Liputan6.com, Jakarta - Apa yang terjadi jika kaki tiba-tiba bengkak dan terasa nyeri setelah perjalanan panjang? Seorang pria 65 tahun mengalami hal ini setelah naik kereta api dari Surabaya. Pemeriksaan medis mengungkapkan kondisi serius, yaitu Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah di pembuluh darah dalam. Kondisi ini hampir berujung fatal, hingga membutuhkan tindakan kateterisasi jantung untuk menyelamatkan nyawanya.
DVT disebabkan oleh terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah dalam, biasanya di kaki. Berbagai faktor meningkatkan risiko, termasuk kurangnya pergerakan, cedera pembuluh darah, kondisi medis tertentu seperti obesitas dan merokok, faktor genetik, dan peradangan. Bahkan hal sederhana seperti duduk terlalu lama dapat memperlambat aliran darah dan meningkatkan risiko pembentukan gumpalan.
Kasus pria 65 tahun tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap gejala DVT. Dokter Vito Anggarino Damay, SpJP(K), M.Kes, AIFO-K, menjelaskan betapa seriusnya kondisi ini. Penurunan saturasi oksigen hingga 70 persen dan tekanan darah rendah menunjukkan betapa gawatnya situasi tersebut. Untungnya, tindakan cepat menyelamatkan nyawanya.
Advertisement
Mengenal Deep Vein Thrombosis (DVT) Lebih Dekat
DVT adalah kondisi serius yang ditandai dengan terbentuknya gumpalan darah di vena dalam, umumnya di kaki. Jika gumpalan ini lepas dan menuju paru-paru, dapat menyebabkan emboli paru (PE), kondisi yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala dan faktor risiko DVT.
Beberapa faktor risiko utama DVT meliputi: kurang gerak (misalnya, duduk atau berbaring lama), cedera pembuluh darah akibat operasi atau trauma, kondisi medis seperti obesitas, merokok, dan masalah jantung, riwayat keluarga DVT, serta gangguan pembekuan darah. Perlu diingat bahwa kombinasi beberapa faktor dapat meningkatkan risiko secara signifikan.
Gejala DVT seringkali tidak kentara, sehingga seringkali diabaikan. Pembengkakan pada satu kaki, nyeri berat dan menetap, perubahan warna kulit (kemerahan atau kebiruan), dan sensasi hangat di area yang terkena adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala ini.
"Kaki bengkak dan nyeri sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda serius dari Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah di pembuluh darah dalam. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berujung pada komplikasi fatal, seperti emboli paru yang mengancam nyawa." Kata dr. Vito.
Advertisement
Emboli Paru: Komplikasi Fatal DVT
Emboli paru (PE), komplikasi serius dari DVT, terjadi ketika gumpalan darah dari vena dalam berpindah ke paru-paru. Gejala PE meliputi sesak napas mendadak, nyeri dada tajam saat bernapas, detak jantung cepat, dan pusing hingga pingsan. PE merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Penanganan DVT biasanya melibatkan obat antikoagulan untuk mencegah bekuan darah membesar atau terbentuk kembali. Penting untuk diingat bahwa obat pengencer darah untuk DVT berbeda dengan yang digunakan untuk serangan jantung. Jangan pernah mengonsumsi obat ini tanpa resep dan pengawasan dokter.
Selain pengobatan medis, penggunaan kaus kaki kompresi (compression stocking) dapat membantu melancarkan aliran darah, mengurangi pembengkakan, dan menurunkan risiko DVT. Kaus kaki kompresi sangat direkomendasikan bagi mereka yang sering duduk lama, pasien pascaoperasi, dan orang dengan riwayat gangguan pembuluh darah.
Pencegahan DVT: Langkah-langkah Sederhana Namun Penting
Mencegah DVT lebih baik daripada mengobatinya. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan:
- Bergerak aktif, terutama jika Anda sering duduk dalam waktu lama.
- Minum cukup air untuk menjaga darah tetap encer.
- Gunakan compression stocking saat perjalanan jauh.
- Hindari rokok dan alkohol, karena dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.
DVT bukanlah kondisi yang ringan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter. Jangan abaikan kesehatan pembuluh darah Anda. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal.
Jaga kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda, cegah DVT sebelum terlambat!
Advertisement
