Liputan6.com, Jakarta - 5 Mahasiswa asal Kampar, Kepulauan Riau menggelar aksi unjuk rasa dengan mogok makan dan menjahit mulut. Mereka menuntut agar Bupati Kampar ditindak atas dugaan kasus korupsi perjalanan wisata, serta menggarap proyek pribadi dengan menggunakan dana APBD,
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (3/11/2014), 4 hari sudah aksi mogok makan ini digelar kemarin. Pertama aksi mereka gelar di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dilanjutkan di depan Istana Merdeka.
Mereka mendesak Presiden Joko Widodo mau turun tangan menyelesaikan dugaan korupsi yang menurut mereka telah dilakukan bupati Kampar.
Meski mengancam akan melanjutkan aksi jahit mulut di depan Istana, namun polisi membubarkan aksi para mahasiswa karena mereka tidak mengantongi izin.
Saat akan kembali ke Gedung KPK, salah satu dari 5 mahasiswa yang merupakan perserta aksi jahit mulut menglami pingsan. Ia langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. (Ali)
Usut Korupsi Bupati Kampar, 5 Mahasiswa Jahit Mulut di Istana
Salah satu perserta aksi jahit mulut mengalami pingsan saat akan kembali ke Gedung KPK.
Diperbarui 03 Nov 2014, 07:42 WIBDiterbitkan 03 Nov 2014, 07:42 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Tinjau Stasiun hingga Bandara, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Arus Balik Lebaran 2025
Mengenal Farro, Si Gandum Kuno Kaya Nutrisi yang Dikonsumsi Penganut Diet Slow Aging
Kisah Pilu Nenek Nawasih di Jember Tewas Terbawa Arus Sungai Saat Hendak Menerima Zakat
Cara Bikin Lontong yang Pulen dan Tidak Mudah Keras, Dijamin Anti Gagal
Puasa Syawal 2025 Sampai Kapan? Catat Jadwalnya agar Tidak Terlewat
14.485 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Selama Libur Lebaran 2025
Mengenal Barong Ider Bumi, Tradisi Tolak Bala Suku Osing Usai Lebaran
Mengenal Hujan Meteor Lyrid yang Akan Hiasi Langit pada April 2025
7 Tips Aman dan Nyaman Saat Perjalanan Pulang dari Kampung Halaman
Cerita Dedi Mulyadi Geram ke Kades Klapanunggal, Simak Kata Ustadz Khalid Basalamah soal Premanisme
Menlu Sugiono Harap Seluruh WNI yang Berada di Myanmar dalam Kondisi Baik
Sembunyikan Sabu di Alat Vital, Wanita Nekat Selundupkan Narkoba ke dalam Lapas Sukabumi