Liputan6.com, Jakarta - Menjaga hubungan baik dengan Allah SWT atau Habluminallah maupun hubungan dengan sesama manusia atau habluminannas di bulan Rajab merupakan sebuah kewajiban seluruh umat muslim.
Menjaga hubungan baik juga akan menjadikan lingkungan disekitar kita lebih nyaman, damai, dan terhindar dari konflik dan penyakit hati.
Salah satu cara untuk menjaga hubungan baik, terutama dengan sesama manusia adalah dengan menghindari penyakit hati.
Advertisement
Sebab penyakit hati dapat menimbulkan konflik dan merupakan sebuah sifat yang sangat dibenci oleh Rasulullah SAW.
Tak hanya itu, kerugian paling besar yang akan diterima oleh orang-orang yang memiliki penyakit hati adalah amalan baik yang ia lakukan selama hidup akan terancam terhapus tanpa terkecuali.
Nah sudahkan kamu tahu apa saja penyakit hati yang dapat menghapus amalan baik dan dianjurkan untuk dihindari di bulan Rajab?
Baca Juga
]
Ā
Simak Video Pilihan Ini:
Pahala akan Musnah Jika Syirik
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, dikutip dari Muslim.or.id pada Rabu (24/01/2024).
1. Syirik
Menyekutukan Allah dengan berbagai model dan bentuknya merupakan bentuk kezaliman yang paling besar dan penghinaan kepada Allah Taāala. Bahkan, orang yang mati membawa dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah jika belum bertobat darinya.
Allah Taāala berfirman,
ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲ“ŁŲ±ŁŁŁŁŲ§Ū ŁŁŲŁŲØŁŲ·Ł Ų¹ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§Ū ŁŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ
āSeandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.ā (QS. Al-Anāam: 88)
Di antara kesyirikan yang banyak terjadi di masyarakat kita adalah mendatangi dukun, peramal, tukang sihir, atau memakai jimat.
Nabi shallallahu āalaihi wasallam bersabda,
Ł ŁŁŁ Ų£ŁŲŖŁŁ Ų¹ŁŲ±ŁŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲ£ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ”Ł ŁŁŁ Ł ŲŖŁŁŁŲØŁŁŁ ŁŁŁŁ ŲµŁŁŲ§ŁŲ©Ł Ų£ŁŲ±ŁŲØŁŲ¹ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ©Ł
āBarangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka salatnya tidak akan diterima selama 40 hari.ā (HR. Muslim)
Dalam sabda yang lain,
Ł ŁŁŁ Ų£ŁŲŖŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§Ł Ų£ŁŁŁ Ų¹ŁŲ±ŁŁŲ§ŁŲ§Ł ŁŁŲµŁŲÆŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲÆŁ ŁŁŁŁŲ±Ł ŲØŁŁ ŁŲ§ Ų£ŁŁŁŲ²ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ł ŁŲŁŁ ŁŁŲÆŁ
āBarangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, maka dia berarti telah kufur pada Al-Qurāan yang telah diturunkan kepada Muhammad.ā (HR. Ahmad)
Dalam riwayat lain disebutkan,
Ł ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŁ ŁŁŁ ŁŲ©Ł ŁŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŲ“ŁŲ±ŁŁŁ
āBarangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik.ā (HR. Ahmad, 4: 156. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah no. 492)
Advertisement
2. Riyaā
Riyaā adalah memperlihatkan suatu amal ibadah agar dipuji orang lain. Sedangkan sumāah adalah menceritakan amal ibadah dan kebaikan yang ia kerjakan dengan tujuan agar dipuji.
Allah Taāala berfirman,
ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ ŁŲµŁŁŁŁŁŁŁ ļ“æŁ¤ļ“¾ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ ŁŁŁ Ł Ų¹ŁŁŁ ŲµŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁ Ł Ų³ŁŲ§ŁŁŁŁŁļ“æŁ„ļ“¾ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ ŁŁŁ Ł ŁŁŲ±ŁŲ§Ų”ŁŁŁŁ
āMaka, celakalah bagi orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riyaā.ā (QS. Al Maāun: 4-6)
Dalam firman-Nya yang lain,
ŁŁŲ§ŁŁŁŲ°ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŲ§ŁŁŁŁ Ų±ŁŲ¦ŁŲ§Ų”Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁ ŲØŁŲ§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¢Ų®ŁŲ±Ł Ū ŁŁŁ ŁŲ«ŁŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŲ«ŁŁŁ ŲµŁŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲ±ŁŲ§ŲØŁ ŁŁŲ£ŁŲµŁŲ§ŲØŁŁŁ ŁŁŲ§ŲØŁŁŁ ŁŁŲŖŁŲ±ŁŁŁŁŁ ŲµŁŁŁŲÆŁŲ§ Ū ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲÆŁŲ±ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁ° Ų“ŁŁŁŲ”Ł Ł ŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲØŁŁŲ§ Ū ŁŁŲ§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲÆŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§ŁŁŲ±ŁŁŁŁ
āSeperti orang yang menafkahkan hartanya karena riyaā kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka, perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadikan ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunujuk kepada orang-orang kafir.ā (QS. Al-Baqarah: 264)
Nabi shallallahu āalaihi wasallam bersabda,
Ł ŁŁŁ Ų³ŁŁ ŁŁŲ¹Ł Ų³ŁŁ ŁŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŲ ŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ§Ų¦ŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ§Ų¦ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁ
āSiapa yang memperdengarkan amalannya (kepada orang lain), Allah akan memperdengarkan (bahwa amal tersebut bukan untuk Allah). Dan siapa saja yang ingin mempertontonkan amalnya, maka Allah akan mempertontonkan aibnya (bahwa amalan tersebut bukan untuk Allah).ā (HR. Bukhari)
Ā
3. Durhaka kepada Orang Tua dan Mengungkit Pemberian
Allah menggandengkan perintah untuk mentauhidkan-Nya (mengesakan-Nya) dengan amalan berbakti kepada kedua orang tua, sebagaimana firman-Nya,
ŁŁŁŁŲ¶ŁŁ Ų±ŁŲØŁŁŁŁ Ų£ŁŁŲ§ŁŁ ŲŖŁŲ¹ŁŲØŁŲÆŁŁŲ§ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲØŁŲ§ŁŁŁŁŲ§ŁŁŲÆŁŁŁŁŁ Ų„ŁŲŁŲ³ŁŲ§ŁŁŲ§
āDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.ā (QS. Al-Isra: 23)
Durhaka kepada kedua orang tua dapat mengapuskan amal. Selain durhaka, al-mann (mengungkit-ngungkit sedekah), dan al-adza (menyakiti perasaan penerima) juga dapat membatalkan amal dari sedekahnya.
Allah Taāala berfirman,
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų¢ŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ ŲŖŁŲØŁŲ·ŁŁŁŁŲ§ ŲµŁŲÆŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁ Ł ŲØŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲ£ŁŲ°ŁŁ
āHai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).ā (QS. Al-Baqarah: 264)
Demikian juga, yang disampaikan oleh Nabi shallallahu āalaihi wasallam dalam riwayat berikut,
Ų«ŁŲ§Ų«Ų© ŁŲ§ ŁŁŲØŁ Ų§ŁŁŁŁ°Ł Ł ŁŁŁ ŲµŲ±ŁŲ§ ŁŁŲ§ Ų¹ŲÆŁŲ§ : Ų¹Ų§Ł ŲŁŁ ŁŲ§Ł ŁŁ ŁŲ°ŲØ ŲØŲ§ŁŁŲÆŲ±
āTiga golongan yang Allah tidak terima amal ibadahnya, yang wajib dan yang sunah: anak yang durhaka kepada orang tuanya, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang mendustakan takdir.ā (Hadis hasan, HR. Ibnu Abi āAshim dalam kitab As-Sunnah no. 323, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir no. 7547, dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Mundziri dan Syekh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1785)
Nabi shallallahu āalaihi wasallam juga bersabda,
ŁŲ§ŁŲÆŲŁ Ų§ŁŲ¬ŁŲ© Ų¹Ų§Ł ŁŁŲ§ŁŲÆŁŁ
āTidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, ā¦.ā (HR. āAbdurrazzaaq no. 13859; Ahmad, 2: 203; Ath-Thabaraniy dalam Majmaāuz-Zawaāid, 6: 257; Al-Khathib, 11: 191; dan yang lainnya. Lihat Silsilah Ash-Shahihah no. 673)
Advertisement
4. Bid'ah
Bid'ah atau mengada-adakan dalam urusan agama
Berbuat suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah dan para sahabatnya, maka amalan tersebut tidak ada nilainya, tiada pahalanya, bahkan pelakunya akan mendapatkan dosa.
Nabi shallallahu āalaihi wasallam bersabda,
Ł Ł Ų¹Ł Ł Ų¹Ł ŁŲ§ ŁŁŲ³ Ų¹ŁŁŁ Ų£Ł Ų±ŁŲ§ ŁŁŁ Ų±ŲÆ
āBarangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.ā (HR. Muslim)
Jika bidāah tersebut dilakukan di Madinah, maka selain amalannya tertolak, ia juga akan mendapatkan laknat. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu āalaihi wasallam,
Ų§ŁŁ ŁŲÆŁŁŁŁŲ©Ł ŲŁŲ±ŁŁ Ł Ł ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŲ±Ł Ų„ŁŁŁŁ ŁŁŲ°ŁŲ§Ų ŁŁŁ ŁŁŁ Ų£ŁŲŁŲÆŁŲ«Ł ŁŁŁŁŁŲ§ ŲŁŲÆŁŲ«ŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ§ŁŲ¦ŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų£ŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŁŁŁŲ ŁŲ§Ł ŁŁŁŁŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁ ŲµŁŲ±ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŲ§Ł Ų¹ŁŲÆŁŁŁŲ§
āMadinah adalah haram dari āAir hingga tempat ini. Siapa yang melakukan bidāah di dalamnya, maka dia mendapatkan laknat Allah, para malaikat-Nya, dan seluruh manusia (mukminin). Allah tidak menerima ibadah sunahnya dan wajibnya.ā (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikian 4 macam penyakit hati yang harus dihindari oleh seluruh umat muslim saat veribadah di bulan rajab. Sebab hal tersebut akan mendatangkan kerugian hingga menghapus amalan baik yang telah kita lakukan selama hidup. Wallahu A'lam
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul
Ā
