Liputan6.com, Jakarta Pantun berbalas pendidikan merupakan metode berbalas pantun di lingkup sekolah yang mengadaptasi dari tradisi berbalas pantun yang memang sudah lama dikenal di masyarakat Indonesia. Kegiatan berbalas pantun, termasuk pantun berbalas pendidikan, sering digunakan sebagai sarana hiburan dan pembelajaran. Pantun yang dilontarkan oleh satu pihak akan memancing pihak lain untuk membalasnya. Proses timbal balik tersebut membutuhkan tingkat kreativitas tinggi karena dilakukan dengan cepat.
Berikut ini adalah kumpulan 280 pantun berbalas pendidikan yang bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran dan hiburan di sekolah:
Pantun Berbalas tentang Semangat Belajar
1. Pergi ke pasar membeli dukuPulangnya mampir ke rumah Pak HajiAyo semangat dalam menuntut ilmuAgar cita-cita tercapai
2. Ke rumah Pak Haji bawa oleh-olehOleh-olehnya buah manggisTerima kasih atas nasihatnyaAku akan belajar dengan giat
3. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBelajarlah dengan tekun dan rajinAgar kelak hidupmu sukses
4. Ikan mas dimasak gulaiDimakan bersama nasi putihAku akan rajin dan pandaiAgar orangtua bangga dan bahagia
5. Jalan-jalan ke kota PadangJangan lupa beli rendangRajin-rajinlah belajar wahai sayangAgar masa depanmu cemerlang
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menghormati Guru
6. Pergi ke kebun memetik manggaMangga dipetik masih mentahHormatilah guru di sekolahKarena mereka pahlawan tanpa tanda jasa
7. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku selalu hormat pada guruKarena mereka mendidik dengan sabar
8. Pergi ke sawah membajak tanahTanah yang subur ditanami padiGuru mengajar dengan ikhlasMurid yang baik harus menghargai
9. Padi ditanam tumbuh suburDipanen saat musim kemarauAku akan selalu patuh pada guruAgar ilmu yang kudapat berguna selalu
10. Bunga melati harum baunyaDitanam di halaman sekolahHormati guru sepenuh hatiAgar berkah ilmu yang didapat
Pantun Berbalas tentang Disiplin
11. Pergi ke pasar beli semangkaSemangka merah rasanya manisAyo kita disiplin selaluAgar hidup menjadi rapi
12. Semangka manis dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan disiplin setiap hariAgar hidupku teratur selalu
13. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangDisiplin itu kunci kesuksesanJangan malas dan suka menunda-nunda
14. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan suka menunda pekerjaanKarena disiplin membuat hidup tenang
15. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBangun pagi jangan terlambatAgar hari-harimu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kejujuran
16. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaJujurlah selalu dalam hidupmuAgar dipercaya semua orang
17. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan jujur setiap saatAgar hidupku tenang dan nyaman
18. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangKejujuran itu modal utamaUntuk meraih kesuksesan yang gemilang
19. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan berbohong walau satuKarena kejujuran adalah keutamaan
20. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarJujurlah selalu dalam bertugasAgar hidupmu menjadi berkah
Pantun Berbalas tentang Kerja Keras
21. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburRajin-rajinlah bekerja dan mengajiAgar hidupmu menjadi makmur
22. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan bekerja dengan tekunAgar cita-citaku tercapai segera
23. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahKerja keras kunci kesuksesanJangan malas dan suka menyerah
24. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan mudah putus asaTerus berusaha hingga berhasil
25. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBekerja keraslah dengan giatAgar masa depanmu sukses
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menghargai Waktu
26. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarJangan sia-siakan waktumuManfaatkan dengan hal yang bermanfaat
27. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menghargai waktu selaluAgar hidupku lebih bermakna
28. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangWaktu itu ibarat pedangJika tak digunakan akan melukai diri sendiri
29. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan menyia-nyiakan waktuKarena waktu tak bisa kembali
30. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasManfaatkan waktu sebaik mungkinAgar hidupmu penuh berkah
Pantun Berbalas tentang Menuntut Ilmu
31. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaRajin-rajinlah menuntut ilmuAgar hidupmu bahagia
32. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan rajin belajar setiap saatAgar cita-citaku tercapai
33. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangIlmu itu cahaya kehidupanTanpanya hidup akan gelap gulita
34. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan bosan menuntut ilmuKarena ilmu adalah bekal masa depan
35. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarTuntutlah ilmu dengan ikhlasAgar hidupmu menjadi pintar
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menabung
36. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburRajin-rajinlah menabung sejak diniAgar masa depanmu lebih terjamin
37. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan rajin menabungAgar cita-citaku tercapai segera
38. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahMenabung itu kunci kesuksesanJangan boros dan suka foya-foya
39. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan boros dalam berbelanjaLebih baik ditabung untuk masa depan
40. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasNabunglah uangmu sedikit demi sedikitAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Kebersihan
41. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarJagalah kebersihan lingkunganmuAgar hidup sehat dan nyaman
42. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menjaga kebersihan selaluAgar hidupku sehat dan bahagia
43. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangKebersihan itu sebagian dari imanJaga selalu agar hidup tenang
44. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan membuang sampah sembaranganKarena kebersihan pangkal kesehatan
45. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasJagalah kebersihan diri dan lingkunganAgar hidupmu sehat dan berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Gotong Royong
46. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaAyo kita bergotong royongAgar pekerjaan cepat selesai
47. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan selalu bergotong royongAgar hidup rukun dengan tetangga
48. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangGotong royong itu indah sekaliPekerjaan berat menjadi ringan
49. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan egois dan individualisKarena gotong royong membuat hidup nyaman
50. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarBergotong royonglah dengan ikhlasAgar hidup menjadi lebih berkah
Pantun Berbalas tentang Cinta Tanah Air
51. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburCintailah selalu tanah air iniAgar negara kita maju dan makmur
52. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan cinta tanah air sepenuh hatiAgar Indonesia jaya sepanjang masa
53. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahCinta tanah air kunci kemajuan bangsaJangan mudah tergoda budaya asing
54. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan melupakan budaya sendiriKarena itu jati diri bangsa
55. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasCintailah Indonesia sepenuh hatiAgar negara kita maju dan bebas
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Persahabatan
56. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarJagalah selalu persahabatanAgar hidup lebih berwarna
57. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menjaga persahabatan selaluAgar hidupku penuh canda tawa
58. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangSahabat sejati sukar dicariJika dapat jangan disia-siakan
59. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan mengkhianati sahabatKarena sahabat adalah harta terindah
60. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasJagalah persahabatan dengan tulusAgar hidupmu penuh kebahagiaan
Pantun Berbalas tentang Kesehatan
61. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaJagalah selalu kesehatanmuAgar hidup lebih bermakna
62. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menjaga kesehatan setiap saatAgar tubuhku selalu bugar
63. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangKesehatan itu harta yang tak ternilaiJaga baik-baik jangan sampai hilang
64. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan menyepelekan kesehatanKarena sehat adalah modal kehidupan
65. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarJagalah kesehatan dengan ikhlasAgar hidup menjadi lebih berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Membaca
66. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburRajin-rajinlah membaca bukuAgar wawasanmu semakin luas
67. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan rajin membaca setiap hariAgar ilmuku bertambah segera
68. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahMembaca itu jendela duniaJangan malas buka bukumu
69. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan malas membacaKarena membaca membuka cakrawala
70. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBacalah buku dengan rajinAgar hidupmu lebih cerdas
Pantun Berbalas tentang Menghargai Perbedaan
71. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarHargailah selalu perbedaanAgar hidup rukun dan damai
72. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menghargai perbedaan selaluAgar hidupku penuh toleransi
73. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangPerbedaan itu indah adanyaJangan jadikan alasan perpecahan
74. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan membeda-bedakan temanKarena perbedaan membuat hidup berwarna
75. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHargailah perbedaan dengan tulusAgar hidup damai dan bebas
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Cinta Lingkungan
76. Pergi ke kebun memetik jambu. Jambu dipetik masih mudaCintailah selalu lingkunganmuAgar alam tetap lestari
77. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menjaga lingkungan setiap saatAgar bumi tetap asri dan nyaman
78. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangLingkungan itu rumah kita bersamaJaga baik-baik jangan sampai rusak
79. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan merusak lingkunganKarena alam adalah warisan anak cucu
80. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarCintailah lingkungan dengan ikhlasAgar bumi tetap lestari dan berkah
Pantun Berbalas tentang Menghormati Orangtua
81. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburHormatilah selalu orangtuamuAgar hidupmu diberkahi
82. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan menghormati orangtua selaluAgar hidupku bahagia
83. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahOrangtua itu kunci surgaJangan durhaka padanya
84. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan menyakiti orangtuaKarena ridho Allah ada pada ridho mereka
85. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHormatilah orangtua dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kemandirian
86. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarBelajarlah untuk mandiriAgar hidupmu lebih berdaya
87. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan belajar mandiri selaluAgar tidak menyusahkan orang lain
88. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangKemandirian itu kunci kesuksesanJangan selalu bergantung pada orang lain
89. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan manja dan bergantungKarena mandiri membuat hidup tenang
90. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBelajarlah mandiri sejak diniAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Waktu
91. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaHargailah selalu waktumuAgar hidup lebih bermakna
92. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menghargai waktu setiap saatAgar hidupku lebih teratur
93. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangWaktu itu ibarat pedangJika tak digunakan akan melukai diri sendiri
94. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan menyia-nyiakan waktuKarena waktu tak bisa kembali
95. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarHargailah waktu dengan ikhlasAgar hidup menjadi lebih berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menabung
96. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburRajin-rajinlah menabung sejak diniAgar masa depanmu lebih terjamin
97. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan rajin menabungAgar cita-citaku tercapai segera
98. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahMenabung itu kunci kesuksesanJangan boros dan suka foya-foya
99. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan boros dalam berbelanjaLebih baik ditabung untuk masa depan
100. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasNabunglah uangmu sedikit demi sedikitAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Kejujuran
101. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarJujurlah selalu dalam hidupmuAgar dipercaya semua orang
102. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan jujur setiap saatAgar hidupku tenang dan nyaman
103. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangKejujuran itu modal utamaUntuk meraih kesuksesan yang gemilang
104. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan berbohong walau satuKarena kejujuran adalah keutamaan
105. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasJujurlah selalu dalam bertuturAgar hidupmu menjadi berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kerja Keras
106. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaRajin-rajinlah bekerja dan mengajiAgar hidupmu menjadi makmur
107. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan bekerja dengan tekunAgar cita-citaku tercapai segera
108. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangKerja keras kunci kesuksesanJangan malas dan suka menyerah
109. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan mudah putus asaTerus berusaha hingga berhasil
110. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarBekerja keraslah dengan ikhlasAgar hidupmu menjadi berkah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Perbedaan
111. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburHargailah selalu perbedaanAgar hidup rukun dan damai
112. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan menghargai perbedaan selaluAgar hidupku penuh toleransi
113. Memetik mangga di kebun kakekMangga dip_etik masih mentahPerbedaan itu indah adanyaJangan jadikan alasan perpecahan
114. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan membeda-bedakan temanKarena perbedaan membuat hidup berwarna
115. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHargailah perbedaan dengan tulusAgar hidup damai dan bebas
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Cinta Lingkungan
116. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarCintailah selalu lingkunganmuAgar alam tetap lestari
117. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menjaga lingkungan selaluAgar bumi tetap asri dan nyaman
118. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangLingkungan itu rumah kita bersamaJaga baik-baik jangan sampai rusak
119. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan merusak lingkunganKarena alam adalah warisan anak cucu
120. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasCintailah lingkungan dengan tulusAgar bumi tetap lestari dan berkah
Pantun Berbalas tentang Menghormati Orangtua
121. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaHormatilah selalu orangtuamuAgar hidupmu diberkahi
122. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menghormati orangtua setiap saatAgar hidupku penuh kebahagiaan
123. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangOrangtua itu kunci surgaJangan durhaka padanya
124. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan menyakiti orangtuaKarena ridho Allah ada pada ridho mereka
125. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarHormatilah orangtua dengan ikhlasAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kemandirian
126. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburBelajarlah untuk mandiriAgar hidupmu lebih berdaya
127. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan belajar mandiri selaluAgar tidak menyusahkan orang lain
128. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahKemandirian itu kunci kesuksesanJangan selalu bergantung pada orang lain
129. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan manja dan bergantungKarena mandiri membuat hidup tenang
130. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBelajarlah mandiri sejak diniAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Waktu
131. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarHargailah selalu waktumuAgar hidup lebih bermakna
132. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menghargai waktu setiap saatAgar hidupku lebih teratur
133. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangWaktu itu ibarat pedangJika tak digunakan akan melukai diri sendiri
134. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan menyia-nyiakan waktuKarena waktu tak bisa kembali
135. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHargailah waktu dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menabung
136. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaRajin-rajinlah menabung sejak diniAgar masa depanmu lebih terjamin
137. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan rajin menabung setiap saatAgar cita-citaku tercapai segera
138. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangMenabung itu kunci kesuksesanJangan boros dan suka foya-foya
139. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan boros dalam berbelanjaLebih baik ditabung untuk masa depan
140. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarNabunglah uangmu sedikit demi sedikitAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Kejujuran
141. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburJujurlah selalu dalam hidupmuAgar dipercaya semua orang
142. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan jujur setiap saatAgar hidupku tenang dan nyaman
143. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahKejujuran itu modal utamaUntuk meraih kesuksesan yang gemilang
144. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan berbohong walau satuKarena kejujuran adalah keutamaan
145. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasJujurlah selalu dalam bertuturAgar hidupmu menjadi berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kerja Keras
146. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarRajin-rajinlah bekerja dan mengajiAgar hidupmu menjadi makmur
147. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan bekerja dengan tekunAgar cita-citaku tercapai segera
148. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangKerja keras kunci kesuksesanJangan malas dan suka menyerah
149. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan mudah putus asaTerus berusaha hingga berhasil
150. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBekerja keraslah dengan ikhlasAgar hidupmu menjadi berkah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Perbedaan
151. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaHargailah selalu perbedaanAgar hidup rukun dan damai
152. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menghargai perbedaan setiap saatAgar hidupku penuh toleransi
153. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangPerbedaan itu indah adanyaJangan jadikan alasan perpecahan
154. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan membeda-bedakan temanKarena perbedaan membuat hidup berwarna
155. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarHargailah perbedaan dengan tulusAgar hidup damai dan bebas
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Cinta Lingkungan
156. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburCintailah selalu lingkunganmuAgar alam tetap lestari
157. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan menjaga lingkungan selaluAgar bumi tetap asri dan nyaman
158. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahLingkungan itu rumah kita bersamaJaga baik-baik jangan sampai rusak
159. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan merusak lingkunganKarena alam adalah warisan anak cucu
160. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasCintailah lingkungan dengan tulusAgar bumi tetap lestari dan berkah
Pantun Berbalas tentang Menghormati Orangtua
161. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarHormatilah selalu orangtuamuAgar hidupmu diberkahi
162. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menghormati orangtua setiap saatAgar hidupku penuh kebahagiaan
163. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangOrangtua itu kunci surgaJangan durhaka padanya
164. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan menyakiti orangtuaKarena ridho Allah ada pada ridho mereka
165. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHormatilah orangtua dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kemandirian
166. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaBelajarlah untuk mandiriAgar hidupmu lebih berdaya
167. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan belajar mandiri setiap saatAgar tidak menyusahkan orang lain
168. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangKemandirian itu kunci kesuksesanJangan selalu bergantung pada orang lain
169. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan manja dan bergantungKarena mandiri membuat hidup tenang
170. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarBelajarlah mandiri sejak diniAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Waktu
171. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburHargailah selalu waktumuAgar hidup lebih bermakna
172. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembira. Aku akan menghargai waktu setiap saatAgar hidupku lebih teratur
173. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahWaktu itu ibarat pedangJika tak digunakan akan melukai diri sendiri
174. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan menyia-nyiakan waktuKarena waktu tak bisa kembali
175. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHargailah waktu dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menabung
176. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarRajin-rajinlah menabung sejak diniAgar masa depanmu lebih terjamin
177. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan rajin menabung setiap saatAgar cita-citaku tercapai segera
178. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangMenabung itu kunci kesuksesanJangan boros dan suka foya-foya
179. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan boros dalam berbelanjaLebih baik ditabung untuk masa depan
180. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasNabunglah uangmu sedikit demi sedikitAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Kejujuran
181. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaJujurlah selalu dalam hidupmuAgar dipercaya semua orang
182. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan jujur setiap saatAgar hidupku tenang dan nyaman
183. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangKejujuran itu modal utamaUntuk meraih kesuksesan yang gemilang
184. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan berbohong walau satuKarena kejujuran adalah keutamaan
185. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarJujurlah selalu dalam bertuturAgar hidupmu menjadi berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kerja Keras
186. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburRajin-rajinlah bekerja dan mengajiAgar hidupmu menjadi makmur
187. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan bekerja dengan tekunAgar cita-citaku tercapai segera
188. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahKerja keras kunci kesuksesanJangan malas dan suka menyerah
189. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan mudah putus asaTerus berusaha hingga berhasil
190. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBekerja keraslah dengan ikhlasAgar hidupmu menjadi berkah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Perbedaan
191. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarHargailah selalu perbedaanAgar hidup rukun dan damai
192. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menghargai perbedaan setiap saatAgar hidupku penuh toleransi
193. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangPerbedaan itu indah adanyaJangan jadikan alasan perpecahan
194. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan membeda-bedakan temanKarena perbedaan membuat hidup berwarna
195. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHargailah perbedaan dengan tulusAgar hidup damai dan bebas
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Cinta Lingkungan
196. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaCintailah selalu lingkunganmuAgar alam tetap lestari
197. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menjaga lingkungan setiap saatAgar bumi tetap asri dan nyaman
198. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangLingkungan itu rumah kita bersamaJaga baik-baik jangan sampai rusak
199. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan merusak lingkunganKarena alam adalah warisan anak cucu
200. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarCintailah lingkungan dengan tulusAgar bumi tetap lestari dan berkah
Pantun Berbalas tentang Menghormati Orangtua
201. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburHormatilah selalu orangtuamuAgar hidupmu diberkahi
202. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan menghormati orangtua setiap saatAgar hidupku penuh kebahagiaan
203. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahOrangtua itu kunci surgaJangan durhaka padanya
204. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan menyakiti orangtuaKarena ridho Allah ada pada ridho mereka
205. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHormatilah orangtua dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kemandirian
206. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarBelajarlah untuk mandiriAgar hidupmu lebih berdaya
207. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan belajar mandiri setiap saatAgar tidak menyusahkan orang lain
208. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangKemandirian itu kunci kesuksesanJangan selalu bergantung pada orang lain
209. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan manja dan bergantungKarena mandiri membuat hidup tenang
210. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBelajarlah mandiri sejak diniAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Waktu
211. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaHargailah selalu waktumuAgar hidup lebih bermakna
212. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menghargai waktu setiap saatAgar hidupku lebih teratur
213. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangWaktu itu ibarat pedangJika tak digunakan akan melukai diri sendiri
214. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan menyia-nyiakan waktuKarena waktu tak bisa kembali
215. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarHargailah waktu dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menabung
216. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburRajin-rajinlah menabung sejak diniAgar masa depanmu lebih terjamin
217. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan rajin menabung setiap saatAgar cita-citaku tercapai segera
218. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahMenabung itu kunci kesuksesanJangan boros dan suka foya-foya
219. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan boros dalam berbelanjaLebih baik ditabung untuk masa depan
220. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasNabunglah uangmu sedikit demi sedikitAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Kejujuran
221. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarJujurlah selalu dalam hidupmuAgar dipercaya semua orang
222. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan jujur setiap saatAgar hidupku tenang dan nyaman
223. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangKejujuran itu modal utamaUntuk meraih kesuksesan yang gemilang
224. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan berbohong walau satuKarena kejujuran adalah keutamaan
225. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasJujurlah selalu dalam bertuturAgar hidupmu menjadi berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kerja Keras
226. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaRajin-rajinlah bekerja dan mengajiAgar hidupmu menjadi makmur
227. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan bekerja dengan tekunAgar cita-citaku tercapai segera
228. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangKerja keras kunci kesuksesanJangan malas dan suka menyerah
229. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan mudah putus asaTerus berusaha hingga berhasil
230. Pergi ke pasar membeli nanas_Nanas yang manis rasanya segarBekerja keraslah dengan ikhlasAgar hidupmu menjadi berkah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Perbedaan
231. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburHargailah selalu perbedaanAgar hidup rukun dan damai
232. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan menghargai perbedaan setiap saatAgar hidupku penuh toleransi
233. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahPerbedaan itu indah adanyaJangan jadikan alasan perpecahan
234. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan membeda-bedakan temanKarena perbedaan membuat hidup berwarna
235. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHargailah perbedaan dengan tulusAgar hidup damai dan bebas
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Cinta Lingkungan
236. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarCintailah selalu lingkunganmuAgar alam tetap lestari
237. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menjaga lingkungan selaluAgar bumi tetap asri dan nyaman
238. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangLingkungan itu rumah kita bersamaJaga baik-baik jangan sampai rusak
239. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan merusak lingkunganKarena alam adalah warisan anak cucu
240. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasCintailah lingkungan dengan tulusAgar bumi tetap lestari dan berkah
Pantun Berbalas tentang Menghormati Orangtua
241. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaHormatilah selalu orangtuamuAgar hidupmu diberkahi
242. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menghormati orangtua setiap saatAgar hidupku penuh kebahagiaan
243. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangOrangtua itu kunci surgaJangan durhaka padanya
244. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan menyakiti orangtuaKarena ridho Allah ada pada ridho mereka
245. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarHormatilah orangtua dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kemandirian
246. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburBelajarlah untuk mandiriAgar hidupmu lebih berdaya
247. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan belajar mandiri setiap saatAgar tidak menyusahkan orang lain
248. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahKemandirian itu kunci kesuksesanJangan selalu bergantung pada orang lain
249. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan manja dan bergantungKarena mandiri membuat hidup tenang
250. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBelajarlah mandiri sejak diniAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Waktu
251. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarHargailah selalu waktumuAgar hidup lebih bermakna
252. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan menghargai waktu setiap saatAgar hidupku lebih teratur
253. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangWaktu itu ibarat pedangJika tak digunakan akan melukai diri sendiri
254. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan menyia-nyiakan waktuKarena waktu tak bisa kembali
255. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasHargailah waktu dengan tulusAgar hidupmu penuh berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Menabung
256. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaRajin-rajinlah menabung sejak diniAgar masa depanmu lebih terjamin
257. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan rajin menabung setiap saatAgar cita-citaku tercapai segera
258. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangMenabung itu kunci kesuksesanJangan boros dan suka foya-foya
259. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan boros dalam berbelanjaLebih baik ditabung untuk masa depan
260. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarNabunglah uangmu sedikit demi sedikitAgar masa depanmu lebih cerah
Pantun Berbalas tentang Kejujuran
261. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburJujurlah selalu dalam hidupmuAgar dipercaya semua orang
262. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan jujur setiap saatAgar hidupku tenang dan nyaman
263. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahKejujuran itu modal utamaUntuk meraih kesuksesan yang gemilang
264. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan berbohong walau satuKarena kejujuran adalah keutamaan
265. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasJujurlah selalu dalam bertuturAgar hidupmu menjadi berkah
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Kerja Keras
266. Pergi ke pasar membeli dukuDuku yang manis rasanya segarRajin-rajinlah bekerja dan mengajiAgar hidupmu menjadi makmur
267. Duku segar dimakan soreDinikmati bersama keluargaAku akan bekerja dengan tekunAgar cita-citaku tercapai segera
268. Makan durian di atas pohonRasanya nikmat bukan kepalangKerja keras kunci kesuksesanJangan malas dan suka menyerah
269. Durian jatuh dari dahanKulitnya tajam hati-hati memegangAku tak akan mudah putus asaTerus berusaha hingga berhasil
270. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasBekerja keraslah dengan ikhlasAgar hidupmu menjadi berkah
Pantun Berbalas tentang Menghargai Perbedaan
271. Pergi ke kebun memetik jambuJambu dipetik masih mudaHargailah selalu perbedaanAgar hidup rukun dan damai
272. Jambu muda rasanya sepatLebih enak dimakan dengan garamAku akan menghargai perbedaan setiap saatAgar hidupku penuh toleransi
273. Makan durian di tepi pantaiRasanya nikmat bukan kepalangPerbedaan itu indah adanyaJangan jadikan alasan perpecahan
274. Durian jatuh menimpa batuKulitnya pecah isinya berhamburanAku tak akan membeda-bedakan temanKarena perbedaan membuat hidup berwarna
275. Pergi ke pasar membeli nanasNanas yang manis rasanya segarHargailah perbedaan dengan tulusAgar hidup damai dan bebas
Advertisement
Pantun Berbalas tentang Cinta Lingkungan
276. Pergi ke sawah menanam padiPadi ditanam tumbuh suburCintailah selalu lingkunganmuAgar alam tetap lestari
277. Padi subur siap dipanenHasilnya melimpah membuat gembiraAku akan menjaga lingkungan selaluAgar bumi tetap asri dan nyaman
278. Memetik mangga di kebun kakekMangga dipetik masih mentahLingkungan itu rumah kita bersamaJaga baik-baik jangan sampai rusak
279. Mangga mentah rasanya masamLebih enak dimakan dengan garamAku tak akan merusak lingkunganKarena alam adalah warisan anak cucu
280. Pergi memancing di sungai jernihDapat ikan mas berwarna emasCintailah lingkungan dengan tulusAgar bumi tetap lestari dan berkah
Kesimpulan
Pantun berbalas pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai pendidikan kepada anak-anak sekolah. Melalui pantun-pantun ini, berbagai tema penting seperti semangat belajar, menghormati guru, disiplin, kejujuran, kerja keras, menghargai waktu, menabung, cinta lingkungan, dan banyak lagi dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat. Kegiatan berbalas pantun juga dapat meningkatkan kreativitas, kemampuan berbahasa, dan interaksi sosial di antara para siswa. Dengan membiasakan diri dengan pantun berbalas pendidikan, diharapkan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya dapat tertanam kuat dalam diri anak-anak dan membentuk karakter mereka menjadi lebih baik.
Advertisement
