Ledakan Tambang di Spanyol Tewaskan 5 Orang, Sejumlah Pekerja Masih Hilang

Setidaknya empat orang lainnya terluka dan pencarian sedang dilakukan untuk mencari pekerja yang hilang dalam ledakan tambang di Spanyol.

Liputan6.com, Madrid - Sedikitnya lima orang tewas dan dua orang hilang setelah ledakan di sebuah tambang di Spanyol utara, kata pihak berwenang seperti dikutip dari BBC.

Ledakan itu terjadi di tambang Cerredo di Degaña, Asturias, sekitar 450 km (278 mil) barat laut Madrid pada Senin (31/3/2025) sekitar pukul 09:30 (07:30 GMT). Layanan darurat setempat mengatakan mereka telah diberitahu tentang "masalah dengan mesin" di tambang tersebut.

Setidaknya empat orang lainnya terluka dan pencarian sedang dilakukan untuk mencari pekerja yang hilang. Ambulans, pemadam kebakaran dan layanan penyelamatan telah dikirim ke lokasi kejadian.

Brigade penyelamat pertambangan juga telah mengerahkan unit anjingnya. Korban luka dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan.

Media lokal, mengutip juru bicara Asturian, melaporkan bahwa para pekerja berada di tambang tersebut berdasarkan izin untuk mengekstraksi mineral untuk menghasilkan grafit.

Menurut ABC España, lokasi tersebut pernah menjadi tambang besar sebelum ditutup pada tahun 2018, dan sejak itu sering digunakan oleh perusahaan swasta untuk mengekstraksi mineral antrasit.

Belum diketahui berapa banyak orang yang berada di tambang saat ledakan terjadi.

Presiden Asturias Adrián Barbón memerintahkan dua hari berkabung di wilayah tersebut.

Rencana perlindungan sipil di kawasan ini, yang dirancang untuk mengendalikan keadaan darurat, diaktifkan pada tingkat terendah. Hal ini menunjukkan situasi lokal yang mungkin dikendalikan oleh sumber daya yang tersedia.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.“Saya mendoakan kesembuhan yang cepat bagi mereka yang terluka,” tulisnya di X.

Produksi Liputan6.com