Liputan6.com, Jakarta - Menindaklanjuti adanya laporan mengenai keterlibatan oknum polisi yang melakukan praktik manipulasi formulir C1, tim advokasi pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta akan membentuk tim khusus pencari fakta ke 3 daerah. Tim tersebut akan mengecek kebenaran adanya dugaan keterlibatan anggota Polri yang diduga mendukung pasangan capres tertentu.
"Karena pentingnya kasus ini, besok (Senin 14 Juli 2014) kami akan mengirim tim khusus pencari fakta yang masing-masing beranggotakan 3 orang ke daerah yang bersangkutan," ujar anggota tim advokasi Prabowo-Hatta Habiburokhman di Hotel Intercontinental, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (13/7/2014).
Habib mengatakan, tim yang akan diterjunkan hari ini nantinya akan menemui pihak-pihak terkait, mengumpulkan bukti dan mendokumentasikan keterangan para saksi.
"Tentu keterangan saksi itu nomor satu dalam hukum kita, karena walau bagaimanapun laporan yang diterima belum tentu benar, supaya yakin apa yang terjadi, tim pencari fakta meluncur ke lokasi, mengumpulkan bukti dan wawancara saksi-saksi," ucapnya.
Terkait adanya aduan tersebut, ia mengingatkan kepada Kapolri untuk bersikap tegas terhadap ketidaknetralan jajaran di bawahnya.
"Terhadap indikasi ketidaknetralan, Kapolri juga harus bersikap proaktif dan tidak sekadar menerima laporan dari daerah tersebut," ucapnya.
Dengan munculnya beberapa aduan yang diterima, bila laporan tersebut terbukti kebenarannya, Habib mencurigai adanya instruksi dari atasan untuk memihak kepada capres tertentu.
"Yang aneh, informasi dan aduan yang kami terima seragam, tapi tempatnya berjauhan. Saya khawatir, kalau ada pola seperti ini, jangan sampai adanya instruksi atau perintah dari struktur yang lebih atas. Untuk itu, kami turun langsung," ucapnya.
Habib menyebutkan, lokasi ditemukannya kecurangan itu berada di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Barito Kuala dan Kota Waringin Barat.
Di Desa Barabai, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, diduga telah terjadi manipulasi formulir C1 yang dibuat oleh oknum anggota Polsel Marabahan. "Kemudian oknum tersebut diinformasikan memaksa penyelenggara pemilu setempat untuk menandatangani formulir C1," ucapnya.
Kasus kedua, menurut Habib terjadi di Kotawaringin. Dugaan kecurangan terjadi pada 12 Juli 2014 di Desa Kapitan, Kecamatan Kumai, diduga terjadi perampasan formulir C1 oleh oknum aparat kepolisian dari Polsek Kumai dan pemaksaan Ketua PPK Kumai untuk menandatangani formulir C1.
Kubu Prabowo-Hatta Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Manipulasi
Tim yang akan diterjunkan nantinya akan menemui pihak-pihak terkait, mengumpulkan bukti dan mendokumentasikan keterangan para saksi.
Advertisement
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454125/original/099230800_1766550476-Lagidiskon__desktop-mobile__356x469_-_Button_Share.png)
2026 Naik, Beli Sekarang!
- Meeting Online Makin Profesional dengan 5 Webcam Berkualitas3 hari yang lalu

- Mesin Kopi Multifungsi untuk Pecinta Kopi: Simak Rekomendasinya!4 hari yang lalu

- 3 Parfum Mobil Favorit yang Bikin Kabin Wangi Tahan Lama dan Bebas Bau1 minggu yang lalu

- Jangan Abaikan Panas Berlebih, Ini 5 Cooling Pad Laptop yang Patut Dipertimbangkan1 minggu yang lalu

- Jangan Tunda Beli! 10 Laptop RAM Besar Ini Diprediksi Naik Harga dan Langka di Tahun Depan2 minggu yang lalu

- 5 Produk Perawatan Mobil yang Praktis Dipakai di Rumah, Bikin Kendaraan Selalu Prima2 minggu yang lalu

- Deretan Destinasi Wisata Gelar Promo 12.12, Cek Lengkapnya di sini3 minggu yang lalu

- Mumpung Masih Murah, Beli Gadget Terbaik Sekarang!3 minggu yang lalu

- Deretan Promo 12.12 Makanan dan Minuman, Jangan Terlewatkan!3 minggu yang lalu

- Akurasi Maksimal dan Gerakan Makin Lincah! Ini Rekomendasi Mouse Gaming Buat Kemenangan yang Lebih Mudah3 minggu yang lalu

- Barang Sering Hilang? Ini Solusi GPS Tracker yang Bikin Hidup Lebih Tenang3 minggu yang lalu

- Menko Airlangga Bidik Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp 35 Triliun4 minggu yang lalu

EnamPlus
powered by
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3039961/original/009438800_1580724289-20200203-BMKG-merilis-peringatan-waspada-potensi-hujan-lebat-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5354843/original/063540800_1758266268-IMG-20250919-WA0011.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/707273/original/coblos.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440993/original/051183300_1765449665-pexels-thirdman-7651922.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440955/original/025438100_1765448041-pexels-chevanon-302894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436532/original/045182500_1765177568-pexels-maksgelatin-4824424.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436514/original/029918400_1765176856-pexels-ken-tomita-127057-389818.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1429293/original/037383000_1481114577-20161207--Laptop-Acer-Seharga-20-Juta-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436096/original/000714800_1765162370-pexels-photo-1740919.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4800209/original/049531900_1712900090-shutterstock_2286683503.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442113/original/056839600_1765528039-Ilustrasi_smartphone__tablet__dan_laptop.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441514/original/073297500_1765510798-Depositphotos_547538726_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429431/original/070225500_1764586417-pexels-yankrukov-9072212.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434294/original/022663100_1764921813-Depositphotos_209735730_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5424660/original/045643900_1764150556-IMG-20251126-WA0006.jpg)