Kisah 2 Penjual Kerupuk Tangguh meski Tak Melihat dan Berjalan

Agung yang tak bisa berjalan menjadi penunjuk arah bagi Yudi yang tak melihat. Sedangkan Yudi membawa Agung menelusuri jalan Kota Malang.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 11 Agu 2017, 15:16 WIB
Diterbitkan 11 Agu 2017, 15:16 WIB

Liputan6.com, Malang - Keterbatasan bukanlah hambatan bagi seseorang untuk meraih impian. Di Kota Malang, Jawa Timur, dua pemuda tuna netra dan difabel berjalan puluhan kilometer mencari nafkah dengan berjualan kerupuk. Mereka adalah Agung dan Yudi.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Jumat (11/8/2017), Agung terlahir dengan menderita celebral palsy, sedangkan Yudi saat usianya 5 tahun harus kehilangan penglihatannya. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat keduanya untuk berjalan puluhan kilometer setiap hari untuk berjualan kerupuk. 

Yudi dan Agung bersama beberapa temannya tinggal di sebuah rumah kontrakan di daerah Bandulan Sukun, Malang, Jawa Timur. Di rumah yang dikelola oleh Komunitas Rumah Sahabat ini, mereka mendapat bimbingan untuk menghadapi setiap masalah yang ditemuinya serta mencari jalan keluar bersama.

Agung yang tak bisa berjalan menjadi penunjuk arah bagi Yudi yang tak melihat. Sedangkan Yudi yang bisa berjalan membawa Agung menelusuri jalanan Kota Malang. Keduanya terus berjuang dan saling berbagi untuk menggapai asa di tengah keterbatasan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya