Liputan6.com, Jakarta - Sedekah merupakan amalan yang perlu diperbanyak. Sedekah bukan semata-mata menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain. Lebih dari itu, sedekah mengandung banyak keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang mengamalkannya.
Sedekah tidak mengenal sedang kaya maupun melarat. Sedekah dianjurkan dilakukan setiap saat. Meskipun jumlahnya hanya sedikit, tapi akan dicatat sebagai amalan yang besar jika diniatkan karena Allah SWT.
Advertisement
“Orang yang ingin berbuat baik seharusnya tidak melewatkan kesempatan bersedekah setiap hari semampunya, meskipun sedikit. Bersedekah dengan diam-diam lebih baik daripada memperlihatkannya,” kata Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fathul Mu‘in, dinukil via NU Online, Selasa (25/2/2025).
Advertisement
Baca Juga
Islam telah memberikan rambu-rambu khusus mengenai sedekah. Sebaiknya, sedekah dilakukan karena Allah SWT bukan ingin dilihat orang lain. Orang yang pamer sedekah dan memiliki niat sombong tidak akan mendapat pahala.
Terkait dengan sedekah, seorang jemaah Al Bahjah bertanya kepada KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya. Dia mendengar ceramah dari Buya Yahya bahwa sedekah orang yang berutang tidak akan diterima.
Lantas, bagaimana solusinya agar tetap mendapat pahala sedekah meski memiliki utang kepada orang lain? Simak penjelasan Buya Yahya.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya menegaskan bahwa orang yang berutang dan sudah memasuki jatuh tempo tidak boleh bersedekah. Jika ingin bersedekah, maka orang tersebut harus meminta izin dulu kepada pemberi utang.
“Kaidahnya sama, selagi utang itu sudah jatuh tempo, Anda tidak boleh bersedekah. Kalau Anda bersedekah baru boleh kalau mendapatkan izin dari orang tersebut,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Dunia Akhirat.
“Maka, agar sedekah kecil-kecil Anda bisa diterima oleh Allah, jujur dong kepada yang punya uang, Saya belum bisa bayar utang kepadamu ya, tapi saya mau sedekah,” ujar Buya Yahya menyarankan.
Jika setelah minta izin ternyata tidak diperbolehkan, maka orang yang memiliki utang tidak diperkenankan bersedekah. Alternatif lainnya adalah ditabung terlebih dahulu, daripada disedekahkan yang belum tentu pahala keutamaannya diperoleh.
“Jadi, haknya manusia itu penting. Kemudian hati-hati, jangan Anda mengikuti hawa nafsu, dan sungguh hawa nafsu tidak akan menyelamatkan kita,” tutur Buya Yahya mengingatkan.
Buya Yahya menyimpulkan, orang yang berutang tidak diperkenankan sedekah jika sudah jatuh tempo. Jika ingin bersedekah, dia harus meminta izin terlebih dahulu. Akan tetapi, selagi belum jatuh tempo, maka ia boleh sedekah.
Advertisement
Doa Pelunas Utang
Bagi yang memiliki utang, Anda dapat mendawamkan doa pelunas utang berikut yang diajarkan Rasulullah ke Sayyidina Ali. Amalan ini pernah dibagikan oleh Habib Novel Alaydrus dalam salah satu ceramahnya.
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahummak fini bi halalika ‘an haramika wa aghnini bifadhlika ‘aman siwaka.
Artinya: "Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu.”
Wallahu a’lam.
