Protes Tarif Parkir di Pantai Cinta Disebut Kemahalan, Warganet Pilih Rebahan di Rumah

Di Pantai Cinta, terdapat tarif parkir untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari Rp15.000 untuk motor hingga Rp350.000 untuk truk besar.

oleh Henry Diperbarui 04 Apr 2025, 07:00 WIB
Diterbitkan 04 Apr 2025, 07:00 WIB
Menyimpan keindahan alam yang mempesona, kawasan wisata pantai selatan Garut, Jawa Barat, memiliki ‘sumur palawah’ yang cukup mematikan bagi pengunjung. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Menyimpan keindahan alam yang mempesona, kawasan wisata pantai selatan Garut, Jawa Barat, memiliki ‘sumur palawah’ yang cukup mematikan bagi pengunjung. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Di libur Lebaran 2025 ini banyak pengunjung mendatangi berbagai tempat wisata termasuk di pantai. Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini viral setelah seorang warganet membagikan foto tiket karcis parkir di Wisata Pantai Cinta, Pandeglang, Banten.

Informasi tersebut ramai beredar di media sosial, salah satunya di akun IInstagram @folkshitt, Kamis, 3 April 2025, dalam tiket tersebut, terdapat tarif parkir untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari Rp15.000 untuk motor hingga Rp350.000 untuk truk besar.

Bukan hanya soal tarif parkir yang disebut kemahalan, yang juga banyak jadi sorotan adalah catatan di bagian bawah tiket yang berbunyi: "KEHILANGAN DILUAR TANGGUNG JAWAB KAMI."

Kalimat ini memicu beragam reaksi dari warganet. Tak sedikit yang mempertanyakan, mengapa wisatawan harus membayar tarif parkir yang cukup mahal, tapi tidak mendapat jaminan keamanan kendaraan? Seorang pengguna akun X @tanyakanrl juga membagikan foto tiket tersebut dengan caption yang mempertanyakan kebijakan tersebut.

"Kehilangan diluar tanggung jawab kami" 🤡 💚," cuitnya dalam unggahan pada Kamis, 3 April 2025. Sampai berita ini ditulis, unggahan itu sudah dilihat lebih dari 1,3 juta kali dan mendapatkan lebih dari 780 komentar.

"Bayar parkir mahal, tapi kalau kendaraan hilang, nggak ada tanggung jawab? Terus buat apa bayar?" tulis seorang warganet.

"Nerima duit lepas tanggung jawab 😂 metode macam apa ini," komentar warganet lain.

"Udh gitu disuruh gausah dikunci stang...," sahut yang lain.  "Tempat wisata dimahalin giliran sepi koar2 ke pemerintah 😂," kata yang lain.

"Udah mending rebahan aja dirumah sambil Checkout sneakers impian lo! 🔥," timpal warganet lainnya.

 

Masalah Tempat Parkir di Kawasan Wisata

Protes Tarif Parkir di Pantai Cinta Disebut Kemahalan, Warganet Pilih Rebahan di Rumah
Protes Tarif Parkir di Pantai Cinta Disebut Kemahalan, Warganet Pilih Rebahan di Rumah.  foto: (dok Instagram @folkshit/https://www.instagram.com/p/DH-h7cfyiXh/Henry)... Selengkapnya

Di sisi lain, beberapa orang menilai bahwa hal seperti ini sudah sering terjadi di berbagai tempat wisata. "Di banyak tempat memang seperti ini, tapi tetap aja nggak wajar kalau tarifnya setinggi ini," sebut pengguna lain.

"Bukan mau normalisasi, tapi kayanya di semua parkiran emang ditulisin gitu alias kalo ada apa2, konsumen ga bisa nuntut ganti rugi," ujar warganet yang lain. 

"Yang di foto itu tiket masuk atau tiket parkir? @grok, terus duit nya masuk mana ,dan siapa yang mengelola tempat wisata itu?" tanya yang lain.

Kasus pungutan liar (pungli)dan parkir memang kerap terjadi di beberapa kawasan wisata di Indonesia bhkan dikabarkan sudah melanda Ibu Kota Nusantara (IKN). Informasi itu tersebar di media sosial, salah satunya di akun Instagram @ibukotabaru.

Akun tersebut terlihat berfokus menyoroti perkembangan IKN dan berita-berita seputar wilayah di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur itu. Akun tersebut membagikan informasi seorang pengunjung yang hendak ke IKN dan diduga mengalami pungli menurut pengakuannya.

 

Tukang Parkir di IKN

Viral Pengunjung IKN Mengaku Kena Pungli, Diminta Rp250 Ribu Buat Biaya Parkir dan Pengawalan
Viral Pengunjung IKN Mengaku Kena Pungli, Diminta Rp250 Ribu Buat Biaya Parkir dan Pengawalan.  foto: (dok.Instagram @ibukotabaru/https://www.instagram.com/reel/DFm_J1uSwBd/Henry)... Selengkapnya

Dalam video viral yang diunggah pada 3 Februari 2025 itu, pengunjung tersebut mengaku mendapatkan pungutan liar (pungli) oleh seorang tukang parkir.  Awalnya, pengunjung tersebut sudah berada di parkiran utama tetapi karena penuh ia diarahkan oleh petugas sekuriti ke parkiran lainnya yang berada di kawasan atas.

Setelah sampai, mereka yang menaiki mobil ini disambut oleh seorang tukang parkir yang memakai baju oranye dan menanyakan apakah mau parkir dan mereka mengiyakan. Tukang parkir itu menunjuk area parkir yang bisa diisi dan menawarkan jasa pengawalan ke area inti IKN sebesar Rp250 ribu. Pengemudi mobil yang merupakan seorang wanita berhijab berusaha menawar.

"Kita tawar 200 (ribu) boleh enggak. Dia langsung emosi katanya di sini bukan jual cabe. Kita akhirnya putuskan untuk parkir saja karena sayang toh kita bisa naik bus gratis dan jalan juga tidak lama di IKN nya," ucapnya.

Tarif Parkir di IKN

Tepat dua pekan dari hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya akan melaksanakan upacara HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang.
Tepat dua pekan dari hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya akan melaksanakan upacara HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang. RI 1 juga sempat menjajal untuk berkantor di IKN selama 3 hari, dengan bermalam di Kantor Presiden yang dinamai Istana Garuda. (Dok. Kementerian PUPR)... Selengkapnya

"Pun mobil tidak bisa masuk ke dalam IKN jadi kita pertimbangan oke kita naik Bus saja nah ketika kita bilang sama bapaknya kita gak jadi dikawal bapanya emosi terus dia bilang cari parkir di luar sana di sini bukan parkiran IKN," sambungnya.

Di sisi lain, pengunjung lainnya yang hendak parkir dan mau membayar Rp250 ribu untuk pengawalan ke kawasan inti pun dipersilakan untuk parkir. "Kita terus tanya lagi kita bisa parkir dimana, dia bilang awas jangan di sini cari parkir di luar sana, sambil menunjuk mobil yg tadi bayar utk dikawal dia bilang ini lebih penting dan ini bukan parkiran IKN," tambahnya.

Namun ahirnya, pria berbaju oranye itu langsung menunjuk tempat untuk parkir setelah pengunjung mengaku merekam percakapan mereka. Banyak warganet yang menanggapi kejadian tersebut tapi pendapat mereka terbelah. Ada yang pro dan kontra terhadap tindakan tersebut. Ada yang menganggap itu bukan pungli tetapi aparat, ada juga yang mengaku pernah mengalami hal yang sama.

 

Infografis Aturan Berwisata di Indonesia
Infografis Aturan Berwisata di Indonesia. (Dok: Tim Grafis/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya