Jadi Film Animasi Terlaris 2025, Siapa Ne Zha dalam Mitologi Tiongkok?

Ne Zha, dewa pelindung dalam mitologi Tiongkok, kembali populer berkat film animasi 'Ne Zha 2' yang meraih kesuksesan luar biasa.

oleh Fadila Adelin Diperbarui 25 Mar 2025, 15:07 WIB
Diterbitkan 25 Mar 2025, 15:07 WIB
Film Animasi 'NE ZHA 2' Laris Manis, Raup Pendapatan USD1,4 Miliar. (credit: imdb)
Film Animasi 'NE ZHA 2' Laris Manis, Raup Pendapatan USD1,4 Miliar. (credit: imdb)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Film animasi 'Ne Zha 2' telah mencuri perhatian banyak penonton di seluruh dunia, menjadi salah satu film terlaris tahun 2025. Dengan visual yang menakjubkan dan cerita yang menarik, film ini berhasil menghidupkan kembali kisah Ne Zha, sosok legendaris dalam mitologi Tiongkok. Ne Zha, yang dikenal sebagai dewa pelindung, memiliki sejarah panjang yang menarik dan telah menjadi bagian dari budaya Tiongkok selama berabad-abad.

Di dalam film ini, penonton diajak untuk menyaksikan petualangan Ne Zha yang penuh aksi dan emosi, menggambarkan perjuangannya melawan berbagai makhluk jahat. Meskipun film ini mengadaptasi kisah dari mitologi, banyak elemen modern yang ditambahkan, membuatnya relevan dengan generasi saat ini. Ini adalah contoh bagaimana mitologi kuno dapat dihidupkan kembali dan diinterpretasikan dalam konteks yang lebih kontemporer.

Kisah Ne Zha tidak hanya menarik perhatian di layar lebar, tetapi juga mengungkapkan nilai-nilai penting tentang keberanian, pengorbanan, dan pencarian identitas. Dengan latar belakang yang kaya dalam mitologi Tiongkok, Ne Zha telah menjadi simbol perjuangan melawan takdir dan kekuatan jahat. Mari kita telusuri lebih dalam siapa sebenarnya Ne Zha dan bagaimana ia menjadi sosok ikonik dalam budaya Tiongkok. Berikut Liputan6.com ulas seperti yang telah dilansir dari Shen Yun Performing Arts, Selasa (25/03/2025). 

Promosi 1

Bocah Ajaib dalam Mitologi Tiongkok

Ne Zha adalah sosok yang dikenal sebagai bocah ajaib dalam mitologi Tiongkok. Ia lahir dengan kekuatan super dan memiliki kemampuan luar biasa, membuatnya berbeda dari anak-anak biasa. Sejak kecil, Ne Zha digambarkan sebagai sosok yang pemberani dan sedikit nakal, tetapi di balik semua itu, ia memiliki hati yang baik. Kisahnya sering kali menggambarkan perjuangannya melawan berbagai makhluk jahat, serta konflik dengan ayahnya, Li Jing, yang merupakan seorang jenderal. Ne Zha kemudian diangkat menjadi murid Dewa Tao dan dianugerahi sebuah benda ajaib yang disebut Qian Kun Lun atau Roda Kosmis 

Asal-usul nama Ne Zha sendiri berasal dari bahasa Sanskerta, 'Nalakuvara', yang merupakan tokoh dalam mitologi Hindu. Nama ini mengalami transformasi selama penyebaran agama Buddha di Tiongkok, hingga akhirnya dikenal sebagai Ne Zha. Dalam tradisi Taoisme, ia dikenal sebagai Marsekal Altar Tengah, sedangkan dalam Buddhisme Tiongkok, ia dijuluki 'Pangeran Teratai Ketiga'. Ne Zha telah diintegrasikan ke dalam berbagai tradisi keagamaan, menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan masyarakat Tiongkok.

Legenda Ne Zha dan Raja Naga Laut Timur

Salah satu legenda paling terkenal tentang Ne Zha yang membuat Marah Raja Naga Laut Timur. Suatu hari Ne Zha memutuskan untuk mandi di laut. Masih tidak sadar dengan kekuatan benda ajaibnya, Ne Zha mengibaskan Roda Kosmiknya yang kemudian menyebabkan guncangan yang sangat besar di bawahnya. Gempa tersebut kemudian mengguncang Istana Raja Naga Laut Timur yang berada di bawah laut. 

Raja Naga Laut naik pitam dan berniat melaporkan tindakan Ne Zha ke Maharaja Giok, pemimpin tertinggi alam semesta. Namun dengan kekuatan ajaibnya Ne Zha berhasil mencapai gerbang Istana Maharaja Giok terlebih dahulu dan mencegat Raja Naga Laut Timur. Dia menangkap dan melancarkan serangan kepada Raja Naga sebelum Raja Naga berhasil melaporkan tindakannya. 

Konflik ini tidak hanya menyoroti kekuatan fisik Ne Zha, tetapi juga perjuangannya untuk menemukan tempatnya di dunia. Ia harus menghadapi tantangan dan rintangan yang menguji keberaniannya, serta hubungan rumit dengan orang tuanya. Meskipun Ne Zha terlibat dalam pertempuran melawan ayahnya sendiri, Li Jing, akhirnya mereka berdamai, menunjukkan tema penting tentang pengorbanan dan rekonsiliasi dalam kisahnya.

Dengan kisah yang kaya akan nilai-nilai moral dan spiritual, Ne Zha tetap menjadi sosok yang relevan hingga saat ini. Film animasi 'Ne Zha 2' yang sukses menunjukkan bahwa mitologi ini tidak hanya menarik bagi generasi sekarang, tetapi juga memiliki makna yang mendalam yang dapat diambil oleh semua orang.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya