Apakah Gempa Thailand yang Berpusat di Myanmar Berdampak ke Indonesia? Ini Penjelasan BMKG

Gempa magnitudo 7,7 di Myanmar menimbulkan kerusakan signifikan di Bangkok, Thailand, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan, tetapi BMKG memastikan gempa tersebut tidak berdampak pada Indonesia.

oleh Nila Chrisna Yulika Diperbarui 28 Mar 2025, 18:30 WIB
Diterbitkan 28 Mar 2025, 18:29 WIB
Gempa 7,7M Guncang Myanmar, Alarm Tanda Bahaya Berbunyi Keras di Bandara Mandalay
Warga Bangkok, Thailand, berhamburan dari gedung tinggi akibat gempa Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025. (dok. Chayanit ITTHIPONGMAETEE / AFP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Sagaing, Myanmar, Jumat (28/3/2025) sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Gempa yang berpusat di darat ini tak hanya menimbulkan kerusakan besar di Myanmar, tetapi juga dirasakan hingga Bangkok, Thailand, menyebabkan kepanikan dan kerusakan bangunan. 

Meskipun episentrum gempa berada jauh dari Indonesia, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berdampak pada wilayah Indonesia.

Guncangan kuat terasa di Bangkok dan beberapa wilayah utara Thailand. Warga panik berhamburan keluar gedung-gedung tinggi, termasuk di kota wisata Chiang Mai. 

Salah satu dampak paling signifikan adalah runtuhnya gedung pencakar langit 30 lantai yang sedang dibangun di Bangkok, menjebak puluhan pekerja konstruksi. Tragedi ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, langsung merespon dengan menggelar rapat darurat dan menghentikan kunjungan resminya ke Phuket. Sekolah-sekolah di Bangkok juga diliburkan lebih awal untuk memastikan keselamatan para siswa. Pemerintah Thailand juga memperingatkan potensi gempa susulan dalam 24 jam ke depan.

Dampak Gempa di Thailand dan Myanmar

Kerusakan akibat gempa di Thailand tidak hanya terbatas pada runtuhnya gedung pencakar langit. Sejumlah bangunan lain di Bangkok juga dilaporkan mengalami kerusakan. Di Myanmar, dampaknya jauh lebih parah. 

Istana Mandalay mengalami kerusakan signifikan, jembatan Ava runtuh, dan beberapa masjid juga ambruk, menyebabkan korban jiwa. Total korban jiwa akibat gempa di Myanmar dan Thailand mencapai 26 orang, dengan 43 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Layanan kereta metro dan kereta ringan di Bangkok sempat dihentikan sementara untuk memastikan keamanan. Gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo terjadi sekitar 12 menit setelah gempa utama, menambah kepanikan warga. 

Meskipun BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami, guncangan kuat yang terasa di Bangkok disebabkan oleh karakteristik tanah lunak di kota tersebut yang memperparah dampak gempa.

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa Myanmar Mw7,6 tidak mempengaruhi kegempaan di wilayah Indonesia. 

BMKG mencatat tiga gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,6 dan terkecil 4,6. Namun, Daryono menekankan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami dan tidak menimbulkan dampak di Indonesia. Hal ini dikarenakan letak geografis Indonesia yang cukup jauh dari episenter gempa.

Penjelasan BMKG Terkait Gempa Myanmar

BMKG menjelaskan bahwa fenomena efek vibrasi periode panjang (Long Vibration Period) menyebabkan Bangkok, meskipun jaraknya jauh dari pusat gempa di Myanmar, merasakan dampak kerusakan signifikan. 

Gelombang gempa dari sumber yang jauh dapat direspon oleh tanah lunak, dan endapan sedimen tanah lunak yang tebal di Bangkok dapat membentuk resonansi yang mengancam gedung-gedung tinggi. 

Daryono mencontohkan gempa dahsyat di subduksi Cocos 1985, yang meskipun berjarak 350 kilometer dari Kota Meksiko, menyebabkan kerusakan hebat di kota tersebut karena dibangun di atas rawa yang direklamasi.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Bangkok terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

Sumber: Antara

Infografis Journal Minimnya Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi di Indonesia
Minimnya Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya