Doa Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal, Rahmat dan Ampunan dari Allah SWT

Kehilangan orang tua adalah duka mendalam, namun mendoakan mereka dengan doa kedua orang tua yang sudah meninggal merupakan bentuk bakti dan harapan terbaik di akhirat.

oleh Woro Anjar Verianty Diperbarui 27 Feb 2025, 09:30 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 09:30 WIB
Doa Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal
Ilustrasi Berdoa Credit: pexels.com/Rodnae... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Sebagai seorang anak yang berbakti, mendoakan orang tua merupakan salah satu bentuk bakti yang tidak akan pernah terputus. Doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal menjadi sangat penting karena melalui doa tersebut kita masih dapat memberikan manfaat bagi mereka meskipun telah berpulang ke rahmatullah. Islam sangat menganjurkan anak untuk senantiasa mendoakan orang tuanya sebagai bentuk bakti yang dapat terus dilakukan bahkan setelah mereka tiada.

Dalam ajaran Islam, doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal termasuk ke dalam amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir. Rasulullah SAW menegaskan melalui hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa ketika seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya terputus kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal dalam memberikan kebaikan bagi mereka di alam kubur.

Seorang anak memiliki kewajiban untuk mendoakan orang tuanya, terlebih jika mereka sudah meninggal dunia. Doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal tidak hanya memberi manfaat bagi yang didoakan, tetapi juga menjadi bentuk bakti dan pengakuan atas jasa-jasa mereka selama hidup. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai doa-doa yang dapat diamalkan untuk mendoakan orang tua yang telah berpulang, adab dalam berdoa, serta keutamaan dari amalan tersebut.

Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini, dalam rangkuman yang telah Liputan6.com susun pada Kamis (27/2).

Keutamaan Mendoakan Orang Tua yang Telah Meninggal

Anak Berdoa
Ilustrasi anak berdoa (Sumber: Pinterest/Aboutislam.net)... Selengkapnya

Mendoakan orang tua yang telah meninggal merupakan salah satu bentuk berbakti yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berbakti kepada orang tua tidak hanya dilakukan ketika mereka masih hidup, tetapi juga setelah mereka tiada. Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan bakti tersebut adalah dengan mendoakan mereka.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh." (HR Muslim)

Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa doa anak yang saleh termasuk ke dalam amal jariyah yang tidak akan terputus meski seseorang telah meninggal dunia. Artinya, doa yang dipanjatkan oleh seorang anak untuk orang tuanya yang telah meninggal akan terus memberikan manfaat dan pahala bagi mereka di alam kubur.

Selain itu, dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya mendoakan orang tua yang telah meninggal sebagai salah satu bentuk berbakti:

"Jika orang tua yang sudah meninggal masih ada cara berbakti yang harus dilakukan seorang anak, yakni dengan mendoakan mereka untuk keselamatan dan pengampunan, memenuhi janji, membayar utang-utang mereka, dan menjalin silaturahmi dengan kerabat dan sahabatnya." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Mendoakan orang tua yang telah meninggal juga menjadi bentuk pengakuan dan rasa syukur atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan selama hidup. Dengan mendoakan mereka, seorang anak seolah-olah mengatakan bahwa jasa-jasa orang tua tidak akan pernah dilupakan dan selalu dikenang dengan penuh kebaikan.

 

Bacaan Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal

Terdapat beberapa doa yang dapat diamalkan untuk mendoakan kedua orang tua yang sudah meninggal. Doa-doa ini dapat dibaca kapan saja, baik setelah shalat fardhu, di waktu-waktu mustajab, maupun saat berziarah ke makam orang tua. Berikut adalah beberapa doa yang dapat diamalkan:

1. Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Versi Pendek

Doa pendek ini sering dibaca dan sangat mudah untuk dihafalkan, sehingga dapat diamalkan secara rutin:

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Arab latin: Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa

Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil."

Doa ini sangat mendalam maknanya, karena mengingatkan kita akan kasih sayang orang tua ketika membesarkan kita semasa kecil. Dengan memohon agar Allah SWT menyayangi orang tua kita sebagaimana mereka menyayangi kita, kita mengakui betapa besarnya pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan.

2. Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Versi Panjang

Untuk yang ingin mendoakan orang tua dengan doa yang lebih lengkap, berikut adalah doa versi panjang yang dapat diamalkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Arab latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi 'alaynā.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."

Setelahnya dilanjut dengan membaca doa berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

Arab latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā'ata 'alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa'at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat."

Doa panjang ini tidak hanya mendoakan kedua orang tua, tetapi juga mencakup seluruh muslim dan mukmin yang telah meninggal dunia. Namun, doa ini secara khusus menyebutkan orang tua, kakek, nenek, dan guru sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjasa dalam hidup kita.

Sebagai penutup doa, sangat dianjurkan untuk membaca doa sapu jagat, sholawat Nabi, dan membaca surah Al-Fatihah. Hal ini akan melengkapi doa yang telah dipanjatkan dan menyempurnakan permohonan kita kepada Allah SWT.

Adab dalam Berdoa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal

Dalam Islam, berdoa memiliki adab atau etika tertentu yang perlu diperhatikan agar doa tersebut lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Adab-adab ini juga berlaku ketika mendoakan kedua orang tua yang sudah meninggal. Berikut adalah beberapa adab yang perlu diperhatikan saat berdoa:

1. Memilih Waktu yang Mustajab

Waktu-waktu tertentu memiliki keutamaan untuk berdoa. Memilih waktu-waktu mustajab (waktu dikabulkannya doa) akan meningkatkan kemungkinan doa tersebut dikabulkan. Beberapa waktu mustajab untuk berdoa antara lain:

  • Sepertiga malam terakhir
  • Antara adzan dan iqamah
  • Setelah shalat fardhu
  • Ketika hujan turun
  • Pada hari Jumat, terutama di waktu antara Ashar dan Maghrib
  • Saat berbuka puasa
  • Ketika sedang bersujud

Mendoakan orang tua yang telah meninggal pada waktu-waktu tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.

2. Berada dalam Kondisi Suci

Dalam berdoa, dianjurkan untuk berada dalam kondisi suci, yaitu telah berwudhu. Kesucian fisik akan membantu kesucian hati dan pikiran saat bermunajat kepada Allah SWT. Ketika mendoakan orang tua yang telah meninggal, usahakan untuk berwudhu terlebih dahulu agar doa tersebut lebih khusyuk dan lebih berpeluang untuk dikabulkan.

3. Menghadap Kiblat

Menghadap kiblat saat berdoa merupakan salah satu adab yang dianjurkan dalam Islam. Kiblat merupakan arah yang dijadikan orientasi umat Islam dalam beribadah, sehingga menghadap ke arah tersebut saat berdoa akan menambah fokus dan kesungguhan dalam bermunajat.

4. Bersuara Santun

Dalam berdoa, dianjurkan untuk bersuara dengan santun, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu pelan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 55:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Bersuara santun saat berdoa menunjukkan adab dan penghormatan kepada Allah SWT, serta menjaga kekhusyukan dalam berdoa.

5. Merendahkan Diri

Merendahkan diri atau tawadhu' saat berdoa merupakan sikap yang disukai oleh Allah SWT. Dengan merendahkan diri, seorang hamba mengakui kelemahannya dan berserah sepenuhnya kepada kekuasaan Allah SWT. Saat mendoakan orang tua yang telah meninggal, merendahkan diri juga menjadi bentuk pengakuan akan jasa-jasa mereka yang tak terhingga.

6. Meyakini Doa Akan Dikabulkan

Salah satu adab penting dalam berdoa adalah meyakini bahwa doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak khusyuk." (HR. Tirmidzi)

Dengan keyakinan penuh, doa yang dipanjatkan untuk orang tua yang telah meninggal akan lebih khusyuk dan lebih berpeluang untuk dikabulkan.

7. Memulai Doa dengan Memuji Allah SWT

Sebelum memanjatkan permohonan, dianjurkan untuk memulai doa dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam berbagai hadits. Dengan memuji Allah SWT terlebih dahulu, seorang hamba menunjukkan penghambaan dan ketaatannya kepada Sang Pencipta.

Waktu-Waktu Terbaik untuk Mendoakan Orang Tua yang Telah Meninggal

Mendoakan orang tua yang telah meninggal dapat dilakukan kapan saja, namun terdapat beberapa waktu yang memiliki keutamaan khusus untuk mendoakan mereka. Berikut adalah beberapa waktu terbaik untuk mendoakan orang tua yang telah meninggal:

1. Setelah Shalat Fardhu

Waktu setelah shalat fardhu, terutama setelah shalat Maghrib dan Subuh, merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Setelah menunaikan kewajiban kepada Allah SWT, seorang hamba berada dalam kondisi yang dekat dengan-Nya, sehingga doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut lebih berpeluang untuk dikabulkan.

Mendoakan orang tua yang telah meninggal setelah shalat fardhu dapat menjadi rutinitas harian yang mudah dilakukan. Cukup dengan membaca doa pendek yang telah disebutkan sebelumnya, seorang anak telah melakukan bakti kepada orang tuanya yang telah tiada.

2. Saat Berziarah ke Makam

Berziarah ke makam orang tua merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Saat berziarah, seorang anak dapat mendoakan orang tuanya secara langsung di tempat peristirahatan terakhir mereka. Hal ini dapat menjadi momen yang khusyuk dan penuh makna untuk mengingat kembali jasa-jasa orang tua dan mendoakan kebaikan bagi mereka di alam kubur.

Saat berziarah, selain membaca doa-doa yang telah disebutkan sebelumnya, juga dianjurkan untuk membaca surah Yasin atau ayat-ayat Al-Qur'an lainnya yang dihafalkan. Bacaan Al-Qur'an tersebut akan menjadi hadiah yang bermanfaat bagi orang tua yang telah meninggal.

3. Pada Hari Jumat

Hari Jumat memiliki keutamaan khusus dalam Islam. Pada hari ini, terdapat saat-saat tertentu yang mustajab untuk berdoa, terutama pada waktu antara Ashar dan Maghrib. Mendoakan orang tua yang telah meninggal pada hari Jumat, terutama pada waktu mustajab tersebut, dapat menjadi amalan rutin mingguan yang sangat bermanfaat.

4. Pada Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Doa yang dipanjatkan pada bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Mendoakan orang tua yang telah meninggal pada bulan Ramadhan, khususnya pada malam Lailatul Qadr, merupakan kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Pada malam tersebut, Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan-Nya secara berlimpah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

5. Setelah Melakukan Amal Saleh

Mendoakan orang tua yang telah meninggal setelah melakukan amal saleh, seperti bersedekah, membaca Al-Qur'an, atau melakukan ibadah-ibadah sunnah lainnya, juga sangat dianjurkan. Dengan niat menghadiahkan pahala amal saleh tersebut kepada orang tua yang telah meninggal, seorang anak dapat memberikan manfaat yang berlipat ganda bagi mereka di alam kubur.

Mendoakan orang tua yang telah meninggal merupakan bentuk bakti dan kasih sayang yang tak ternilai harganya. Dengan memanjatkan doa-doa yang tulus dan ikhlas, kita berharap Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik bagi mereka di akhirat. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi pengingat bagi kita untuk selalu mendoakan orang tua kita.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya