Liputan6.com, Jakarta Pernah enggak kamu tanpa sadar menyentuh wajah saat ngobrol? Entah itu mengusap hidung, menopang dagu, atau bahkan memainkan rambut. Gerakan-gerakan kecil ini, seringkali tanpa disadari, ternyata menyimpan makna psikologis yang cukup dalam dan bisa menjadi sinyal tersembunyi dari emosi atau pikiran kita.
Menurut para pakar komunikasi seperti Ruben, Brent D. dan Stewart, Lea P. dalam buku Communication and Human Behaviour, komunikasi nonverbal—termasuk ekspresi wajah dan sentuhan—adalah bagian penting dalam menyampaikan pesan yang tidak terucap. Salah satu salurannya disebut haptics, yaitu bentuk komunikasi melalui sentuhan atau kontak fisik.
Sementara itu, Emmert dan Donaghy menambahkan bahwa sentuhan bisa jadi cerminan sikap pribadi, baik positif maupun negatif. Durasi dan frekuensinya bahkan bisa menunjukkan seberapa dekat hubungan antara dua orang.
Advertisement
Namun, penting untuk diingat bahwa interpretasi bahasa tubuh, termasuk kebiasaan menyentuh wajah tidaklah mutlak. Satu gerakan tidak bisa berdiri sendiri sebagai indikator pasti suatu emosi atau niat. Konteks percakapan, ekspresi wajah lainnya, dan bahasa tubuh secara keseluruhan perlu dipertimbangkan.
Nah, artikel Liputan6.com ini akan mengungkap beberapa interpretasi kebiasaan tersebut berdasarkan sudut pandang psikologi dan pakar komunikasi.
Arti Menyentuh Wajah Saat Berbicara
Berikut beberapa makna umum kebiasaan menyentuh wajah saat bicara menurut psikologi:
- Tanda Stres atau Kecemasan: Menggosok pelipis, menyentuh dahi, atau mengusap mata seringkali merupakan self-soothing gesture, upaya tubuh untuk menenangkan diri saat gugup atau tertekan. Sentuhan ringan di wajah dapat meredakan stres lewat aktivasi saraf tertentu. Menurut Joe Navarro, mantan agen FBI, sentuhan di ujung hidung bisa jadi refleks neurologis untuk meredakan stres saat ditanya sesuatu yang sensitif.
- Mencoba Menyembunyikan Sesuatu: Menutupi mulut atau mengusap hidung bisa jadi sinyal seseorang belum ingin berbagi secara terbuka. Ini bukan selalu berarti berbohong, tetapi mungkin sedang menyimpan emosi atau informasi tertentu.
- Sedang Berpikir atau Merenung: Pernah lihat orang meletakkan tangan di dagu sambil menatap kosong? Itu tandanya otak mereka sedang aktif menganalisis atau mempertimbangkan sesuatu. Sentuhan ke wajah, terutama di area dagu atau pipi, sering muncul saat seseorang sedang menyusun ide atau mengambil keputusan.
- Tanda-Tanda Berbohong? Beberapa ahli bahasa tubuh menyebutkan bahwa menyentuh wajah—khususnya area mulut dan hidung—bisa terjadi saat seseorang sedang berbohong. Gerakan ini muncul karena adanya tekanan mental saat mencoba meyakinkan lawan bicara. Tapi ingat, tanda ini bukan bukti pasti ya. Perlu dilihat dari konteks dan gestur lainnya juga.
- Menunjukkan Ketertarikan atau Rasa Nyaman: Tapi tidak semua gerakan menyentuh wajah bersifat negatif. Dalam situasi tertentu, itu bisa jadi tanda ketertarikan atau rasa nyaman. Misalnya, saat seseorang benar-benar tertarik dalam percakapan, mereka mungkin memainkan rambut atau menyentuh pipi secara halus. Gestur ini menunjukkan bahwa mereka menikmati momen tersebut. Dalam suasana santai dan akrab, gerakan seperti ini mencerminkan rasa ingin tahu dan kehangatan, walaupun sering dilakukan tanpa sadar.
Advertisement
Apa Kata Tubuhmu Hari Ini?
Menyentuh wajah bisa menjadi jendela kecil untuk memahami apa yang sedang kamu rasakan. Mulai dari stres, menyimpan rahasia, hingga rasa suka pada lawan bicara—semua bisa "terbaca" dari gestur ini.
Tips buat kamu:
- Mulai lebih sadar terhadap bahasa tubuh sendiri saat ngobrol.
- Amati gestur lawan bicara dengan empati, bukan curiga.
- Gunakan pemahaman ini untuk membangun komunikasi yang lebih peka dan manusiawi.
Tubuh kita sering bicara lebih jujur daripada mulut. Jadi, kalau kamu sadar sedang menyentuh wajah saat ngobrol, coba tanya diri sendiri: "Apa yang sebenarnya sedang aku rasakan?”
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461692/original/009078500_1767429459-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-03T151529.802.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460142/original/096008400_1767236844-cpsn_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4143364/original/059306900_1662019531-Pertamina.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5189226/original/019724800_1744769301-pexels-helenalopes-3215527.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5189227/original/011929000_1744769303-pexels-mikhail-nilov-7988691.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454125/original/099230800_1766550476-Lagidiskon__desktop-mobile__356x469_-_Button_Share.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440993/original/051183300_1765449665-pexels-thirdman-7651922.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440955/original/025438100_1765448041-pexels-chevanon-302894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436532/original/045182500_1765177568-pexels-maksgelatin-4824424.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436514/original/029918400_1765176856-pexels-ken-tomita-127057-389818.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1429293/original/037383000_1481114577-20161207--Laptop-Acer-Seharga-20-Juta-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436096/original/000714800_1765162370-pexels-photo-1740919.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4800209/original/049531900_1712900090-shutterstock_2286683503.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442113/original/056839600_1765528039-Ilustrasi_smartphone__tablet__dan_laptop.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441514/original/073297500_1765510798-Depositphotos_547538726_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429431/original/070225500_1764586417-pexels-yankrukov-9072212.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434294/original/022663100_1764921813-Depositphotos_209735730_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5424660/original/045643900_1764150556-IMG-20251126-WA0006.jpg)