Aturan Baru Tiket Kereta JR Pass di Jepang Banyak Diprotes Traveler

Tiket kereta JR Pass di Jepang yang tadinya bisa dipakai dalam waktu lima hari (tidak harus berurutan) di tiap perode, kini hanya bisa digunakan selama lima hari berturut-turut.

Liputan6.com, Jakarta - Operator kereta api Japan Rail (JR) Pass dari Japan Railways Group di Jepang dikenal mempunyai tiket multi guna bagi banyak turis atau wisatawan dengan harga lebih murah, lebih mudah dan lebih menyenangkan. Namun salah satu produk terpopuler mereka, tiket Seishun 18 dengan tiket terusan JR Pass baru saja mengubah sejumlah aturan yang tidak disukai para traveler.

Tiket Seishun 18 termasuk spesial karena hanya ada pada saat musim liburan di Jepang saja. Dengan kartu ini Anda bisa bebas naik kereta apa saja selama lima hari di Jepang. Dilansir dari Japan Today, Senin, 30 Maret 2025, tiket kereta ini hanya keluar tiga kali sekali dalam setahun pada saat liburan sekolah di Jepang yaitu Periode Musim Semi (1 Maret-10 April), Periode Musim Panas: (20 Juli-10 September) dan Periode Musim Dingin (10 Desember-10 Januari).

Harga tiket ini disebut cukup murah terutama bagi Anda yang ingin menjelajah banyak tempat di Jepang karena juga bisa digunakan untuk naik bus dan bahkan kapal feri. Tapi sekarang aturannya berubah, tiket yang tadinya bisa dipakai dalam waktu lima hari (tidak harus berurutan) di tiap perode, kini hanya bisa digunakan selama lima hari berturut-turut.

Padahal selama ini keunggulan utama tiket Seishun 18 yang berarti Youthful 18 (tapi tidak ada patokan umur untuk membeli tiket ini), adalah kita bisa menggunakannya kapan saja di masa liburan . Dengan membatasi penggunaan JR Pass hanya selama lima hari berturut-turut disebut telah mencabut ‘sinar terang’ dari tiket tersebut,

Tak ada lagi jiwa petualangan dan kebebasan dari kebijakan baru ini. Sebelum ada aturan baru, seorang pekerja bernama Masamuki kerap menggunakan tiket Seishun 18 untuk mengeksplor rute-rute dan destinasi baru di akhir pekan. 

 

 

Perubahan Besar Lainnya dari JR Pass

Namun seperti para pekerja penuh-watu pada umumnya, ia tidak punya kemewahan bisa liburan selama lima hari bertrut-turut kecuali saat mengambil cuti, sehingga tiket tersebut kini tidak bisa digunakannya secara maksimal.

Bukan itu saja, ada satu perubahan besar lainnya yaitu soal kepemilikan tiket. Sebelumnya, tiket bisa digunakan oleh siapa saja bahkan bisa oleh dua orang sekaligus di harii yang sama, tapii penggunaannya dihitung menjadu empat hari.

Setelah itu masih ada waktu satu hari lagi bagi siapa saja untuk menggunakan tiket tersebut di yang berbeda. Kini, tiket hanya bisa dipakai oleh satu orang saja dan tidak bisa dipindahkan kepemilikannya.

Untuk meredam protes, pihak Japan Rail memperkenalkan sebuah tiket terbaru yang berlaku selama tiga hari. Para wisatawan kini bisa nemilih tiket yang berlaku selama lima hari dengan harga 12.050 yen (sekitar Rp1,3 juta) atau tiga hari dengan harga 10.000 yen (sekitar Rp1,1 juta).

Sayangnya sistem tiket terbaru itu tidak banyak membantu menurut sejumlah traveler, termasuk bagi para pekerja seperti Masamuki. Mereka bisa maksimal menggunakannya hanya kalau mereka mengambil cuti atau bepergian saat long weekend yang biasanya penumpamg bakal lebih ramai dibandingkan hari biasa.

 

Petisi Kembali ke Aturan Lama JR Pass

 

Kabar terbarunya, ribuan orang telah menandatangani petisi sejak perubahan aturan tiket Seishun 18 pada musim dingin 2024 lalu. Mereka menuntut aturan lama kembali diberlakukan.

Petisi tersebut memang diyakini tak akan mengubah kebijakan tersebut. Namun banyak yang meyakini aturan itu masih berpeluang untuk diubah karena kemungkinan besar penjualan tiket bakal menurun drastis. Kalau hal itu terjadi, besar kemungkinan aturan baru tersebut bakal ditinjau ulang dan tentunya diharapkan kembali ke aturan lama.

Selama bertahun-tahun, Japan Rail Pass alias JR Pass telah jadi salah satu cara terbaik wisatawan dalam menjelajah Jepang. Namun, seiring longgarnya aturan perbatasan Negeri Sakura, tarif JR Pass dilaporkan mengalami kenaikan.

Sebagaimana diketahui, JR Pass memungkinkan pelancong mengakses tiket kereta yang dioperasikan Japan Railways Group (JR) dalam jumlah tidak terbatas. JR bukan hanya mengelola jalur lokal paling nyaman untuk mencapai dan mengelilingi area wisata utama Jepang, JR Pass juga memungkinkan pelancong menggunakan jaringan kereta peluru shinkansen. 

Kenaikan Tiket JR Pass

 

Pada 2023 lalu, tiket tujuh hari berharga 29.640 yen (sekitar Rp3,3 juta), dan karena tarif shinkansen pulang pergi dari Tokyo ke Kyoto sekitar 26 ribu yen (sekitar Rp2,9 juta), membeli JR Pass adalah hal yang mudah jika Anda berencana mengunjungi dua kota tersebut.

Pun, bila ingin mampir, misalnya, ke Osaka, Hiroshima, atau Nagano, pelancong dapat menghemat banyak uang dengan JR Pass. Namun, pengeluaran akan lebih sulit dihitung setelah pengumuman harga JR Pass standar akan naik hampir 70 persen.

Dalam pengumumannya, JR mengabarkan bahwa bersamaan dengan harga baru tersebut, terdapat perluasan hak istimewa JR Pass, karena pemegang pass akan dapat menggunakan kereta kelas Nozomi dan Mizuho di jalur shinkansen Tokaido, Sanyo, dan Kyushu.

Sebelumnya tidak dapat digunakan dengan JR Pass, kereta Nozomi dan Mizuho adalah kereta ekspres tercepat di jalurnya, membawa Anda ke tujuan secepat mungkin. JR menambahkan, agar pemegang tiket dapat naik kereta Nozomi atau Mizuho, mereka harus membeli tiket peningkatan, dengan detail harga untuk tambahan yang akan diumumkan lebih lanjut.

 

EnamPlus