Ahok Minta Pelanggar Ganjil-Genap Tilang Biru Biar Tak Main Mata

Tilang biru adalah sanksi bagi pelanggar yang ingin membayar denda tilang melalui bank yang telah ditunjuk.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 30 Agu 2016, 10:54 WIB
Diterbitkan 30 Agu 2016, 10:54 WIB
20160515-Three in One Dihapus, Ahok Berlakukan Pelat Ganjil-Genap
Kendaraan melintas di kawasan Sudirman, Jakarta, (15/5). Wacana Tersebut usai dihapusnya sistem three in one mulai 16 Mei 2016 dan menunggu berlakunya sistem Electronic Road Pricing (ERP) yang baru terlaksana pada 2017. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, mulai mengenakan sanksi tilang bagi pelanggar sistem ganjil-genap hari ini. Namun, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta polisi agar memberikan tilang biru, bukan merah.

"Makanya saya bilang enggak usah tilang yang merah. Karena mesti bawa ke persidangan. Kita lagi minta kalau bisa langsung tilang biru aja," ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Traffic Management Center Polda Metro Jaya pada laman Facebook-nya menjelaskan tilang biru adalah sanksi bagi pelanggar yang ingin membayar denda tilang melalui bank yang telah ditunjuk.

"Jadi orang yang dapat tilang ini bisa membayar tilangnya ke bank, enggak usah ke pengadilan," tegas Ahok.

Dia optimistis tilang biru tidak akan membuat petugas "main mata" dengan pengendara nakal.

"Enggak bisa dong (main bayar di tempat). Kan langsung nyetor dia. Kan ada bukti tilangnya. Dikeluarin buku tilang kan ada serinya," tutur Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menegaskan, selama ini, koordinasi baik dengan Polda Metro Jaya maupun Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta. Oleh karena itu, dia berharap kerja sama ini bisa berjalan terus.

"Selama ini baik ya laporannya. Saya lihat di dalam grup kita baik sih," tandas Ahok.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya