Penggusuran Pasar Ikan Ricuh, 2 Orang Ditangkap Polisi

Salah satunya adalah aktivis perempuan Ratna Sarumpaet.

oleh Moch Harun Syah diperbarui 11 Apr 2016, 11:59 WIB
Diterbitkan 11 Apr 2016, 11:59 WIB
20160411-Penertiban Pasar Ikan bentrok, Aparat Keamanan Angkut Warga-Jakarta
Aparat keamanan melakukan aksi membawa paksa warga yang mencoba bertahan saat penggusuran Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta, Senin (11/4). Bentrokan terjadi antara petugas dan warga yang menolak penggusuran di kawasan tersebut (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Proses pembongkaran kawasan di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara diwarnai perlawanan. Sebagian warga yang menolak pindah mencoba bertahan dengan membuat barisan pagar badan untuk menghalangi petugas dan alat berat masuk.

Aksi saling dorong tak terhindarkan. Kericuhan sempat terjadi. Oknum warga yang diduga memprovokasi diamankan.

Salah satunya adalah aktivis perempuan Ratna Sarumpaet. Dari informasi yang dihimpun, ada 2 orang termasuk Ratna yang ditangkap petugas gabungan dari kerumunan warga.


"Iya ada yang diamankan. Tadi baru ada 2 orang. Nanti saya konfirmasi lanjut dan cek lagi," kata Humas Polres Jakarta Utara Kompol HM Sungkono ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Aksi lempar-lemparan botol bekas air mineral, kayu, dan batu sempat mewarnai penggusuran kampung Aquarium. Kericuhan itu membuat ratusan petugas gabungan dengan tamengnya maju dan memukul mundur warga.

"Petugas rapatkan barisan jangan sampai terpecah tahan jangan mundur, jangan mundur," teriak petugas.

"Tangkap provokatornya jangan sampai ada provokator kita nggak mau keributan ini sampai luas," tutur Kapolsek penjaringan AKBP Ruddy Setiawan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya