Kawendra Prihatin Nasib Korban Istaka Karya: Kita Komunikasikan dengan Semua Pihak

PT Istaka Karya, yang merupakan BUMN di sektor konstruksi, mengalami kebangkrutan setelah bertahun-tahun menghadapi masalah keuangan dan proyek yang mangkrak.

oleh Tim News Diperbarui 26 Feb 2025, 19:11 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 16:28 WIB
Kawendra Gerindra
Anggota DPR, Kawendra Lukistian, dari Fraksi Gerindra. (Ist).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, menyatakan keprihatinannya terhadap nasib para pekerja dan korban kebijakan terkait PT Istaka Karya. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Persatuan Rakyat Korban BUMN PT Istaka Karya (Perkobik) pada Senin (24/2/25).

"Saya prihatin sekali, bahkan ini adalah periode pertama saya di DPR, tapi begitu mendapati fakta-fakta tersebut, artinya memang kita perlu banyak berbenah diri sebagai bangsa," ujar Kawendra dalam agenda RDPU. Senin (25/2/25).

PT Istaka Karya, yang merupakan BUMN di sektor konstruksi, mengalami kebangkrutan setelah bertahun-tahun menghadapi masalah keuangan dan proyek yang mangkrak. Akibatnya, ratusan pekerja kehilangan hak-hak mereka, termasuk pesangon dan tunjangan yang belum dibayarkan.

Para mantan pekerja dan mitra kerja perusahaan ini merasa dirugikan dan menuntut kejelasan dari pemerintah. Menurut Kawendra, memperjuangkan hak-hak masyarakat adalah tugas yang harus dilakukan sepanjang hayat, ia juga menekankan pentingnya melakukan tabayyun atau verifikasi secara mendalam untuk memastikan langkah-langkah penyelesaian yang tepat.

"Yang disampaikan Bapak ketika memperjuangkan hak-hak tentu tidak salah, tentu sangat betul sekali. Bahkan sepanjang hayat, kita harus memperjuangkan apa yang harus menjadi hak kita. Kita juga perlu tabayyun secara detail dalam rangka memastikan sejauh apa proses yang ada sekarang. Kita akan coba komunikasikan seoptimal mungkin," katanya.

Kawendra juga menegaskan bahwa keadilan terhadap hak-hak pekerja juga merupakan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, termasuk juga bertanggung jawab atas permasalahan yang muncul akibat kebijakan pemerintah di masa lalu.

"Tidak bisa jika negara tidak hadir dalam problem masyarakat, dalam problem kawan-kawan yang sudah membantu proses pembangunan bangsa. Masa 'habis manis sepah dibuang'? Ini enggak adil, dan saya yakin Pak Prabowo kalau tahu ini akan marah," tegas Kawendra.

 

Upayakan Komunikasi dengan Berbagai Pihak

Anggota DPR dari fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian (Istimewa)
Anggota DPR dari fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian (Istimewa)... Selengkapnya

Sebagai langkah konkret, Kawendra mengupayakan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik. Para mantan pekerja dan mitra kerja perusahaan PT Istaka Karya turut menaruh harapan positif atas pertemuannya di Gedung DPR tersebut.

"Jadi nanti kita coba komunikasikan dengan berbagai pihak. Mudah-mudahan di era sekarang ini ada solusi terbaik. Jangan berhenti berdoa ya, sepanjang hayat perjuangan kita tidak akan pernah berhenti," tutur Kawendra.

Infografis

Infografis Beda Putusan MK dan DPR Terkait Revisi UU Pilkada. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Beda Putusan MK dan DPR Terkait Revisi UU Pilkada. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya