Mengenal Gerakan 4 Sehat 5 Sempurna ala Gugus Tugas Covid-19 untuk Lawan Corona

Gerakan 4 sehat 5 sempurna itu penting dilakukan masyarakat saat menjalani new normal di tengah pandemi corona.

oleh Yopi Makdori diperbarui 30 Mei 2020, 18:33 WIB
Diterbitkan 30 Mei 2020, 18:33 WIB
Wiku Adisasmito
Ketua Pakar Gugus Tugas Wiku Adisasmito menyampaikan penggunaan masker kain untuk masyarakat di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencetuskan gerakan untuk melawan virus corona. Gerakan tersebut dinamai 4 sehat 5 sempurna.

"Untuk mengingat apa yang harus kita lakukan perlu gerakan, kami meminjam istilah 4 sehat 5 sempurna untuk melawan Covid-19," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito, Sabtu (30/5/2020).

Wiku menjelaskan, gerakan ini terdiri dari empat langkah yang mesti dilakukan masyarakat dalam menghadapi tatanan kehidupan normal baru atau new normal di tengah pandemi corona Covid-19.

Empat langkah tersebut, antara lain: pertama yakni olahraga, istirahat, dan tidak panik; kedua cuci tangan; ketiga jaga jarak; dan keempat mengenakan masker.

"Dan yang sempurna yang lima adalah makan bergizi," ucap Wiku.

Wiku menegaskan, bahwa jika secara kolektif masyarakat menjalankan gerakan ini, maka pandemi corona bisa segera ditangani. Lebih dari itu, kata Wiku, institusi-institusi terkait juga berperan penting dalam hal ini.

"Baik dari Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Pusat dan Daerah, laboratorium, rumah sakit dan relawan, semuanya bekerja bersama-sama termasuk TNI dan Polri," papar dia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Dukungan Cucu Pencetus Slogan

Kepala BNPB Doni Monardo bertemu dengan cucu pencetus slogan 4 sehat lima sempurna, Poorwo Soedarmo, Rini Sekartini. (Dok: BNPB)
Kepala BNPB Doni Monardo bertemu dengan cucu pencetus slogan 4 sehat lima sempurna, Poorwo Soedarmo, Rini Sekartini. (Dok: BNPB)

Gerakan 4 sehat 5 sempurna versi lama mungkin sudah terdengar asing oleh anak-anak zaman sekarang, sebab slogan itu lebih terkenal untuk anak era 70-an.

Slogan itu untuk menyebutkan lima kelompok makanan mulai makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu sebagai penyempurna.

Namun, saat ini versi lama telah diubah oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Urutannya yakni gunakan masker, jaga jarak, physical dan social distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, olahraga, cukup tidur serta tidak panik, dan makanan yang bernutrisi.

Menurut Doni saat ini terpenting masyarakat mampu beradaptasi untuk melakukan disiplin mematuhi protokol kesehatan. 

"Beradaptasi, menjadi kunci. Jika slogan 4 sehat 5 sempurna mampu diimplementasikan oleh setiap individu, niscaya kita tidak perlu mengkhawatirkan virus corona sepanjang disiplin mematuhi protokol kesehatan," ucap Doni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5/2020). 

Setelah slogan versi baru diumumkan ke publik, Doni dipertemukan dengan Rini Sekartini cucu dari pencetus slogan 4 sehat 5 sempurna, Poorwo Soedarmo. Rini mengaku senang slogan tersebut mulai hidup kembali. 

"Kami juga ngobrol tentang perubahan nomenklatur. Saya berbicara mewakili keluarga besar. Mereka semua mengapresiasi semboyan baru yang mengadopsi serta menyempurnakan semboyan yang dicetuskan kakek kami," kata Rini. 

Dia mengharapkan semboyan yang lebih melekat pada masyarakat Indonesia berusia 40 tahun ke atas tersebut mampu mengubah perilaku dalam menghadapi Covid-19. 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya