Tongue Tie pada Anak: Bisa Bikin Sulit Ucapkan Beberapa Huruf tapi Tidak Sebabkan Speech Delay

Ketahui tanda-tanda speech delay pada anak usia 1-3 tahun, penyebabnya, dan bagaimana stimulasi tepat untuk mengatasi keterlambatan bicara agar tumbuh kembang optimal.

oleh Benedikta Desideria Diperbarui 27 Mar 2025, 14:30 WIB
Diterbitkan 27 Mar 2025, 14:30 WIB
ciri-ciri anak speech delay
Anak dengan tongue tie bukan berarti bakal alami speech delay. Pakar tegaskan tongue tak pengaruhi perkembangan bicara. ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang tua khawatir ketika anak mereka didiagnosis memiliki tongue tie—kelainan pada selaput bagian bawah lidah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah apakah kondisi ini bisa menyebabkan keterlambatan bicara atau speech delay.

Namun, menurut dokter anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial, Prof. Soedjatmiko, tongue tie tidak menyebabkan speech delay.

"Tongue tie juga tidak menyebabkan speech delay," tegasnya dalam media briefing bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu.

Anak dengan tongue tie mungkin mengalami disartikulasi, yaitu kesulitan dalam mengucapkan beberapa konsonan dengan jelas. Namun, hal ini bukan berarti mereka mengalami keterlambatan bicara.

"Paling-paling hanya disartikulasi. Jadi, bisa ngomong, tetapi beberapa konsonan pengucapan kurang jelas. Tidak menyebabkan delayed speech," tambah Soedjatmiko.

Hal senada juga disampaikan oleh dokter spesialis anak konsultan neonatologi, Naomi Esthernita F. Dewanto. Biasanya huruf yang sulit diucapkan diantaranya T, D, S, L, dan R.

Kabar baiknya, seiring bertambahnya usia dan dengan stimulasi yang tepat, biasanyaartikulasi anak bisa menjadi lebih jelas.

"Memang bisa ada gangguan mengucapkan beberapa huruf. Tapi seiring bertambahnya usia, maka kemampuan bicara anak akan semakin jelas," ujarnya.

 

 

Promosi 1

Tanda-Tanda Speech Delay Berdasarkan Usia

Speech delay atau keterlambatan bicara pada anak. Kondisi ini ditandai dengan kemampuan bicara anak yang tidak sesuai dengan usianya, misalnya belum mengucapkan kata-kata pada usia 15 bulan atau belum mampu membentuk kalimat sederhana di usia 2 tahun. Ketahui lebih lanjut tentang tanda-tanda, penyebab, dan cara penanganannya.

Berikut beberapa tanda speech delay berdasarkan usia anak:

  • Usia 15 bulan: Belum mengucapkan satu kata pun yang bermakna.
  • Usia 2 tahun: Belum mampu merangkai dua kata menjadi kalimat sederhana, dan belum mengucapkan sekitar 50 kata yang bermakna.
  • Usia 3 tahun: Belum mampu berbicara dalam kalimat pendek atau mengucapkan kata-kata dalam kalimat.

Meskipun ada patokan usia, penting untuk memahami bahwa setiap anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Konsultasi dengan dokter spesialis anak sangat dianjurkan jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan perkembangan bicara anak. 

Penyebab Speech Delay

Speech delay dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal dapat berupa gangguan pendengaran, gangguan saraf, atau kondisi medis tertentu. Sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya stimulasi bahasa dari lingkungan sekitar dan pola asuh yang kurang tepat.

Lingkungan yang kurang mendukung perkembangan bahasa anak juga bisa menjadi penyebab. Kurangnya interaksi dengan orang dewasa, paparan bahasa yang terbatas, dan kurangnya kesempatan untuk berkomunikasi dapat menghambat perkembangan bicara anak. Pola asuh yang kurang tepat, seperti kurangnya responsif orang tua terhadap upaya komunikasi anak, juga dapat mempengaruhi perkembangan bicaranya.

Selain itu, faktor genetik juga dapat berperan dalam speech delay. Jika ada riwayat keterlambatan bicara dalam keluarga, anak mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang sama. Namun, perlu diingat bahwa speech delay tidak selalu disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan seringkali merupakan kombinasi dari beberapa faktor.

Stimulasi dan Penanganan Speech Delay

Penanganan dini sangat penting untuk membantu anak mencapai potensi bicaranya. Stimulasi bahasa yang tepat dari orang tua dan lingkungan sekitar sangat krusial. Berikut beberapa tips stimulasi:

  • Berbicara dengan anak secara teratur, menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas.
  • Membacakan buku cerita dan bernyanyi bersama anak.
  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan dirinya.
  • Menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan bahasa anak.
  • Bermain permainan yang merangsang kemampuan bahasa anak.

Jika Anda khawatir tentang perkembangan bicara anak, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau terapis wicara.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya