BNPB: Bekasi Paling Parah Terendam Banjir

Menurut Agus, salah satu penyebab banjir adalah karena banyaknya sungai di wilayah Bekasi.

oleh Yopi Makdori diperbarui 04 Jan 2020, 04:25 WIB
Diterbitkan 04 Jan 2020, 04:25 WIB
Puluhan Mobil Terbalik Diterjang Banjir di Bekasi
Kondisi mobil yang rusak akibat terjangan banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020). Derasnya terjangan banjir menyebabkan puluhan mobil terbalik dan belasan sepeda motor ringsek akibat terbawa arus. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut Bekasi sebagai lokasi terparah dalam bencana banjir 2020 ini. Di mana ketinggian air di wilayah itu mencapai lebih dari dua meter.

"Kota Bekasi karena banyak sekali banjirnya paling parah. Di situ banjirnya kemarin itu sampai dua meteran lebih, jadi sampai 2,5 meter di sana karena luas yang terdampak juga (cukup) luas," kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Menurut Agus, salah satu penyebab banjir adalah karena banyaknya sungai di wilayah Bekasi.

"Ternyata di sana ada banyak sungai kan Kali Bekasi, Kali Angke, Kali Cikeas masuk di sana. Sehingga dampaknya besar, banjirnya tinggi sehingga makanya pengungsinya banyak," jelas Agus.

Maka itu, tidak heran bila di pengungsi korban banjir di Bekasi tercatat mencapai ratusan ribu. Ini jauh lebih besar dibandingkan wilayah lain, misalnya Jakarta yang hanya sekitaran 21 ribu saja.

"Jumlah pengungsi ini yang paling banyak di Kota Bekasi jumlah pengungsinya ada 366.274, kemudian di kabupaten Bekasi ada 2.846," beber Agus.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Korban Jiwa Sedikit

Kendati begitu, Agus mengatakan bahwa korban jiwa di Bekasi cukup sedikit dibandingkan daerah lain yang terdampak banjir.

"Tapi korbannya sedikit di sana. Kebanyakan mereka sudah evakuasi semua ke tempat-tempat aman sehingga tinggal yang meninggal dunia saja," ungkapnya.

Untuk korban jiwa, Agus menyebut ada empat orang. Yakni di kabupaten satu dan sisanya di kota Bekasi.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya