Kejaksaan Agung Selamatkan Uang Negara Rp 2 Triliun dalam 4 Tahun Jokowi-JK

Dalam empat tahun terakhir Kejaksaan Agung juga membentuk inovasi hukum dalam mencegah dan memberantas korupsi.

oleh Liputan6.com diperbarui 25 Okt 2018, 13:37 WIB
Diterbitkan 25 Okt 2018, 13:37 WIB
Tiga Kementerian Gandeng Jaksa Agung Kawal Proyek Infrastruktur
Jaksa Agung HM Prasetyo menyampaikan keterangan saat penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (1/3). Kerja sama ini juga bertujan untuk mewujudkan sinergitas di bidang penyelenggaraan pemerintah terkait infrastruktur. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo mengklaim, di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Jokowi-JK pihaknya telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 2 triliun. Uang tersebut merupakan hasil sitaan dari sejumlah perkara korupsi yang ditangani satuan tugas khusus.

"Dalam empat tahun, Kejaksaan menyelamatkan uang negara Rp 2.029.117.494.927.78 dan USD 263.929.12," kata Prasetyo dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Politikus Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) ini menyebut, dalam empat tahun terakhir Kejaksaan Agung juga membentuk inovasi hukum dalam mencegah dan memberantas korupsi. Salah satunya pembentukan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4).

Sebagai turunan TP4, maka dibentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D). TP4D masing-masing berkedudukan di tingkat Provinsi dan Kota.

"Tim pengawal pemerintahan dan pembangunan sudah ada 5.515 kegiatan selama Januari hingga September 2018," kata Jaksa Agung.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Tangani 589 Perkara Korupsi pada 2018

Dia menambahkan, Kejaksaan Agung telah menangani 589 perkara tindak pidana korupsi di tahun 2018.

"Menjelang tahun kelima, ada 875 perkara dalam tahap penyelidikan, 1.268 perkara tahap penuntutan dan 589 perkara tahap penyidikan," kata dia.

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya