisa didapat pun beragam. Lulusan SMP biasanya bisa menjadi Office Boy atau OB. Pekerjaan lainnya yaitu di bidang IT, back office, call center, deain grafis, dan operator produksi.
Di waktu dekat, Hasnita bersama Disabilitas Kerja Indonesia akan melakukan audiensi dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga. Salah satu saran peserta terkait anak difabel berprestasi yang berharap dimudahkan mendapat kerja akan dibicarakan dalam audiensi tersebut.
