Kapolrestabes Semarang: Suporter PSIS Paksa Masuk Stadion, Padahal Pertandingan Tanpa Penonton

Kapolrestabes Semarang Kombespol Irwan Anwar menjelaskan penyebab kericuhan suporter yang terjadi saat pertandingan PSIS Semarang dan Persis Solo tengah berlangsung di sekitar Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/2) sore tadi.

oleh Jonathan Pandapotan Purba diperbarui 17 Feb 2023, 22:04 WIB
Diterbitkan 17 Feb 2023, 22:04 WIB
PSIS Vs Persis
Kapten Persis Solo, Rian Miziar (kanan), ditempel ketat bek PSIS Semarang, Wahyu Prasetyo, saat berduel pada pertandingan Derby Jawa Tengah d Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (17/2/2023). (DOK Persis)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolrestabes Semarang Kombespol Irwan Anwar menjelaskan penyebab kericuhan suporter yang terjadi saat pertandingan PSIS Semarang dan Persis Solo tengah berlangsung di sekitar Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/2) sore tadi.

Menurutnya, kerusuhan terjadi karena desakan dari suporter PSIS Semarang yang ingin merangsek masuk menonton laga timnya melawan Persis Solo. Padahal, telah disepakati saat technical meeting pertandingan dilakukan tanpa penonton.

"Peristiwa hari ini tadi, sebagaimana teman-teman juga tahu. Ada desakan ada keinginan yang dilakukan oleh penonton dari Semarang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung. Namun sudah kita sampaikan pertandingan tanpa penonton," kata Irwan kepada wartawan, Jumat (17/2).

Bahkan, lanjut Irwan, para penonton yang memaksa ingin masuk tidaklah mempunyai tiket, sehingga tidak ada alasan bagi mereka seharusnya untuk memaksa masuk. Alhasil, dalam rangka pengamanan maka petugas mengadang para suporter tersebut.

"Kita pastikan penonton yang hadir itu satu pun tidak memiliki tiket. Itu yang jadi pertimbangan kemudian kita melakukan penyekatan. Jangan sampai masa tanpa tiket itu masuk ke area lapangan ini. Peristiwa tadi itu di luar stadion bahkan di luar pagar, itu massa merangsek ingin masuk ke stadion tanpa tiket," katanya.

"Bahkan Mas Yoyok sudah memberikan penjelasan beberapa pertimbangan apa akibatnya kalau ini suporter memaksa untuk menonton. Namun apa yang disampaikan Mas Yoyok diabaikan oleh adek-adek penonton," tambahnya.


Ricuh

Diketahui jika kericuhan sempat terjadi saat laga antara PSIS Semarang dan Persis Solo hingga akhirnya terjadi kericuhan. Petugas pun akhirnya sampai menembakan gas air mata untuk mengurai kerusuhan suporter di luar stasion.

Namun, asap gas air mata merambat masuk ke stadion sehingga wasit Sigit Budiyanto memilih menghentikan pertandingan.

Kericuhan diduga terjadi akibat ribuan pendukung PSIS Semarang nekat datang ke Stadion Jatidiri Semarang, Jumat sore. Padahal pertandingan melawan Persis Solo dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2022/ 2023 tersebut diputuskan digelar tanpa penonton.

Sumber: Bachtiarudin Alam/Merdeka.com

Infografis FIFA Kawal Transformasi Sepak Bola Nasional Usai Tragedi Kanjuruhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis FIFA Kawal Transformasi Sepak Bola Nasional Usai Tragedi Kanjuruhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya