Liputan6.com, Canberra - Seorang pria Australia berusia 24 tahun, Emmanuel Lidden, menghadapi ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara setelah memesan sampel plutonium secara online. Ia ditangkap di rumah orang tuanya di Sydney dalam operasi besar yang melibatkan petugas Bea Cukai Australia, pemadam kebakaran, polisi, dan paramedis.
Lidden mengaku bersalah atas pelanggaran hukum non-proliferasi nuklir dengan mengimpor plutonium ke negaranya. Namun, pengacaranya, John Sutton, menegaskan bahwa kliennya bukanlah ilmuwan gila atau seseorang dengan niat jahat, melainkan sekadar "sains nerd" yang berambisi mengoleksi semua elemen dalam tabel periodik, termasuk yang bersifat radioaktif.
Advertisement
Baca Juga
"Ia tidak memiliki niat buruk saat mengimpor atau memiliki barang ini… Ini adalah kesalahan murni akibat ketidaktahuannya," ujar Sutton dalam sidang di Pengadilan Distrik Downing Centre, Sydney, seperti dikutip dari laman Oddity Central, Kamis (3/4/2025).
Advertisement
Menurut Sutton, Lidden merupakan kolektor yang memiliki banyak koleksi prangko, uang kertas, dan koin. Namun, jaksa berpendapat bahwa memesan plutonium secara ilegal bisa menciptakan pasar yang berbahaya di Australia.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Lidden membeli sampel plutonium dari situs sains berbasis di AS dan mengirimnya ke rumah orang tuanya. Pengacaranya menyoroti bahwa paket tersebut memiliki nama dan alamat lengkap Lidden, yang menunjukkan bahwa ia tidak berusaha menyembunyikan pembeliannya.
Berujung Kehilangan Pekerjaan
Pihak berwenang sudah mengetahui isi paket tersebut sebelum tiba di Australia. Namun, alih-alih langsung menyita paket dan meminta klarifikasi, mereka justru membiarkan pengiriman berlangsung dan menggelar operasi besar untuk menangkap Lidden.
"Respon ini sangat berlebihan mengingat pihak berwenang sudah tahu apa yang terjadi," kata Sutton.
"Alih-alih memberikan kesempatan untuk mengembalikan barang tersebut, mereka langsung mengambil tindakan besar-besaran."
Sejak kasus ini mencuat, Lidden kehilangan pekerjaannya sebagai masinis trainee dan kini bekerja di restoran cepat saji. Putusan hukuman terhadapnya akan disampaikan oleh Hakim Leonie Flannery pada 11 April mendatang.
Advertisement
