Kecelakaan Kereta Tewaskan 50 Orang, Menteri Perhubungan Taiwan Siap Mundur

Kecelakaan kereta di Taiwan pada 2 April 2021 diakibatkan ada truk yang masuk ke rel.

oleh Tommy K. Rony diperbarui 05 Apr 2021, 07:36 WIB
Diterbitkan 05 Apr 2021, 07:30 WIB
FOTO: Bertambah, Korban Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di Taiwan Jadi 50 Orang
Petugas penyelamat memindahkan bagian dari kereta yang tergelincir dekat Ngarai Taroko di Hualien, Taiwan, Sabtu (3/4/2021). Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan melaporkan korban jiwa tabrakan kereta di Hualien bertambah hingga 50 orang dan melukai 66 lainnya. (AP Photo/Chiang Ying-ying)

Liputan6.com, Hualien - Menteri Perhubungan Taiwan, Lin Chia-lung, siap mundur usai tragedi kecelakaan kereta di Hualien. Peristiwa itu menelan setidaknya 50 nyawa.

Kecelakaan kereta ini terjadi pada Jumat kemarin (2/4). Sebuah truk tergelincir jatuh ke rel sehingga terjadi tabrakan dengan kereta.

"Saya seharunya menerima semua kritikan selama beberapa hari terakhir, tetapi kami belum melakukannya dengan baik," ujar Menhub Lin melalui Facebook pada Minggu kemarin, dilaporkan BBC, Senin (5/4/2021).

Pemerintahan Tsai Ing-wen belum menerima pengunduran diri Lin Chia-lung. Ia diminta tetap berada di posisinya

Sementara, manajer pemilik truk yang terlibat dalam kecelakaan kereta di Hualien, Taiwan, memberikan permintaan maaf. Truk yang terparkir itu tergelincir dan jatuh di rel kereta sehingga terjadi kecelakaan.

Lee Yi-hsiang (49) berkata dirinya menyesal secara mendalam dan ingin memberikan rasa maafnya yang paling tulus. Ia membaca pernyataan itu di depan rumahnya, sebelum ia dibawa oleh aparat. Lee berjanji akan kooperatif dengan dengan investigator.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Berikut:


Masinis Ikut Tewas

FOTO: Bertambah, Korban Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di Taiwan Jadi 50 Orang
Petugas penyelamat memindahkan bagian dari kereta yang tergelincir dekat Ngarai Taroko di Hualien, Taiwan, Sabtu (3/4/2021). Penumpang kereta kebanyakan turis untuk merayakan long weekend. (AP Photo/Chiang Ying-ying)

Lee Yi-hsiang merupakan anggota tim yang secara reguler memeriksa jalur kereta di bagian timur Taiwan yang bergunung. Ia mengawasi longsor serta risiko-risiko lain.

Lee sempat diperiksa oleh aparat namun dilepaskan dengan uang jaminan. Namun, ia kembali ditahan pada Minggu (4/4) karena dikhawatirkan lari. Selain itu, sebelumnya ia punya masalah kriminal.

Kereta dengan delapan gerbong itu berjalan dari Taipei menuju Taitung. Evakuasi masih berlanjut.

Masinis kereta ikut tewas dalam kejadian tersebut. Penumpang berkata sempat mendengar suara klakson sebelum tabrakan terjadi.

Otoritas transportasi Taiwan berkata masinis telah melihat truk tersebut, tetapi hanya ia hanya memiliki paling banyak 10 detik untuk bermanuver, sehingga tak ada cukup jarak untuk menarik rem darurat.


3 Hari Berkabung

Kecelakaan Kereta Taiwan
Keluarga korban kecelakaan kereta dekat Ngarai Taroko di Hualien, Taiwan, Sabtu (3/4/2021). Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan melaporkan korban jiwa tabrakan kereta di Hualien bertambah hingga 50 orang dan melukai 66 lainnya. (AP Photo/Chiang Ying-ying)

Taiwan menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari untuk mengenang korban kecelakaan. 

Peristiwa kecelakaan kereta Hualien adalah insiden kecelakaan kereta api yang terburuk di Taiwan selama beberapa dekade terakhir. 

Beberapa survivor dari peristiwa ini kehilangan seluruh anggota keluarga mereka. 

Presiden Tsai Ing-wen sudah mengunjungi korban-korban dari peristiwa ini. Ia pun berterima kasih pada personel kesehatan yang aktif memberikan pertolongan.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya