Liputan6.com, Jakarta - Mabes Polri langsung bertindak cepat setelah mendapat informasi tentang penangkapan seorang Warga Negara Indonesia di Brunei Darussalam. Polri mengirim pasukan antiteror Densus 88 untuk menyelidiki penangkapan WNI bernama Rustawi Tomo Kabul itu.
Rustawi ditangkap di bandara Bandar Seri Begawan, Sabtu 2 Mei 2015, dalam perjalanan umrah ke Arab Saudi. Warga asal Malang, Jawa Timur itu transit di Brunei bersama istri dan rombongan umrah lainnya untuk ganti pesawat.
Namun pria 53 tahun itu langsung diciduk petugas bandara karena kedapatan membawa bahan peledak dan peluru. Tak hanya itu, Rustawi juga disebutkan membawa sehelai bendera bergambar mirip lambang ISIS.
Dikonfirmasi, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, belum dapat memastikan kebenaran bendera ISIS itu.
"Belum ada kepastian. Hal ini masih diselidiki apakah dia membawa dengan sengaja atau tidak. Pemerintah Brunei juga sudah punya niat baik dengan Pemerintah Indonesia untuk berkoordinasi," ujar Menko Tedjo di kantornya, Jakarta, Kamis (7/5/2015).
Tedjo membantah pemerintah kecolongan karena tidak bisa mendeteksi barang terlarang yang dibawa Rustawi. "Indonesia nggak kecolongan. Itu menunggu kejelasan dari Pemerintah Brunei dulu," jelas dia.
Rustawi masuk Brunei Darussalam bersama 52 orang anggota rombongan umroh dari Malang, Jawa Timur. Mereka berangkat dari Bandara Internasional Juanda, Situbondo, menggunakan Pesawat Royal Brunei.
Rustawi telah dibawa ke meja persidangan. Sidang pertamanya berlangsung Senin 4 Mei 2015 atas dakwaan kepemilikan senjata api tanpa izin. Dalam hukum Brunei, orang yang melakukan kejahatan ini terancam penjara maksimal 15 tahun ditambah hukuman cambuk.
Pengadilan berikutnya dijadwalkan 11 Mei mendatang. Wakil Jaksa Norsuzanawati Pg Hj Abas meminta agar terdakwa ditahan selama sepekan di kantor polisi Bandar Seri Begawan agar memudahkan penyidikan. (Sun/Mut)
Menko Polhukam: WNI di Brunei Belum Dipastikan Bawa Bendera ISIS
Tedjo membantah pemerintah kecolongan karena tidak bisa mendeteksi barang terlarang yang dibawa Rustawi.
diperbarui 07 Mei 2015, 11:45 WIBDiterbitkan 07 Mei 2015, 11:45 WIB
Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno berjalan keluar Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/12/2014). (Liputan6.com/Miftahul Hayat)... Selengkapnya
Advertisement
Live Streaming
Powered by
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Arti Mimpi Sepatu Rusak Primbon: Makna dan Tafsir Lengkapnya
Catat! 6 Tanggal Libur & Cuti Bersama Lebaran 2025, Rencanakan Mudik Anda
Cover Letter adalah: Panduan Lengkap Membuat Surat Lamaran yang Memikat
Lansia Ditemukan Tewas di Dalam Toko Kelontong, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan
Arti Mimpi Melahirkan Anak Laki-laki Menurut Primbon: Pertanda Baik atau Buruk?
Cuaca adalah: Memahami Fenomena Alam yang Memengaruhi Kehidupan Sehari-hari
Sahroni DPR Sebut Penggeledahan Kantor Desa Kohod Terkait Pagar Laut Demi Kepastian Hukum
Database adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya
DBF adalah Metode Menyusui Langsung: Manfaat dan Tips untuk Ibu dan Bayi
Dedikasi adalah: Memahami Makna dan Pentingnya dalam Kehidupan
Hasil Seleksi Administrasi PPPK 2024 Tahap 2 Diumumkan, Cek Tahapan Selanjutnya
Ade Rai: Kolesterol Tinggi Tak Selalu Buruk, Terlalu Rendah Justru Bisa Mematikan!