Kapolri dan Panglima Imbau TNI-Polri Tak Foto dengan Simbol Capres

Imbauan tersebut disampaikan Tito seiring viralnya foto TNI-Polri bergaya dua jari dengan mengangkat jempol dan telunjuk.

oleh Fachrur Rozie diperbarui 02 Jan 2019, 20:42 WIB
Diterbitkan 02 Jan 2019, 20:42 WIB
TNI dan Polri Gelar Apel Pengamanan Pilpres 2019
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri apel Pengamanan Penyelenggara Pemilu 2019 di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (18/9). Pengamanan pemilu ini diberi nama sandi “Mantap Brata” 2018. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau anggota TNI-Polri, tidak foto dengan gaya atau simbol yang mirip seperti nomor urut salah satu pasangan calon presiden. Menurut Tito, dirinya sudah koordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Kami dengan Bapak Panglima sudah sepakat, karena nanti akan disalahtafsirkan, kita sudah mengimbau kepada teman-teman angkatan 87, kemudian 92, Lemhanas angkatan 20, selama kontestasi (Pilpres), jangan mengggunakan simbol itu dulu, nanti saja kalau sudah selesai kontestasi," ujar Tito, Rabu (2/1/2019).

Imbauan tersebut disampaikan Tito seiring viralnya foto TNI-Polri bergaya dua jari dengan mengangkat jempol dan telunjuk. Menurut Tito, yang ditakutkan jika TNI-Polri bergaya tersebut akan disalahartikan oleh pihak lain.

Tito menjelaskan, foto dengan kode atau simbol tersebut merupakan ciri dari angkatan 1992, 1987, dan Lemhanas angkatan 20. Menurut Tito, kode tersebut mirip dengan salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Itu juga fotonya diambil jauh sebelum penetapan pasangan calon tadi. Jadi angkatan 87, angkatan saya, punya kode jari itu (jempol dan telunjuk diangkat), sudah lama sekali, sudah lebih dari 20 tahun," kata Tito.


Kode Soliditas

Hal senada juga disampaikan Hadi Tjahjanto, kode tersebut biasa digunakan angkatan 1992, 1987, dan Lemhanas angkatan 20.

"Kode tersebut menandakan untuk soliditas, sinergi angkatan untuk mempersatukan. Dan akhir-akhir ini muncul kode itu kembali yang nantinya akan menganggap bahwa TNI-Polri tidak netral," ucap Hadi.

Hadi bersama Tito menegaskan, TNI-Polri akan tetap menjaga netralitasnya dalam menghadapi kontestasi pemilihan presiden yang akan berlangsung pada April 2019.

"Saya sampaikan TNI-Polri menjaga netralitas dan simbol-simbol itu adalah untuk kebersamaan, tidak ada maksud lain dan diambil sebelum pasangan calon mengambil nomor urut," kata Hadi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya