3 Penyakit Langganan Anak Saat Mudik dan Cara Mengatasinya

Selain demam, ini penyakit yang rentan menyerang anak saat bepergian jauh termasuk mudik Lebaran. Pastikan membawa obat yang biasa dikonsumsi serta kenali tanda mesti dibawa ke dokter.

oleh Tim Health Diperbarui 30 Mar 2025, 07:47 WIB
Diterbitkan 30 Mar 2025, 07:29 WIB
Ilustrasi sakit demam/freepik.com/karlyukav
3 penyakit yang kerap terjadi pada anak saat bepergian jauh termasuk mudik dan saran dokter untuk menghadapinya. (Sumber: Freepik//karlyukav).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Dokter spesialis anak Ackni Hartati mengatakan orangtua mesti bisa melihat risiko kesehatan yang kerap dialami sang anak bila bepergian jauh atau mudik Lebaran. Sehingga orangtua sudah bisa menyiapkan dari rumah obat-obatan yang biasa digunakan anak. 

Salah kondisi kesehatan yang kerap dialami anak adalah demam. Maka dari itu Ackni mengatakan bila anak demam maka harus membawa obat parasetamol yang sudah diketahui dosisnya. Obat parasetamol lebih aman karena tidak merangsang masalah pada lambung. 

Jika anak sudah meminum parasatemol tidak kunjung turun disarankan dibawa ke rumah sakit. Baik itu anak dengan riwayat kejang maupun tidak kejang.

"Kalau panasnya di atas 38,5 dikasih obat panas sudah 4 sampai 6 jam tidak turun-turun, itu boleh segera dibawa ke rumah sakit," kata Ackni. 

Masalah Pencernaan

Ackni mengatakan selanjutnya masalah gangguan pencernaan seperti diare juga bisa terjadi pada anak saat bepergian termasuk mudik. Hal ini lantaran kerap disebabkan mengonsumsi makanan yang dibeli atau dikonsumsi tidak bersih atau tidak segar.

Diare pada anak terutama bayi adalah hal yang perlu diwaspadai. Apabila anak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, bahkan bisa mengalami gangguan elektrolit.

"Bila kencingnya sedikit atau ketika pipis warnanya agak pekat, itu berarti tanda dehidrasi atau anaknya jadi lebih lemas. Maka itu bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat selama perjalanan," ujarnya mengutip Antara.

 

 

Promosi 1

ISPA dan Batuk

cara meredakan batuk pada anak
Anak batuk saat mudik ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Selanjutnya, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) atau seperti batuk pilek. Kondisi ini rentan terjadi pada anak terutama yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

"Kalau misalnya hanya batuk-batuk biasa, anaknya masih lari-lari, masih mau makan minum, kencingnya juga masih banyak, udah itu aman-aman saja sih," katanya.

Jika memang bepergian jauh menggunakan motor maka harus memakai masker. Namun, jika sudah terjadi batuk pilek disertai sesak napas atau pernafasan cepat harus dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kalau dia sesak atau nafas cepat, itu biasanya kegawatan pada saluran pernafasan. Napasnya itu berdasarkan usia kalau misalnya di atas 1 tahun biasanya lebih dari 40 kali dalam 1 menit," ucapnya.

"Jadi dilihat napasnya jadi ada kayak bantuan nafas atau kayak ada usaha nafas, agak berat atau bunyi ngik..ngik. Itu takutnya dia memang membutuhkan fasilitas khusus, jadi harus dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

 

Ruam Popok pada Bayi

Apabila mudik dengan bayi atau anak-anak yang masih menggunakan diapers atau popok sekali pakai harus diperhatikan. Upayakan untuk rutin mengganti popok yakni digantidiganti sekitar 3 sampai dengan 4 jam sekali untuk mencegah mengalami ruam popok.

"Kalau misalnya hanya batuk-batuk biasa, anaknya masih lari-lari, masih mau makan minum, kencingnya juga masih banyak, udah itu aman-aman saja sih," katanya.

Infografis Daftar Rest Area Unik di Sepanjang Jalur Mudik Pulau Jawa
Infografis Daftar Rest Area Unik di Sepanjang Jalur Mudik Pulau Jawa. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya