Gus Baha Mengaku Tak Pernah Takut Mati, Ini Rahasianya

Gus Baha menjelaskan, ketika seseorang hidup, ia tidak tahu bagaimana cara mengendalikan nyawanya. Bahkan, detak jantung dan aliran darah dalam tubuh bekerja di luar kendali manusia. lantas kenapa harus takut mati.

oleh Liputan6.com Diperbarui 28 Feb 2025, 14:30 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 14:30 WIB
Gus baha 22
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (TikTok)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Ketakutan terhadap kematian adalah hal yang lumrah dirasakan banyak orang. Namun, ada sosok yang mengaku tidak pernah takut mati, yaitu KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha.

Dalam ceramahnya, Ulama besar asal Rembang yang terkenal sebagai ahli tafsir dan pengasuh pesantren ini mengungkapkan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.

“Saya itu enggak pernah loh takut mati, meskipun saya masih muda. Karena saya bayangkan mati itu ya baik-baik saja,” ujar Gus Baha.

Dalam tayangan video yang dikutip dari kanal YouTube @gondelanulama, Gus Baha menjelaskan bahwa manusia tidak pernah benar-benar tahu bagaimana mengelola hidupnya sendiri.

Ketika seseorang hidup, ia tidak tahu bagaimana cara mengendalikan nyawanya. Bahkan, detak jantung dan aliran darah dalam tubuh bekerja di luar kendali manusia.

"Kenapa kok ndak pergi? Kamu tahu caranya ngelola nyawa kamu kok enggak mati sekarang? Enggak tahu kan? Tahu-tahu masih hidup, kan?" ujarnya.

Menurutnya, kehidupan ini sepenuhnya berada dalam kuasa Allah. Tidak ada satu pun manusia yang bisa mengendalikan kapan ia lahir dan kapan ia mati.

 

Promosi 1

Simak Video Pilihan Ini:

Hidup Itu Sepenuhnya dalam Kendali Allah SWT

Tentara membawa peti mati seorang perwira yang tewas dalam serangan Balochistan untuk dimakamkan di Faisalbad. (Foto: AFP/Ghazanfar Majid)
Ilustrasi membawa peti mati. (Foto: AFP/Ghazanfar Majid)... Selengkapnya

Banyak orang terlahir dalam kondisi yang tidak bisa mereka pilih, seperti anak orang biasa atau anak seorang ulama. Semua itu adalah ketetapan dari Allah.

"Kita kan enggak pernah bisa milih. Milih bapak saja enggak bisa. Tahu-tahu anaknya Karmin, anaknya Karlan, ya sudah," ucapnya sambil bercanda.

Dari sini, ia menyimpulkan bahwa karena hidup sepenuhnya dalam kendali Allah, maka kematian pun berada dalam kendali yang sama.

Ketakutan terhadap kematian muncul karena manusia sering lupa bahwa Allah adalah satu-satunya yang mengatur kehidupan dan kematian.

"Saya hidup pun enggak tahu kenapa saya hidup, pasti Engkau yang menghidupkan. Ketika saya mati pun juga enggak tahu kenapa saya mati, pasti Engkau yang menghidupkan dan mematikan," jelasnya.

Ia menekankan bahwa kehidupan dan kematian sama-sama diatur oleh Allah dengan sifat kasih sayang-Nya yang tidak berubah.

Karena itu, ia yakin bahwa hidup di dunia dan hidup setelah mati akan tetap dalam genggaman kasih sayang Allah.

Ini alasan Orang Takut dengan Kematian

Tutup Peti Mati Kuno Mesir Berusia 2.500 Tahun Dilelang
Ilustrasi peti mati. (BBC)... Selengkapnya

Banyak orang takut mati karena membayangkan ketidakpastian setelahnya, padahal sejak awal hidup pun sudah penuh ketidakpastian.

Jika seseorang percaya bahwa Allah yang mengatur hidupnya, maka tidak ada alasan untuk takut terhadap apa yang terjadi setelah mati.

Gus Baha menegaskan bahwa kehidupan setelah mati tidak akan berbeda jauh dari kehidupan sekarang dalam hal ketergantungan kepada Allah.

"Kalau di dunia Tuhannya Allah, di akhirat juga tetap Allah. Dan sifat-Nya enggak akan berubah, tetap Arhamur Rahimin," pungkasnya.

Dengan keyakinan seperti ini, ia mengajarkan bahwa ketenangan dalam menghadapi kematian bisa didapat dengan mempercayakan segalanya kepada Allah.

Pesan ini memberikan sudut pandang baru tentang kehidupan dan kematian yang sering kali dipandang dengan ketakutan dan kecemasan.

Kematian bukanlah akhir yang menakutkan, melainkan peralihan ke kehidupan baru yang tetap berada dalam kasih sayang Allah.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Live Streaming

Powered by

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya