Liputan6.com, Pekanbaru - Seorang pemuda bernama Mario Steven Ambarita ditangkap Otoritas Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setelah ketahuan menjadi penumpang gelap pesawat Garuda Indonesia GA 177. Pria berusia 22 tahun itu menyusup ke rongga roda pesawat yang terbang dari Pekanbaru ke Jakarta. Saat ini, Mario ditahan Polresta Bandara Soetta setelah sempat dirawat karena pingsan.
Sang ayah, Manahan Ambarita berharap Mario segera dipulangkan ke rumahnya di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Ria. Dia juga sangat berharap anaknya itu tak dihukum berat.
"Saya hanya minta negara untuk merawat anak saya di Jakarta. Kalau memang dihukum atas perbuatannya, jangan dihukum berat," ujar Manahan saat dihubungi di Pekanbaru, Rabu (8/4/2015).
Manahan mengaku dirinya dan sang istri, Viar Sitanggang ingin menjenguk yang tengah diperiksa intensif di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Namun niatnya terbentur dana. Ia tak memiliki ongkos ke Ibukota.
"Kami tak punya uang untuk menjenguknya. Kami bukan keluarga yang berada (punya uang)," imbuh dia.
Menurut Manahan, Mario pamit dari rumahnya beberapa hari lalu untuk menuju Kota Pekanbaru, bukan ke Jakarta. Selama tinggal di Jalan Kapuas, Rokan Hilir, putra pertama dari lima bersaudara itu kerap menghabiskan waktunya di warnet.
"Dia sering ke warnet, tapi ndak tahu saya apa yang dikerjakan ke sana. Anak saya sudah beberapa bulan pengangguran. Sebelumnya sudah pernah bekerja menjadi kuli bangunan dan toko bangunan, tapi berhenti," ungkap Manahan.
Manahan menambahkan, sebelum pamitan, Mario sempat meminta uang kepada ibunya, Viar Sitanggang. Namun lantaran tidak punya uang cukup, Mario hanya diberi Rp 200 ribu.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo menjelaskan, tindakan Mario diduga melanggar Pasal 344 juncto Pasal 345 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan). Berdasarkan pasal itu, Mario terancam kurungan penjara 1 tahun dan denda Rp 500 juta. (Riz/Mut)
Permohonan Ayah Mario Penyusup Roda Pesawat Garuda ke Polisi
Mario si penyusup roda pesawat terancam kurungan penjara 1 tahun dan denda Rp 500 juta.
Diperbarui 08 Apr 2015, 17:42 WIBDiterbitkan 08 Apr 2015, 17:42 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Resep Perkedel Tahu Telur, Menu Sahur Praktis dan Mengenyangkan
MK Bacakan 40 Putusan Sengketa Pilkada Hari Ini Senin 24 Februari 2025
Panduan Awal Mempelajari Bahasa Turki, Begini Tipsnya untuk Pemula
Tanpa Lemon, Begini Cara Rebus Daging Sapi agar Empuk dan Tidak Bau
VIDEO: Tragis! 6 Gajah Liar Tewas Tertabrak Kereta di Sri Lanka
Mendalami Karakter "Tsundere", Sifat Unik dalam Anime dan Manga
Bursa Saham Asia Loyo Terseret Kekhawatiran Data Ekonomi AS
Tim Bulu Tangkis Indonesia Borong 4 Gelar Juara dari Singapore International Challenge 2025
Libur Sekolah Ramadan 2025: Resmi 7 Hari, Siswa Belajar Mandiri
Jaecoo Super Hybrid Marathon Jakarta-Bali Long Range Test Drive Resmi Digelar
Adhyaksa Charity Run 2025 Jadi Ajang Solidaritas Warga Medan
Paus Fransiskus Kiritis karena Sakit Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya