Mata Juling Picu Gangguan Mata Permanen, Begini Penyebab, Gejala, Jenis, dan Cara Mengobatinya

Cari tahu penyebab mata juling, gejalanya, berbagai jenis strabismus, serta metode pengobatan efektif untuk mengatasi kondisi mata ini.

oleh Tim Disabilitas Diperbarui 26 Feb 2025, 13:55 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 13:52 WIB
Stigma mata juling pada anak dapat menyebabkan tekanan sosial, menurunkan kepercayaan diri, dan meningkatkan risiko gangguan mental serius, seperti depresi dan kecemasan. Penanganan medis sangat penting. (Ilustrasi by AI)
Stigma mata juling pada anak dapat menyebabkan tekanan sosial, menurunkan kepercayaan diri, dan meningkatkan risiko gangguan mental serius, seperti depresi dan kecemasan. Penanganan medis sangat penting. (Ilustrasi by AI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Mata juling, atau strabismus, adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar dan tidak dapat fokus pada satu titik yang sama. Kondisi ini terjadi karena gangguan koordinasi otot-otot penggerak bola mata, sehingga satu mata mungkin melihat lurus ke depan sementara mata lainnya menyimpang ke atas, bawah, atau samping. Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalaminya, dengan penyebab yang bervariasi tergantung usia dan kondisi kesehatan.

Penyebab mata juling pada anak-anak seringkali bersifat bawaan atau genetik, termasuk masalah genetik, kelainan perkembangan saraf, dan masalah refraksi (seperti rabun jauh atau dekat) yang tidak terkoreksi. Kelahiran prematur juga menjadi faktor risiko. Sementara pada orang dewasa, penyebabnya lebih sering terkait dengan kondisi medis lain seperti diabetes, stroke, penyakit Graves, tumor otak, cedera kepala atau mata, efek samping operasi mata, mata malas (amblyopia) yang tidak diobati, dan gangguan refraksi yang tidak terkoreksi.

Pengobatan mata juling bergantung pada penyebab, usia, dan tingkat keparahannya. Beberapa metode pengobatan meliputi penggunaan kacamata atau lensa kontak, terapi otot mata, terapi oklusi, suntik botox, operasi, dan obat tetes mata. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti amblyopia dan gangguan penglihatan binokular. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata jika Anda atau anak Anda mengalami gejala mata juling.

Secara global, kasus mata juling cukup umum terjadi. Diperkirakan sekitar 2-4 persen anak mengalami gejala mata juling. Pada sebuah penelitian di Hongkong tahun 2021, ditemukan 133 anak yang terkena mata juling dari 4,273 total responden.

Gangguan Penglihatan Permanen

Strabismus atau mata juling pada anak, jika tidak ditangani, dapat menyebabkan amblyopia atau mata malas. Kondisi ini terjadi ketika otak mengabaikan gambar dari mata yang tidak sejajar. Akibatnya, penglihatan pada mata yang lemah tidak berkembang secara optimal, dan bahkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen.

Amblyopia dapat berdampak serius pada perkembangan penglihatan anak. Jika dibiarkan tanpa penanganan, mata malas dapat menyebabkan disabilitas netra. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

"Untuk mencegah hal tersebut, mata juling dapat diatasi jika terdeteksi sejak dini, misalnya dengan penggunaan kacamata khusus, terapi mata, atau operasi koreksi," kata dokter spesialis mata Marsha Rayfa Pintary dari KMN EyeCare mengutip keterangan pers, Rabu (5/2/2025).

Gejala Mata Juling

Gejala mata juling bisa bervariasi, tetapi beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi mata yang tidak sejajar, di mana satu mata mengarah ke depan sementara yang lain menyimpang ke dalam, luar, atas, atau bawah. Kedua mata juga mungkin tidak bekerja sama saat melihat suatu objek, menyebabkan pandangan yang tidak terkoordinasi.

Selain itu, penderita mata juling mungkin sering menyipitkan mata atau memiringkan kepala untuk mengkompensasi penglihatan yang terganggu. Mereka juga bisa mengalami kesulitan memperkirakan jarak dan penglihatan ganda (diplopia), terutama pada orang dewasa. Mata terasa lelah atau tegang juga merupakan gejala umum.

Pada anak-anak, mata juling dapat menyebabkan mata malas (amblyopia). "Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala-gejala ini, segera lakukan pemeriksaan mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut," saran Marsha.

Jenis Mata Juling

Mata juling dikategorikan berdasarkan arah penyimpangan mata. Esotropia adalah kondisi di mana salah satu atau kedua mata mengarah ke dalam, mendekati hidung. Exotropia, sebaliknya, terjadi ketika satu atau kedua mata mengarah ke luar, menjauhi hidung.

Hypertropia adalah jenis yang lebih jarang, di mana satu mata mengarah lebih tinggi daripada mata lainnya. Hypotropia merupakan kebalikannya, yaitu satu mata mengarah lebih rendah. Memahami jenis-jenis strabismus ini penting untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Pseudostrabismus, kondisi yang mirip dengan strabismus, sering terjadi pada bayi di bawah satu tahun. Kondisi ini bukan merupakan mata juling sesungguhnya, tetapi disebabkan oleh struktur hidung yang lebar dan datar atau lipatan kulit berlebih di bawah kelopak mata.

Mengobati Mata Juling

Pengobatan mata juling bergantung pada jenis, tingkat keparahan, dan penyebabnya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Kacamata atau lensa kontak: Untuk mengatasi masalah refraksi.
  • Terapi otot mata: Latihan mata untuk memperkuat atau melemahkan otot mata.
  • Terapi oklusi: Menutup mata yang lebih kuat untuk melatih mata yang lebih lemah.
  • Botox: Injeksi botox untuk melemahkan otot mata yang terlalu kuat.
  • Operasi: Untuk memperbaiki posisi otot mata.
  • Obat tetes mata: Untuk merelaksasikan otot mata.

Pemeriksaan mata secara berkala sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat. Konsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang sesuai.

Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala mata juling.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya